Tampilkan postingan dengan label Kasus Suap Daging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus Suap Daging. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

Foto dengan Bunda Putri, siapa bohong siapa jujur?

Sosok Bunda Putri terus menjadi perbincangan publik. Sebab, sosok Bunda Putri yang hingga kini masih menjadi misteri membuat publik penasaran.

Apalagi, sosok Bunda Putri disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) oleh mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam kesaksiannya di persidangan kasus dugaan suap impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta beberapa waktu yang lalu. Kesaksian Luthfi itu lantas dibantah oleh Presiden SBY .

Bunda putri.
Belum selesai di situ, foto Bunda Putri bersama sejumlah pejabat dan tokoh beredar luas di dunia maya. Dalam sejumlah foto itu, Bunda Putri tampak bersama Seskab Dipo Alam, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendag Gita Wirjawan , Mentan Suswono , mantan Menpora Andi Mallarangeng , Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin , dan ekonom Faisal Basri.

Sebagian dari mereka ada yang membantah mengenal Bunda Putri. Namun, sebagian lainnya mengakui kenal dengan perempuan itu.

Berikut pernyataan mereka soal foto bersama Bunda Putri yang beredar di dunia maya.

1. Seskab Dipo Alam


Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam membantah mengenal Bunda Putri. Dipo justru mempertanyakan akurasi foto tersebut dan tak mau memperdebatkan lebih panjang soal gambar tersebut.

"Apakah itu foto asli atau photoshop enggak penting bagi saya. Saya enggak care, yang jelas yang pasti saya tidak tahu dan tidak kenal dengan Bunda Putri," jelas Dipo di Istana Presiden, Jakarta, Sabtu (12/10).

Dipo justru menyebut jika yang paling tahu tentang sosok Bunda Putri adalah mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Tak hanya Luthfi, Dipo juga menyindir Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin yang juga kenal dekat dengan Bunda Putri.

"Tapi setahu saya yang paling tahu soal Bunda Putri itu kalau kita dengar di pengadilan Tipikor, (mantan) presiden PKS LHI, barangkali suatu saat saya enggak tahu mendekati mungkin ada presiden satu lagi, apakah presiden Engkong (panggilan ustaz Hilmi Aminuddin), barangkali yang paling tahu mengenai Bunda Putri. Tapi kita semua (Istana) enggak ada yang tahu siapa itu Bunda Putri," tegas dia.

2. Menhan Purnomo Yusgiantoro


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku sudah melihat foto dirinya yang beredar luas dengan Bunda Putri. Namun demikian, Purnomo mengaku tidak kenal dengan Bunda Putri.

"Itu mesti dicek, tolong dicek fotonya itu kayak apa. Apa saya kenal atau tidak? Di dalam fotonya itu saya tidak berdampingan dengan beliau," ujar Menhan saat menghadiri acara HUT Indonesia Maritime Institute (IMI) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/10) lalu.

Menurut Purnomo, foto yang tersebar itu diambil sekitar 7-8 tahun lalu. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai Menteri ESDM.

"Jadi saya lagi penyerahan dari Dirut Petronas dan di sebelahnya ada ibu-ibu. Dia (Bunda Putri) di samping Dirut Petronas, terus sebelah saya ada lagi pejabat tapi saya lupa siapa karena itu sudah berlangsung berapa lama dan itu dalam acara resmi. Nah waktu itu dia (Bunda Putri) mengatakan namanya Son-son apa gitu saya nggak inget," terangnya.

3. Mendag Gita Wirjawan


Meski foto dirinya bersama Bunda Putri beredar di publik, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membantah mengenal Bunda Putri. Dalam foto itu, Bunda Putri tampak menyematkan pin kepada Gita saat terpilih sebagai Ketua Umum pada Munas Barindo yang berlangsung di Hotel Meritus, Surabaya, 23-24 Agustus lalu.

"Betul itu foto saat 'nyematin' pin. Itu yang mau nyematin harusnya orang lain, tapi tidak tahu dia (diduga Bunda Putri) tiba-tiba nyalip mau 'nyematin' gitu," katanya usai mengisi kuliah umum di Semarang, Selasa (22/10).

Gita menegaskan sama sekali tidak mengenal perempuan tersebut. "Saya ini kan salaman dengan ratusan orang. Saya selalu 'ngasih' sikap baik, tetapi kan belum tentu kenal," kata Gita.

4. Mentan Suswono


Berbeda dengan Seskab Dipo Alam dan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertanian Suswono justru mengakui mengenal Bunda Putri. Suswono bahkan mengaku telah beberapa kali melawat ke rumah Bunda Putri di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Namun, Suswono berkelit tidak tahu nama asli Bunda Putri. Dia pun berdalih cuma dikenalkan dengan perempuan itu.

"Dia (Bunda Putri) pelaku usaha. Namanya saya enggak kenal persis. Saya hanya dikenalkan namanya Bunda Putri. Dia dari Cilimus, Kuningan, Jawa Barat," kata Suswono saat bersaksi dalam sidang Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10).

5. Andi Mallarangeng


Foto Bunda Putri bersama Andi Mallarangeng beredar di publik. Andi tampak berfoto dengan Bunda Putri dalam sejumlah momen. Dalam satu momen Andi dan keluarga berfoto dengan Bunda Putri. Sementara, di momen lain, tampak Bunda Putri berada di belakang Andi yang tengah bermain catur.

Menanggapi hal itu, juru Bicara keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, tak membantah jika saudara kandungnya, Andi Alifian Mallarangeng mengenal sosok Bunda Putri.

"Kan semua orang, siapapun, bisa kenal sama orang lain. Kan enggak ada hubungan dengan kasus (Hambalang). Ya kalau cuma kenal-kenal, apa urusannya? Kan enggak ada salahnya," kata Rizal kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/10).

Namun sayang, saat didesak kedekatan Bunda Putri dengan keluarganya, Rizal enggan menjelaskan lebih lanjut.

6. Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin


Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin mengakui mengenal Bunda Putri. Hilmi bahkan mengakui Bunda Putri seperti muridnya yang kerap mengunjungi rumahnya di Lembang Jawa Barat.

"(Diperkenalkan kepada Luthfi) Di Lembang. Bunda putri sering ke Lembang," ujar Hilmi, di persidangan Luthfi, Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/10).

Menurutnya, awal bertemu Bunda Putri memperkenalkan diri sebagai pengusaha asal Jawa Barat.? Hilmi mengaku sering mengobrol dengan Bunda Putri saat bertemu di suatu acara maupun di rumah. Obrolannya seputar isu ekonomi, politik, bahkan reshuffle kabinet.

"(Ngobrol) Macam-macam, kadang-kadang reshuffle," ujarnya.

7. Faisal Basri


Ekonom Faisal Basri mengakui mengenal Bunda Putri. Faisal mengaku pertama kali bertemu dengan Bunda Putri pada 2007 lalu di coffee shop hotel Le Meridien. Saat itu dia diperkenalkan oleh seseorang bernama Kosasih yang juga baru dikenalnya.

"Perkenalan dengan Kosasih lewat Azwar Zulkarnaen, rekan saya di Pergerakan Indonesia. Kosasih dan Azwar berkecimpung dalam bisnis tambang batubara. Bunda Putri menemui saya setelah bertemu dengan seorang menteri Somalia yang sedang berkunjung di Jakarta. Entah apa urusannya, Bunda Putri tak bercerita," kata Faisal Basri dalam blog pribadinya, Rabu (23/10).

Faisal Basri mengaku menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri begitu luasnya relasi yang dimiliki Bunda Putri. Salah satunya adalah, pada saat acara ulang tahun Bunda Putri. Di acara itu, hadir sejumlah pejabat penting seperti Andi Mallarangeng.

Bahkan, Faisal juga mengaku pernah diajak Bunda Putri bertemu dengan Purnomo Yusgiantoro di ruang VIP bandara Supadio, Pontianak. Hal ini jelas berbeda dengan keterangan dari Purnomo yang mengaku tak mengenal Bunda Putri.

"Saya sudah beberapa kali bertemu dengan Pak Pur, sekali di kediamannya. Di rumah Bunda Putri di Pondok Indah berjejeran foto Bunda Putri dengan para pejabat. Tak pelak lagi, Bunda Putri memang kenal banyak orang penting di negeri ini," kata Faisal.

Sumber : Merdeka

Sabtu, 19 Oktober 2013

Bunda Putri dan Kisah ”Pak Ogah” ...

Bunda Putri, yang diyakini sebagai Non Saputri, teman dekat seorang pejabat Kementerian Pertanian, kian mencuat namanya setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers terkait nama itu, pekan lalu.
Presiden pasti benar 2.000 persen bahwa Bunda Putri tidak terlibat dan mengetahui rencana penyusunan atau perubahan kabinet seperti yang diungkapkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi menyebut nama Bunda Putri sebagai orang dekat Presiden saat diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dalam kasus korupsi impor dagang sapi.
Foto sekretaris Kabinet Dipo Alam dan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai bunda putri beredar sejak jumat
Keyakinan Luthfi, yang percaya Bunda Putri merupakan orang dekat Istana, untuk merujuk kepada Presiden, tak salah. Namun, Presiden juga benar 1.000 persen menyatakan tak mengenal Bunda Putri. Apalagi, sampai saat ini tak ada ”bukti sosial” yang memperlihatkan kedekatan Bunda Putri dengan Presiden.
Memang sejumlah foto Bunda Putri bersama dengan pejabat dan orang dekat Istana sudah beredar di media sosial. Dan, bukan hal yang aneh jika sebagian dari mereka yang berfoto itu kini menyangkal kenal dengan Bunda Putri. Bukan hal yang aneh juga jika kini Bunda Putri tak muncul ke publik karena tak ada lagi orang yang menyatakan diri secara terbuka sebagai orang dekatnya.
Bunda Putri sesungguhnya bukanlah tokoh dalam pusaran politik nasional. Ia bukan siapa-siapa. Ia tak lebih dari orang yang berani dan percaya diri untuk turut mengatur lalu lintas perpolitikan nasional yang tengah kacau.
Ia ada saat mereka yang seharusnya mengendalikan percaturan politik justru tak tampil. Modal informasi dan pengetahuan yang berasal dari berbagai sumber dan kedekatan dengan figur yang dianggap punya pengaruh dalam dunia politik dan ekonomi, yang diekspos secara masif, cukup untuk meyakinkan pelaku politik praktis di negeri ini.
Bunda Putri dan sejumlah orang lain memiliki peranan yang sama, tak jauh berbeda dengan kisah ”Pak Ogah” atau ”polisi cepek” yang muncul mengatur saat lalu lintas di jalanan kacau. Saat polisi yang seharusnya berperan untuk mengatasi kekacauan di jalan itu justru menghilang atau ikut terjebak kekacauan.
Memang terkadang keberadaan ”Pak Ogah” terasa mengganggu. Namun, ia juga membantu sehingga pengguna jalan sukarela memberinya uang. Dahulu cepek (Rp 100), tetapi kini tak kurang dari Rp 1.000.
Jika lalu lintas kian kacau, ”Pak Ogah” bisa menghilang kapan pun. Tinggal pengguna jalan yang kian gaduh. Satu lagi, mereka yang berani menjadi pengatur lalu lintas ”tak resmi” ini kalau ditanyai pasti merasa punya kedekatan dengan aparat dan tokoh masyarakat setempat.
Bunda Putri dan orang lain yang berperan mirip, yang jumlahnya tak sedikit di negeri ini, bisa tampil karena lalu lintas perpolitikan nasional terasa kacau. Mereka yang berwenang justru menghilang atau tak percaya diri untuk tampil mengatur. Bunda Putri ada karena pengguna lalu lintas perpolitikan nasional merasa terbantu dan nyaman.
Jika lalu lintas kian kacau, siapa yang kenal dengan ”Pak Ogah”? Tinggal pengguna jalan saling menyalahkan dan tak mau mengalah serta aparat yang berwenang diam atau saling menyalahkan.
Sumber : Kompas

Selasa, 15 Oktober 2013

Fathanah TTM-an dengan Tri Kurnia, Sefti Sanustika cemburu buta

Sefti Sanustika menjenguk Ahmad Fathanah yang di tahan KPK.
Sefti Sanustika tak berkelit ketika suaminya, Ahmad Fathanah pernah menjalin hubungan khusus dengan salah satu sahabatnya, Tri Kurnia Rahayu. Namun, ia mempedulikan kisah asmara suaminya yang telah terjerat kasus dugaan suap peningkatan kouta impor daging dengan Tri.

"Ihh, (Tri Kurnia) nggak penting. Cuma satu kata buat dia kasian deh loch," kata Sefti di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (15/10).

Diulik lebih lanjut mengenai jalinan asmara Fathanah dan Tri, Sefti enggan berkomentar. Namun, Sefti tak dapat menyembunyikan kecemburuan itu saat awak media kembali mengkonfirmasi soal teman tapi mesra (TTM) sang suami dengan kerabatnya itu.

"Ah no comment. Nggak mau, bahas yang lain lah. Ah gue nggak mau ngurusin begituan. Dia mah udah metong (mati) bok," ungkapnya.

Sebelumnya, Sefti membawakan dua boks berisi lontong dan opor untuk Fathanah tercinta. "Tadi maap-maapan saja. Bapak sehat, lancar puasanya," tandasnya.

Sebelumnya, Ahmad Fathanah tak menampik memiliki hubungan spesial dengan Tri Kurnia Rahayu. Padahal, pesakitan perkara suap peningkatan kouta impor daging dan pencucian uang ini telah memiliki istri, Sefty Sanustika.

Pengakuan itu tanpa ragu disampaikan Fathanah saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Lutfhi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (11/10/2013). Fathanah mengungkapkan memiliki hubungan dengan Tri Kurnia itu setelah jaksa penuntut umum KPK Rini Triningsih mengkonfirmasi soal sederet tranfer uang yang dilakukan Fathanah ke wanita yang dikabarkan teman istrinya tersebut.

Jumat, 11 Oktober 2013

Fathanah Bantah Pernah Punya Istri Pramugari

Ahmad Fathanah menggendong putrinya saat menunggu sidang perdana di Pnegadilan Khusus Tindak Korupsi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang Ahmad Fathanah membantah memiliki istri seorang pramugari. Menurut Fathanah, informasi itu hanya isu.

Hal ini dikatakan Fathanah ketika awalnya Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango menanyakan istri-istri Fathanah terkait dugaan pencucian uang. "Istri sempat punya empat ya?" tanya Nawawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

"Sempat," jawab Fathanah sambil tersenyum.

Keempat istri Fathanah itu adalah Siti Fatimah yang dinikahi tahun 1993, Dewi Kirana yang dinikahi tahun 1999, kemudian Surti Gulyanti dinikahi pada 2008. Setelah bercerai, Fathanah menikahi siri Sefti Sanustika yang menjadi istrinya hingga saat ini.

Hakim Nawawi kemudian menanyakan siapa istri Fathanah yang seorang pramugari. "Isu, isu, Yang Mulia," jawab Fathanah.

Sebelumnya, saat memberi kesaksian di persidangan, Ahmad Maulana membenarkan bahwa Fathanah pernah memiliki istri seorang pramugari. Maulana merupakan rekan dekat Fathanah. Mantan istri maupun istri Fathanah disebut menerima aliran dana terkait dugaan pencucian uang.

Fathanah juga pernah mengirim uang kepada sejumlah wanita, di antaranya model Vitalia Syesya dan artis Ayu Azhari.

Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Dia juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, dan membelanjakan harta kekayaan. Diduga, harta tersebut berasal dari tindak pidana korupsi.

KPK: Tanpa Bukti, Kesaksian LHI soal Bunda Putri

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja. Busyro Muqoddas. Abraham Samad. dan Zulkarnaen (kiri ke kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen. Senayan, Jakarta.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan, pihaknya masih mendalami perihal sosok Bunda Putri dalam perkara dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Pendalaman diperlukan lantaran hingga saat ini belum ada bukti keterlibatan Bunda Putri. 

"Keterangan yang disampaikan di pengadilan kita menganggapnya sebagai keterangan yang berdiri sendiri, tidak punya nilai pembuktian, tidak didukung oleh fakta-fakta, bukti-bukti lain," kata Abraham di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/10/2013). 

Hal itu dikatakan Abraham ketika dimintai tanggapan kesaksian terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor Jakarta perihal Bunda Putri. 

Meski demikian, Abraham menambahkan, belum tentu pernyataan LHI itu tidak benar. Hanya, keterangan itu tidak didukung kesaksian orang lain atau bukti lain. "Oleh karena itu kita masih dalami," ucapnya. 

Seperti diberitakan, sosok Bunda Putri terungkap dalam rekaman percakapan antara LHI dan Ridwan Hakim yang disadap KPK. Bunda Putri digambarkan sebagai sosok penting yang bisa memengaruhi para pengambil kebijakan. Bunda Putri bisa memindahkan para pejabat di kementerian, bahkan, dalam percakapan, bisa membuat lurah pusing. 

Ketika bersaksi di sidang terdakwa Fathanah, LHI menyebut Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden. Bunda Putri disebut sangat tahu informasi mengenai kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet. 

Pernyataan itu langsung dibantah Presiden. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu disebut Presiden sebagai pembohong dan hanya ingin mengalihkan isu. Presiden meminta KPK menuntaskan penyidikan perkara itu.

KPK Belum Berencana Periksa Bunda Putri

Juru Bicara Johan Budi SP
Komisi Pemberantasan Korupsi merasa belum perlu memeriksa Bunda Putri, wanita yang disebut dalam persidangan kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang. Bunda Putri hingga kini juga belum diketahui identitas aslinya.

"Sampai saat ini masih belum (rencana periksa)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Menurut Johan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pasti akan memerintah Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menghadirkan Bunda Putri jika diperlukan. "Kalau hakim mendengar keterangan seorang saksi atau terdakwa yang sebut nama, kemudian perlu dihadirkan, kan hakim bisa perintah jaksa untuk hadirkan," ujar Johan.

Bunda Putri pertama kali terungkap ketika Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin, bersaksi untuk Fathanah. Kemudian Menteri Pertanian Suswono mengaku pernah ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Suswono mengenal Bunda Putri sebagai pengusaha dan memiliki pabrik pupuk di Kalimantan. Namun, keduanya mengaku tidak tahu nama asli Bunda Putri.

Terakhir, kesaksian mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyatakan bahwa Bunda Putri orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena itu, Luthfi menanyakan kebijakan reshuffle kepada Bunda Putri. Selain itu, menurut Luthfi, Bunda Putri adalah anak salah satu pendiri Partai Golkar.

Namun, Luthfi juga mengaku tak tahu identitas asli Bunda Putri. Menurut informasi yang beredar di internal Komisi IV DPR, Bunda Putri merupakan istri Hasanuddin Ibrahim alias Odeng yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Suswono Tak Lagi Komentari Bunda Putri

Menteri Pertanian Suswono
Setelah nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terseret, Menteri Pertanian Suswono tidak mau lagi berkomentar perihal sosok Bunda Putri. 

"Saya enggak mau berkomentar itu lagi," kata Suswono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/10/2013), ketika ditanya soal Bunda Putri. 

Ketika didesak wartawan, sambil meninggalkan wartawan, Suswono menjawab sama.
Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, nantinya akan disampaikan kepada publik siapa sebenarnya Bunda Putri. Saat ini, kata dia, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai Bunda Putri. 

"Kita hanya ingin tahu Bunda Putri seperti apa karena sudah mempermainkan seperti itu," kata Sudi. 

Lalu, siapa yang akan menyampaikan kepada publik soal Bunda Putri? Sudi mengaku belum tahu. 

Seperti diberitakan, Presiden SBY menyebut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) berbohong. Pernyataan itu terkait kesaksian LHI yang mengaitkan SBY dengan sosok Bunda Putri dalam perkara dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. 

Ketika bersaksi di sidang terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/10/2013), LHI mengatakan, Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden. Bunda Putri disebut sangat tahu informasi mengenai kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet. 

Merasa tidak kenal, Presiden lalu mencari tahu siapa Bunda Putri. Informasi dari Suswono dan Wamentan Rusman Heriawan, Bunda Putri adalah istri salah satu pejabat Kementan. Ia eksportir asal Cilimus, Jawa Barat. 

Presiden tetap meminta jajarannya untuk mengumpulkan info soal Bunda Putri, termasuk apa tujuan dari pernyataan LHI.