Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak dan Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak dan Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

Saat wanita diciptakan

Wanita Muslimah
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,

“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan”.

Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?”, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah cium4n dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”

Rabu, 16 Januari 2013

SENANG DUSTA, AKIBATNYA MENGERIKAN




Berapa kali kita berdusta (bohong) dalam satu hari?
Tentunya ini adalah sebuah pertanyaan yang jawabannya dengan mendetail hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Tak terhitung kadang kita sebagai manusia melakukan kekhilafan dengan berbohong sepanjang hari.
Dan kedustaan paling besar adalah ketika manusia melalaikan Shalat dan menunda-nunda akhir waktu shalat.Mengapa orang yang sering menunda dan melalaikan shalat masuk dalam kategori dusta? Karena ia "mendusta"kan kebesaran Nikmat Allah. Ia sengaja menomorduakan bahkan menomorseratuskan Allah Ta'ala karena berbagai kesibukan menunda shalat.

Contoh : Rapat/Meeting dengan Pimpinan perusahaan/group hingga melupakan waktu shalat. Siapa "BOSS" kita sebenarnya dan sejatinya? Bukan manusia yang memberi kita makan, udara, rezeki! Tapi ALLAH!

Dan anehnya, kita lebih senang patuh kepada Boss manusia daripada MAHA BOSS. Tahukah bahaya sering berdusta dan berbohong yang mengerikan? Simak saja Al-Qur'an Surah At Taubah (9) Ayat 126 : أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

Ingat saja ya saudara/i ku, bahwa orang yang suka berbicara/berlaku dengan dusta/bohong adalah salah satu ciri orang munafik yang disebut dalam hadits Nabi.

Dalam shahih Bukhari bab ‘alamat Al-Munafiq, diriwayatkan:
حد ثنا سليمان أبو الربيح قال حد ثنا إسما عيل بن جعفر قال : حد ثنا نا فع بن ما لك بن أبي عا مر أبو سهيل عن أبيه عن أبي هريرة عن النبي فال : اياة المنافق ثلاث إذا حد ت كذ ب وإذا وععد اخلف وإذا ائتمن خان.
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Abu Ar-Rabih telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Nafi’ bin Malik bin Abi ‘Amir Abu Suhail dari ayahnya dari Abu Huarairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: 
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu; jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan Al-Nasa’i).
Jadi, PASTI setiap tahun bagi orang yang suka berdusta akan terus diberi ujian dari Allah Ta'ala agar mau bertaubat.

ILMU LEBIH UTAMA DARIPADA HARTA




1.      Ilmu lebih utama dari harta, karena ilmu adalah pusaka para nabi, sedangkan harta adalah pusaka Qorun, Fir'aun, dan para pengumbara nafsu.
2.      Ilmu itu lebih utama dari harta, karena ilmu itu menjagamu, sedangkan harta malah engkau yang harus menjaganya.
3.      Harta itu jika engkau tasarrufkan menjadi berkurang, sedangkan ilmu jika engkau tasarrufkan (berikan) malah bertambah.
4.      Pemilik harta (sering) disebut nama bakhil (kikir) dan
buruk, tetapi pemilik ilmu di sebut dengan nama keagungan dan kemulia'an.
5.      Pemilik harta itu musuhnya banyak, sedang pemilik ilmu sahabatnya banyak.
6.      Ilmu lebih baik dari harta, karena di akhirat nanti, pemilik harta akan di hisab, sedang orang berilmu akan memperoleh syafa'at.
7.      Harta akan hancur berantakan, tetapi ilmu tidak akan rusak dan tidak akan musnah, walau di timbun zaman.
8.      Harta (sering) membuat hati orang menjadi keras, sedang ilmu malah membuat hati menjadi bercahaya.
9.      Ilmu lebih utama dari harta, karena pemilik harta bisa
mengaku menjadi tuhan, akibat harta yang dimilikinya, sedangkan orang yang berilmu, justru mengaku sebagai hamba, karena ilmunya.
(Jawaban-jawaban Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib, ketika di tanya mana yang lebih utama antara ilmu dan harta.)
Semoga bermanfaat..

Senin, 14 Januari 2013

KATA BIJAK PRESIDEN SOEKARNO




1.      Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]
2.      Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
3.      Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
4.      Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
5.      Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
6.      Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
7.      ……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……
8.      Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.
9.      Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia
10.  Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya
11.  Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA, AINUN




Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu ...
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya ...
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ...
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat ...

Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang ...
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada ...
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini ...
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang ...
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ...

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...
Selamat jalan ...
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya ...
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada ...
Selamat jalan sayang ...
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku ...
Selamat jalan ...
Calon bidadari surgaku ...
- HABIBIE –