Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Bungkusan Mencurigakan DItemukan di Halte Patra, Isinya Cuma Tinta


Ditemukan bungkusan mencurigakan di jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah dibuka bungkusan tersebud diketahui isinya sebuah tinta.

"Tadi ada Bungkusan mencurigakan di daerah jalan patra kuningan, dibungkus plastik hitam ternyata setelah di lihat isinya tinta," kata Kanit Reskrim Setyabudi, Kompol Riftazudin kepada detikcom, Senin (23/9/2013).

Untuk mengetahui isi bungkusan mencurigakan tersebud, kepolisian menerjunkan petugas Penjinak Bahan Peledak (Jihandak). Sekarang petugas Jihandak sudah tidak berada di lokasi ditemukanya bungkusan mencurigkan tersebut.

"Tadi diterjunkan petugas Jihandak satu regu, sekarang petugas sudah balik kanan (tinggalkan lokasi)," ujarnya.

Diketahui bungkusan mencurigakan yang dibungkus plastik hitam itu ditemukan oleh warga pukul 19.30 WIB. Petugas langsung terjun ke lokasi setelah mendapat laporan ditemukanya bungkusan mencurigakan.

Gegana Evakuasi Benda Mencurigakan di Halte TransJ Komdak


Benda mencurigakan membuat geger warga yang ada di sekitar Jalan Sudirman, tepatnya di dekat halte TransJ Komdak, Jakarta Pusat. Namun untungnya polisi sigap mengevakuasi benda yang diduga bom itu.

Informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (30/11/2013), polisi mendapat laporan mengenai adanya benda mencurigakan sekitar pukul 20.00 WIB. Menanggapi informasi itu, tim gegana langsung diterjunkan ke lokasi.

Police line langsung dibentangkan di sekitar halte Komdak. Setelah berkutat selama kurang lebih setengah jam, tim gegana mengevakuasi benda tersebut. Namun belum ada informasi jenis benda yang mencurigakan itu.

Proses identifikasi dan evakuasi benda itu menyebabkan lalin di Jl Sudirman arah ke Semanggi macet.

Minggu, 27 Oktober 2013

Indonesia masuk 7 besar negara ekonomi maju di 2020

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, yakin Indonesia akan masuk dalam tujuh besar negara dengan ekonomi maju di dunia. Ini didasari dari potensi usia produktif dan sumber daya alam yang melimpah.

Dia memperkirakan Indonesia akan menuju tujuh besar negara dengan ekonomi maju di dunia pada 2020 mendatang.

"Saat ini saja, Indonesia masuk 16 ekonomi dunia, karena itu sekarang masuk dalam G20 dan diperkirakan pada 2020 akan masuk tujuh besar," katanya di sela-sela kunjungan kerja di Makassar seperti dilansir Antara, Minggu (27/10).

gedung bertingkat kawasan scbd. 
Menurut dia, jumlah penduduk yang besar justru menjadi keuntungan. Pasalnya, potensi penduduk usia produktif pada 2005 - 2035 mencapai jumlah paling besar dibandingkan dengan penduduk negara lain yang sudah tua, misalnya Jepang.

"Sebagai gambaran, laju pertumbuhan penduduk Indonesia rata-rata 1,4 persen, sehingga puncak usia produktif mencapai 15 juta jiwa," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, perlu menyiapkan generasi penerus yang bukan hanya memiliki kualitas intelektual, tetapi juga spiritual atau batin.

"Saat itu, kita membutuhkan sekitar 113 juta orang tenaga kerja terdidik, karena itu perlu menyiapkan generasi besar yang terdidik," katanya.

Pendidikan merupakan kunci dari kisah sukses siapapun, termasuk keluarga miskin, karena itu pendidikan ramah sosial harus menjadi kebijakan pemerintah.

"Ada dua hal penting yang menentukan akses dalam pendidikan yakni ketersediaan (sekolah) dan keterjangkauan (biaya). Itulah penyebab anak putus sekolah, selain sekolah sebagai kebutuhan dasar masih belum menjadi tradisi," katanya.

Pemerintah sendiri, lanjutnya, telah menggulirkan BOS (bantuan operasional sekolah) untuk pendidikan dasar dan menengah serta BOPTN (bantuan operasional perguruan tinggi negeri) untuk pendidikan tinggi.

Selain bantuan untuk sekolah/universitas, dirinya juga menggelontorkan bantuan untuk siswa/mahasiswa miskin yakni Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Sumber : Merdeka

Wawasan kebangsaan perlu terus ditumbuhkan

Wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, dan bela negara perlu terus ditumbuhkan di kalangan generasi muda khususnya para pelajar, sehingga mereka dapat memahami dan menghayatinya, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Dengan demikian, mereka akan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari," katanya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Paku Alam IX pada pembukaan lomba Parade Cinta Tanah Air Tingkat SLTA Tahun 2013 Tingkat DIY di Yogyakarta, Selasa.

Sri Sultan Hamengkubuwono X (FOTO ANTARA/ Feny Selly)
Menurut dia, para pelajar hendaknya juga dapat meresapi filosofi-filosofi luhur yang ditinggalkan "founding fathers". Jika diresapi dan dipahami tentu keteladanan "founding fathers" akan selalu membekas di otak, pikiran, dan hati para pelajar.

"Hal itu penting karena generasi penerus bangsa, yang ibaratnya tinggal `nglungguhi klasa gumelar` (duduk di tikar yang sudah digelar) atau tidak ikut merasakan pahit getirnya perjuangan kemerdekaan, seakan lupa terhadap sejarah negaranya bahkan lupa untuk mencintai Tanah Airnya," katanya.

Ia mengatakan, slogan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau "jas merah" merupakan semangat bagi generasi muda Indonesia, karena dengan mengetahui sejarah, generasi muda akan mengerti jerih payah generasi pendahulu dalam membangun negara dan bangsa ini.

"Dengan mengetahui sejarah itu pula generasi muda akan bangkit semangat nasionalisme dan patriotismenya. `Jas merah` juga akan menyadarkan generasi muda mengenai apa tujuan negara dan bangsa ini sebenarnya," katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Komandan Kodim 0374 Yogyakarta Letkol Arh Ananta Wira mengatakan, lomba bertema "Bangkitkan Prestasi Cinta Indonesia dan Hidupkan Karaktermu" itu diikuti pelajar SLTA yang terdiri atas 18 tim utusan kabupaten/kota se-DIY.

Menurut dia, 18 tim itu terdiri atas empat tim Kabupaten Bantul, tiga tim Kabupaten Kulon Progo, empat tim Kabupaten Sleman, empat tim Kabupaten Gunung Kidul, dan tiga tim Kota Yogyakarta.

"Lomba itu sebagai ajang seleksi tim lomba Parade Cinta Tanah Air Tingkat DIY Tahun 2013 dan peraih juara pertama akan maju dalam Lomba Parade Cinta Tanah Air Tingkat Nasional," katanya.

Ia mengatakan, lomba itu bertujuan agar para pelajar SLTA di DIY sebagai warga negara mampu menumbuhkembangkan kemampuan berargumentasi secara lisan melalui lomba diskusi, uji argumentasi, dan mampu mengekspresikan pengetahuannya dalam bentuk tulisan untuk membentuk karakter bangsa yang ulet, tangguh, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kesadaran bela negara dalam rangka menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara .

"Lomba Parade Cinta Tanah Air Tahun 2013 itu terselenggara atas kerja sama Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

Sumber : Antara

Ramalan Gita Wiryawan soal Indonesia 2033

Menteri Perdagangan Gita Wiryawan dalam orasi ilmiah di pelepasan wisuda Perbanas Institute menyebutkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke enam di dunia.

"20 tahun yang akan datang, Indonesia bisa jadi negara terbesar keenam," kata Gita di Jakarta, Minggu.

Dia melanjutkan bahwa hal tersebut bisa diprediksi dari beberapa faktor pendukung yang dimiliki Indonesia seperti sumber daya manusia Indonesia yang melimpah serta perkembangan ekonomi Indonesia yang semakin membaik.

Gita bahkan memprediksi dalam waktu 20 tahun mendatang, produk domestik bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai angka 20ribu USD.

"Naik lima kali lipat dibandingkan sekarang yang dengan PDB 4ribu dolar Amerika," katanya."Saya percaya, kalau semua pihak ikut andil." 

Gita Wirjawan: fashion kebanggaan tradisi Indonesia

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan pagelaran busana, fashion show, merupakan kebanggan terhadap warisan dan tradisi Indonesia.

"Tapi kita jarang berpikir untuk ekspor budaya. Itu cerminan kegemilangan bangsa setelah kita bisa ekspor produk," kata Mendag saat menghadiri penutupan Jakarta Fashion Week (JFW), di Senayan City, Jumat malam.

Menurutnya, Indonesia kaya akan inovasi dan kreasi. Potensi dan prospek yang bersinar dapat berasal dari industri kreatif dan budaya Indonesia yang begitu banyak.

Nilai ekspor Indonesia dalam bidang yang terkait fashion berjumlah sekitar 16 miliar dolar. Ia yakin dalam jumlah itu, belum sepenuhnya terasa kreasi dan inovasi anak bangsa.

Ia pun mendorong pemangku kepentingan, termasuk mereka yang berhubungan dengan dunia mode seperti perancang, dan model untuk berkreasi.

Ia memuji bakat-bakat Indonesia dalam bidang mode, seperti Tex Saverio, yang rancangannya pernah dipakai oleh penyanyi Lady Gaga.

"Mereka berkarya untuk kepentingan bangsa dan negara. Bringing Indonesia to the world," kata Mendag Gita Wirjawan. 

Ia pun menilai JFW sebagai gelaran yang bagus karena responnya tidak hanya berasal dari luar negeri, namun juga luar negeri.

"Saya harap Kementerian Perdagangan bisa terus mendukung, bukan hanya buyers room, tetapi trade show," tutupnya.

Mendag Gita Wirjawan malam ini menghadiri penutupan JFW 2014 yang diadakan di Senayan City. Sebelum ke acara pagelaran busana, ia menyempatkan diri untuk berkenalan dan berbincang-bincang dengan sejumlah perancang busana yang terlibat di JFW 2014.

Sumber : Antara

Jumat, 25 Oktober 2013

70 Raja di ASEAN Ikuti Festival Keraton di Mataram

Sebagai tuan rumah, Walikota Mataram, M. Ahyar Abduh mengatakan sangat berbangga karena malam silaturahmi atau pembuka Festival Keraton ASEAN II ini dihadiri 70 Raja di Nusantara dan Asia Tenggara. 


Menurutnya, acara ini akan menjadi sejarah yang pertama bagi warga Kota Mataram. “Kami sangat berbangga dan semoga para Raja merasa aman, dan bahagia di Mataram.” ungkapnya, Jumat (25/10/2013) malam.

Selain itu juga, Ahyar mengatakan dengan adanya Festival Keraton ini, para Raja dan Sultan bisa semakin erat rasa persaudaraannya sehingga apa yang menjadi tujuan dari festival ini bisa dicapai bersama.


"Semoga dengan silllaturahmi ini bisa mewujudkan komunitas sosial budaya ASEAN menuju ASEAN Community 2015 mendatang," ungkapnya.

Sumber : Lombokkita

Festival Keraton, Para Raja Disambut Upacara "Sembek"

Malam Sillaturahmi Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN ke II dibuka dengan proses "Sembek" (Proses penghormatan kepada orang baru di Pulau Lombok) yang dilakukan tokoh adat paling dituakan di Kota Mataram.


Proses pe-nyembean diberikan kepada Ketua Forum Sillaturahmi Masyarakat Keraton Nusantara yakni Ida Cokorda Ngurah Jambe Pamucetan, didampingi Walikota Mataram yang juga Ketuan Forum Masyarakat Adat Kota Mataram.

“Semoga para Raja dan Sultan merasa senang, dan nyaman selama berada di Gumi Paer Lombok.” ujar yang tokoh adat ketika melakukan penyembean di halaman Pendopo Walikota Mataram, Jum’at Malam (25/10/2013).

Selain proses penyembean para Raja dan Sultan yang hadir dalam malam sillaturhmi ini juga disambut dengan pembacaan Hikayat atau Syair Lombok yang sudah dipadukan dengan iringan musik.


Syair yang dibacakan adalah syair tentang seorang Raja yang bernama Kamaruzzaman yang tertulis dalam khitam Kamaruzzaman.

Sumber : Lombokkita