Kamis, 30 Mei 2013

Ssst... Ada Bekas Lipstik di Kemeja Obama




Bekas lipstik perempuan bisa menjadi masalah bagi seorang pria ataupun suami, apalagi jika bekas lipstik itu menempel di kemeja Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Dalam jamuan makan malam di Gedung Putih, belum lama ini, bekas lipstik berwarna merah terlihat jelas di kerah kemeja Presiden Obama. Bekas bibir perempuan ini tentu sangat berpotensi memicu skandal untuk orang nomor satu di AS ini.

Namun, dengan gaya khasnya yang santai, Obama mengomentari bekas lipstik itu.

"Saya enggak mau ada masalah dengan Michelle," kata Obama sambil tersenyum saat menyebut nama istrinya itu.

Insiden ini muncul dalam Bulan Peringatan Warisan Warga Asia dan Pasifik di Amerika yang dihadiri juara kedua American Idol, Jessica Sanchez, dan bibinya.

Menurut Obama, kedua tamunya itulah yang berbuat "kejahatan" yang berbekas di kerah kemejanya.

"Bekas lipstik ini adalah tanda kehangatan. Saya harus katakan, saya tahu pelakunya," tambah Obama masih sambil bercanda.

"Jessica Sanchez di mana? Ini (bekas lipstik) bukan (milik) Jessica. Ini dari bibinya. Di mana dia? Bibi, oh dia di sana," kata Obama disambut tawa tamu-tamu yang hadir.
 
Sources :
http://internasional.kompas.com/read/2013/05/30/14595771/Ssst...Ada.Bekas.Lipstik.di.Kemeja.Obama

"Bassist" Metallica Kecewa Bas untuk Jokowi Dianggap Gratifikasi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) menunjukkan bas pemberian basis Metallica Robert Trujillo di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013). Jokowi mendapatkan foto dan bas itu dari promotor Metallica. | WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

Penyitaan bas milik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membuat kecewa Robert Trujillo, bassist band Metallica yang menandatangani bas tersebut. Hal itu dikatakan Jonathan Liu, warga negara Amerika Serikat, yang memberikan bas tersebut kepada Jokowi.

"Shenkar dan Robert mengaku kecewa. Mereka tidak setuju bas itu diambil negara karena bas itu bukan gratifikasi," ujar Jonathan kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2013).

Perlu diketahui, Shenkar adalah rekan Jonathan di AS. Ia kerap bermain musik bersama Robert Trujillo, bassist Metallica. Dari kedekatan Shenkar dan Robert, Jonathan, yang penggemar berat Jokowi, berinisiatif memberikan bas dengan tanda tangan asli Robert kepada sang Gubernur.

Jonathan mengungkapkan, personel Metallica memang kerap memberikan alat-alat musiknya, semisal gitar atau bas kepada para penggemar, terutama seusai menggelar sebuah konser musik. Jonathan pun mengakui pemberian alat musik itu murni merupakan hubungan antara sang idola dan orang yang mengidolakan, tidak lebih.

"Robert bilang, saya tidak perlu memberikan gratifikasi, saya sudah terkenal. Shenkar pun demikian. Dia itu sebenarnya lebih terkenal lagi, temannya Bono, Sting, dan Angelina Jolie," tuturnya.

Jonathan turut menyayangkan pemberitaan penyitaan bas oleh KPK tersebut sampai ke media massa di Amerika Serikat. Secara pribadi, Jonathan jadi merasa sungkan dengan Robert karena atas inisiatifnya meminta tanda tangan di bas berujung permasalahan hukum yang serius.

"Yang namanya cendera mata itu jangan terlalu diekspos berlebihan. Sebab, memang dia sering kasih bas, hubungannya idola dengan fans. Saya jadi tidak enak sama Robert karena sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini," sesalnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mendapat sebuah bas merek Ibanez dari Robert Trujillo, bassist band Metallica. Pemberian bas tersebut diumumkan Jokowi tanggal 3 Mei 2013.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono menyebut pemberian bas tersebut mengandung unsur kepentingan yang sarat dengan praktik gratifikasi. Tulisan giving back di bas diartikan KPK mengharapkan balas jasa dari Gubernur. Oleh sebab itu, bas disita oleh negara.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/30/14475196/Basist.Metallica.Kecewa.Bas.untuk.Jokowi.Dianggap.Gratifikasi

Swiss Akhiri Kerahasiaan Bank bagi Rekening AS

Pihak berwenang AS menuduh beberapa bank Swiss terkait penyembunyian rekening nasabah untuk menghindari pajak (foto: dok).

Swiss telah mengambil langkah untuk membantu Amerika menangkap para investor kaya yang menghindari pajak dengan menyimpan uang mereka di rekening-rekening rahasia di bank-bank Swiss.
Pemerintah Swiss hari Rabu mengatakan pihaknya akan memperbolehkan – tapi tidak akan memaksa – bank-bank di Swiss untuk menghindari undang-undang kerahasiaan di negara tersebut dan mengungkapkan nama-nama pemilik rekening warga Amerika itu kepada pihak berwenang Amerika yang menyelidiki kasus-kasus pengelakan pajak.

Dengan bekerjasama, bank-bank tersebut dapat terhindar dari pidana atas dugaan membantu para pengelak pajak tersebut, tetapi masih tetap harus membayar denda kepada pemerintah Amerika.

Parlemen Swiss masih harus mempertimbangkan kesepakatan yang diperkirakan akan diberlakukan dalam beberapa bulan.

Menteri Keuangan Swiss Eveline WIdmer-Schlumpf menyebut kesepakatan itu “solusi yang baik dan praktis” daripada negosiasi berlarut-larut dengan Amerika atas undang-undang kerahasiaan Swiss pada rekening-rekening bank tersebut.

Namun, beberapa anggota parlemen Swiss mengatakan tim negosiasi tunduk pada tuntutan Amerika untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut dan mengajukan keberatan atas hilangnya kerahasiaan itu jika kesepakatan diberlakukan.  

Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/swiss-akhiri-kerahasiaan-bank-bagi-rekening-as/1671097.html

Militan Serang Kantor Palang Merah di Afghanistan

Tentara Afghanistan berpatroli di Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan timur (foto: dok). Militan Taliban menyerang kantor palang merah di kota ini, Rabu 29/5.
 
Pejabat di propinsi Nangarhar, Ahmad Zia Abdulzai mengatakan seorang pembom bunuh diri meledakkan gerbang kantor Komite Palang Merah Internasional, sebelum kedua militan masuk ke kompleks itu hari Rabu (29/5).
Ia mengatakan seorang satpam Afghanistan tewas dalam tembak menembak antara pasukan keamanan dan gerombolan bersenjata itu.

ICRC memastikan serangan itu tetapi tidak memberi rincian lebih jauh.

Pekan lalu militan Taliban menyerang Organisasi Bantuan Internasional bagi Migrasi IOM di ibukota Kabul. Sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan itu – termasuk seorang polisi.

Dalam perkembangan lainnya, serangan terhadap kompleks kantor gubernur di Afghanistan Timur hari Rabu menewaskan sedikitnya enam orang.

Pihak berwenang di Lembah Panjshir mengatakan militan berseragam polisi melakukan serangan di salah satu daerah paling stabil di Afghanistan. Pihak berwenang mengatakan sedikitnya lima militan dan seorang polisi tewas dalam serangan itu.

Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/militan-serang-kantor-palang-merah-di-afghanistan/1671098.html

Rusia Kecam Amandemen Embargo Senjata Uni Eropa atas Suriah

Wakil Menteri Luar Negri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan bahwa keputusan amandemen embargo Uni Eropa secara langsung telah merusak upaya pembicaraan perdamaian yang diprakarsai Rusia dan AS (Foto: dok).
 
Rusia mengecam keputusan Uni Eropa untuk mengamandemen embargo senjatanya terhadap Suriah, dan mengatakan tindakan tersebut akan merusak upaya-upaya konferensi perdamaian yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan di Suriah.
Uni Eropa hari Senin (27/5) sepakat untuk mempertahankan sanksi atas pemerintah Suriah, tetapi mengizinkan pengiriman bantuan senjata kepada oposisi utama Koalisi Nasional Suriah.

Kantor berita Rusia Itar-Tass mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan keputusan tersebut secara langsung merusak prospek bagi pembicaraan perdamaian yang diusulkan Rusia dan Amerika untuk bulan depan, Selasa (28/5).

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry seusai pertemuan untuk membicarakan rencana tersebut di Paris, hari Senin (27/5) mengatakan bahwa mereka tetap mempunyai harapan, meskipun ada tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi dalam menggalang upaya multi-nasional tersebut.

Lavrov menyebut tugas untuk menyelenggarakan konferensi upaya perdamaian itu sangat sulit, tetapi Rusia dan Amerika Serikat akan berupaya untuk dapat mewujudkan prakarsa tersebut. 
 
Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/rusia-kecam-amandemen-embargo-senjata-uni-eropa-atas-suriah/1669707.html

Rusia Kirim Misil ke Suriah untuk Cegah Serangan Asing

Rusia akan tetap mengirim sistem misil antiserangan udara S-300 kepada Suriah (foto: dok).
 
Seorang diplomat senior Rusia mengatakan Moskow berencana mengirim pertahanan udara canggih untuk Damaskus guna mencegah aksi militer asing terhadap pemerintah pro-Rusia di Suriah, yang sedang terlibat dalam perang saudara.
Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan hari Selasa bahwa rencana pengiriman misil antiserangan udara S-300 untuk pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad akan menjadi faktor penstabil bagi negara itu.

Ia mengatakan kepada wartawan bahwa Moskow yakin penjualan misil itu akan mencegah beberapa orang yang disebutnya cepat marah mempertimbangkan opsi mengirim pasukan asing untuk intervensi dalam konflik di Suriah.

Tetapi, Ryabkov tidak memberi indikasi kapan Rusia akan mengirim sistem pertahanan udara itu.

Damaskus menandatangani kontrak pembelian misil itu beberapa tahun silam.
Israel dan Amerika telah mendesak Rusia agar tidak melanjutkan proses penjualan, karena khawatir sistem pertahanan udara itu akan mengancam keamanan Israel dan memperumit aksi militer yang mungkin mereka ambil di Suriah.

Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/rusia-tetap-akan-kirim-misil-ke-suriah/1670001.html

Pemberontak Suriah Serukan Uni Eropa agar Kirim Senjata

Koalisi oposisi Suriah menyerukan Uni Eropa segera menyuplai senjata kepada pasukan pemberontak (foto: dok).

Koalisi utama anti-pemerintah Suriah menyerukan agar Uni Eropa segera menyuplai para pemberontak dengan senjata, menyusul keputusan Uni Eropa untuk mencabut embargo senjata terhadap kelompok-kelompok oposisi negara itu.
Dalam sebuah pernyataan Rabu, Dewan Nasional Suriah mendesak Uni Eropa untuk menyediakan persenjataan khusus bagi para pemberontak untuk menghalau apa yang mereka sebut serangan sengit yang ditujukan ke warga-warga sipil tak bersenjata.

Keputusan Uni Eropa pekan ini mengizinkan negara-negara Eropa menyediakan senjata bagi para pemberontak Suriah yang memang kalah dalam hal persenjataan dibanding pasukan pemerintah. Namun, sejauh ini, negara-negara seperti Inggris dan Perancis, yang mendukung gagasan mempersenjatai oposisi, mengatakan, mereka tidak memiliki rencana untuk melakukannya.

Beberapa negara diyakini menunggu kemajuan yang dapat dicapai dalam konperensi perdamaian yang diusulkan Amerika dan Rusia untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung dua tahun itu.

Menteri Luar Negeri Rusia, Rabu, menuduh Washington merusak usaha pembicaraan perdamaian dengan mendukung apa yang disebut Moskow resolusi sepihak di Dewan HAM PBB.

Sergei Lavrov mengatakan rancangan resolusi itu, yang mengutuk dugaan pemerintah Suriah menggunakan senjata  berat terhadap warganya,  memiliki standar ganda dan akan mempersulit usaha mencari solusi politik.  Dewan HAM PBB dijadwalkan akan memperdebatkan resolusi itu, Rabu.  

Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/pemberontak-suriah-serukan-uni-eropa-kirim-senjata/1670698.html

Kelompok Oposisi Suriah Berselisih




Sekelompok faksi-faksi oposisi yang berbasis di Suriah telah menuduh koalisi oposisi utama di pengasingan gagal mewakili rakyat Suriah. Ini merupakan isyarat mengenai kemelut lebih lanjut di kalangan penentang Presiden Bashar al-Assad.
Empat faksi oposisi mengeluarkan pernyataan hari Rabu, mengancam akan menarik pengakuan atas Koalisi Nasional Suriah (SNC) yang berbasis di Turki, kecuali jika kelompok itu memperluas keanggotaannya hingga mencakup kekuatan-kekuatan revolusioner di dalam Suriah.

Kelompok-kelompok yang berbasis di Suriah menyatakan SNC yang terpecah belah gagal mewakili pemberontakan anti-Assad yang telah berlangsung dua tahun ini di tingkat organisasi, politik dan kemanusiaan.

Pernyataan itu muncul sementara para anggota SNC berupaya keras mencapai kesepakatan mengenai strategi mendatang, meskipun mereka telah mengadakan pertemuan lebih dari satu pekan di Istambul.  

Sumber :
http://www.voaindonesia.com/content/kelompok-oposisi-suriah-berselisih/1670900.html