Tampilkan postingan dengan label Capres 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Capres 2014. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2013

Dunia Pantau Kandidat Capres Indonesia

Ulasan sejumlah media internasional tentang kandidat capres Indonesia 

Negara tetangga ataupun dunia internasional secara umum berkepentingan untuk mengenali karakter calon pemimpin Indonesia mendatang. Banyaknya reportase terkait calon-calon presiden Indonesia oleh media asing menunjukkan hal itu.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan Ignatius Haryanto menyampaikan hal itu, Kamis (26/9/2013), menanggapi surat kabar The New York Times yang pada edisi kemarin mengulas Joko Widodo di halaman muka. 

Sebelumnya, sejumlah tokoh yang dijagokan sebagai calon presiden pada 2014 juga banyak diulas di media internasional, seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, atau Sri Mulyani Indrawati.



”Harus diingat, posisi Indonesia penting baik di Asia Pasifik maupun Asia Tenggara. Peran di dunia internasional juga cukup penting, termasuk dalam skema REDD (pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) untuk masalah lingkungan hidup,” kata Haryanto.

Gita Wirjawan, salah satu peserta konvensi Partai Demokrat, merasakan, banyak negara kini tengah mengamati proses awal pesta demokrasi di Indonesia.

”Indonesia memiliki populasi nomor ke-4 terbesar di dunia, negara dengan sistem demokrasi terbesar setelah AS dan India. Dari sisi ekonomi, kekuatan ekonomi kita berada pada nomor ke-15. Mustahil rasanya kalau ada yang menganggap Indonesia tidak penting,” kata Gita, yang juga Menteri Perdagangan itu.

Pemerintah asing dan pengusaha memiliki kepentingan melindungi investasinya di Indonesia. Mereka tak hanya berharap pada kesinambungan, tetapi juga adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

Tampilnya beberapa nama-nama, seperti Jokowi, Sri Mulyani, hingga Prabowo Subianto, menurut Gita, memberi makna baru terhadap posisi Indonesia. ”Bagus. Karena mereka memberi citra, mem-branding Indonesia,” katanya.
Pengaruh tidak signifikan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, wajar kalau pers dunia menyorot politisi Indonesia. ”Tentunya media asing ingin dapat pemahaman tentang politik luar negeri,” ujarnya.

Beberapa kali media internasional juga menanyakan kepada Prabowo soal investasi, kebijakan luar negeri, sampai soal kebijakan tentang keamanan. Hal ini, menurut dia, tidak lepas dari kepentingan negara-negara itu terhadap Indonesia.

Menurut Fadli, pemuatan oleh media asing itu tidak signifikan. Apalagi, pemuatan oleh media asing kerap kali tak sesuai dengan kenyataan dan punya bias-bias tertentu. ”Yang penting orientasi dan keinginan rakyat Indonesia,” katanya.

Lalu Mara, juru bicara Aburizal Bakrie, menanggapi dingin reportase tentang Jokowi di The New York Times. ”Biasa saja. Dulu juga Pak Ical ditulis The New York Times. Malah banyak media asing lain yang wawancara jauh sebelum Pak Jokowi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menuturkan, ketika kepemimpinan dan gaya Jokowi mendapat perhatian internasional, ini menjadi kondisi positif ke depan agar Indonesia lebih banyak tampil membawa spirit kepemimpinan Indonesia sebagaimana diperjuangkan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri. Pengakuan dunia internasional itu akan semakin melengkapi diplomasi yang telah dijalankan. 


Rabu, 11 September 2013

Abraham Samad calon wapres ideal untuk Jokowi?

abraham samad.
Belakangan nama Abraham Samad sempat mencuat untuk disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam bursa Capres 2014 mendatang. Awalnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut hanya memberikan pidato soal maraknya praktik korupsi di Indonesia kepada peserta Rakernas PDIP beberapa waktu yang lalu. Namun dalam pidatonya, dia sempat menyebut nama serta memuji Jokowi karena bisa menjadi contoh yang bagus untuk DKI Jakarta.

Pidato Abraham Samad yang menggelora ini seketika langsung mendapat tepuk tangan dari kader PDIP. Bahkan banyak terdengar teriakan jika Abraham cocok bila disandingkan dengan Jokowi di Pilpres 2014. Akankah mereka dipasangkan di Pemilu 2014 mendatang?

Pengamat Politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, mengatakan bahwa Jokowi dan Abraham merupakan pasangan yang bagus jika bisa disandingkan. Sebab, menurutnya mereka adalah pasangan yang saat ini relatif bersih dan terbilang masih muda jika mau terjun di ranah politik. Apalagi jika disandingkan dengan Jokowi yang saat ini tengah naik daun. Akan tetapi Arya menilai bahwa kemungkinannya masih sangatlah kecil.

"Dari segi kemungkinan, kecil kemungkinannya Samad akan menjadi Cawapres Jokowi, apalagi di tahun 2014 mendatang Samad masih ingin menjabat sebagai ketua KPK," kata Arya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/9).

Menurut Arya, Samad yang saat ini masih menjabat sebagai ketua KPK seharusnya bisa sadar diri untuk menghindari sentuhan dengan partai politik lantaran bisa mempengaruhi profesionalitas kerjanya dalam penanganan korupsi. Apalagi jika masuk di bursa capres itu sangatlah berdekatan dengan dunia politik.

"Memang sebaiknya Samad fokus di KPK sampai akhir masa jabatan dan menghindari komunikasi intens dengan partai, karena itu akan mempengaruhi kinerjanya," ujarnya.

Selain itu, Arya menambahkan bahwa tidak seharusnya Samad meninggalkan KPK sebelum kasus-kasus lamanya bisa selesai. Salah satunya adalah kasus besar seperti Century. Samad tak bisa begitu saja meninggalkan KPK sebelum kasus itu tuntas.

"Apalagi Samad pernah berjanji akan selesaikan kasus-kasus besar seperti Century dan lain-lain. Itu yang harus kita tagih," imbuh Arya.

Selasa, 10 September 2013

Ketika jenderal Cikeas menantang Jokowi

Pramono Edhie Wibowo hadiri undangan Konvensi Capres Demokrat.
Setelah ditetapkan sebagai salah satu peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo langsung bergerilya menyapa masyarakat. Meski menyadari popularitasnya masih rendah, ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) sudah berani menantang Joko Widodo ( Jokowi ).

"Kalau aku takut ngapain aku susah-susah, perkara Jokowi populer tidak ada salahnya," ujar Pramono dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, kemarin.

Sehari sebelumnya dalam acara sepeda santai di Desa Pasir Rukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Pramono juga menegaskan tak gentar melawan Jokowi yang kemungkinan bakal dimajukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Kalau kita berperang enggak yakin, jangan perang nanti kalah. Kalau ga ada harapan semua selesai, kalau ga ada harapan di rumah aja," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Tidak hanya berani melawan Jokowi , mantan Kepala Staf TNI AD itu juga menyinggung kegiatan blusukan yang kerap dilakukan Jokowi . Menurut Pramono, dia lebih dulu blusukan ketimbang Gubernur DKI Jakarta itu.

"Kalau Pak Jokowi , maaf, mungkin baru blusukan, tapi itu bagus," kata Pramono.

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, sudah blusukan sejak berpangkat letnan. "Kalau tentara blusukan ga cari massa tapi matok kompas, dan blusukan benar, kotor semua," kata purnawirawan jenderal itu sambil tertawa.

Soal Konvensi, Pramono Edhie juga tidak ambil pusing terhadap sejumlah pendapat yang menyebut dia adalah jago Cikeas dalam penjaringan pencarian capres tersebut. Pramono tidak memungkiri bahwa dia adalah adik Ibu Negara Ani Yudhoyono alias ipar SBY , Ketua Umum Partai Demokrat.

"Sejak Pangkostrad, Danjen Kopassus, memang saya saudaranya SBY , saya tidak pungkiri," kata Pramono yang kebetulan juga tinggal satu desa dengan SBY , Cikeas.

Soal anggapan miring sejumlah pihak bahwa sebagai kerabat SBY dia pasti memenangi Konvensi, Pramono hanya berpikir positif.

"Ya ambil positifnya aja kalau begitu, alhamdulillah. Tapi dibilang ada kepura-puraan (dalam Konvensi) kepura-puraan pasti akan terbongkar," katanya.

Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan, membantah Pramono adalah titipan keluarga SBY alias Cikeas. Dia menjamin Konvensi akan berjalan adil bagi semua peserta.

"Tidak ada, tidak ada direkomendasikan, tidak ada yang dititipkan," Syarief di Gedung DPR, kemarin.

Menurut Syarief, semua calon peserta konvensi diberikan peluang yang sama untuk menjadi pemenang. "Partai Demokrat memberikan kesempatan kepada semua calon. Dipersilakan peserta Konvensi berkomunikasi dengan rakyat," ujarnya.

Senin, 02 September 2013

Ahok ingin Jokowi tetap jadi bemper di DKI & tidak nyapres

Ahok dan UMKM.
Selama ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) selalu menempati urutan pertama dalam survei Capres. Hal ini membuat pria asli Solo tersebut memiliki peluang tinggi dibanding Capres-capres lainnya.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi Jokowi sebagai Capres 2014 dari PDIP yang merupakan partai yang menaunginya. Padahal sudah banyak partai yang meliriknya atau mencoba mendekati Jokowi agar maju sebagai Capres pada Pilpres Tahun depan.

Ternyata, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih senang jika Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur hingga 2017. Sebab, jika ada persoalan yang membutuhkan keputusan tidak harus dengan dirinya melainkan ke pucuk pimpinan yakni Gubernur.

"Saya belum makan durian. Ya saya harus makan durian dulu. Tapi saya ingin beliau bertahan. Ya enak, kan Pak Jokowi bisa jadi bemper, Ya kalau ada nanya apa-apa kan tinggal bilang tanya ke gubernur," jelas Ahok sembari tertawa di Balai kota Jakarta, Selasa (3/9).

Ahok pun membantah ketika Jokowi telah berpamitan pada dirinya untuk maju sebagai Capres. Sebab, isu yang beredar sejak Mei lalu Jokowi secara pribadi sudah berpamitan dengan Ahok.

"Enggak, enggak ada," katanya singkat.

Namun, Ahok tidak menyatakan membantah jika Jokowi akan maju Capres 2014. Bahkan, saat ditanya akan duet dengan Jusuf Kalla (JK), Ahok tidak bisa menjawab.

"Ya wallahu alam. Saya no comment enggak mau komentar," tegasnya.

Politisi Gerindra ini juga mengaku tidak suka jika elektabilitas Jokowi lebih tinggi dari pimpinan partainya, Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo merupakan Capres yang diusung partai Gerindra beberapa periode.

"Bagus dong, kalau enggak maju sih enggak masalah," ucapnya.

Minggu, 28 Juli 2013

Demi nyapres, Wiranto ngiklan Rp 3 miliar per hari

hanura wiranto.
Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto membeberkan strategi partainya yang berupaya memenangkan Pemilu 2014 mendatang. Salah satunya, mesti mengiklan di lima televisi dalam sehari meski harus mengeluarkan kocek senilai Rp 3 miliar.

Pria kelahiran Yogyakarta 4 April 1947 ini merinci, untuk iklan selama 30 detik seharga Rp 60 juta dikali lima stasiun televisi dengan 10 kali tayang setiap harinya. Menurut Wiranto, publik harus kenal dirinya dan cawapresnya, Hary Tanoesoedibjo atau biasa disapa HT.

"Masyarakat harus mengenal saya dan Pak Hari Tanoe melalui televisi. Cara tersebut paling efektif untuk mengkomunikasikan deklarasi saya sebagai Capres dari Hanura," ujar Wiranto, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (28/7) malam.

Selain iklan, Wiranto mengatakan, bergabungnya HT dari Ormas Perindo ke partainya merupakan bagian dari strategi untuk menghadapi Pemilu 2014.

"Bergabungnya Perindo ke Hanura ibarat mergernya dua perusahaan untuk memenangi persaingan bisnis. Ini juga bukan tiba-tiba bergabung. Perlu negosiasi yang panjang. Ini bagian dari strategi," katanya.

Terakhir, mempertahankan citra partainya sebagai partai yang bersih dan bebas dari korupsi. "Hanura itu terbukti sebagai partai bersih dan bebas korupsi. Ada tiga lembaga yang sudah mengakui partainya sebagai partai paling bersih dan bebas korupsi. Salah satunya adalah ICW (Indonesia Coruption Watch). Ini sebagai modal utama yang bisa kita gunakan untuk berjualan," tegasnya.

Dalam kunjungannya ke Kota Solo, Wiranto melakukan konsolidasi kader dan Caleg Hanura di Jateng dan DIY. Usai konsolidasi, Wiranto juga menghadiri acara berbuka puasa dengan ratusan anak yatim dan pengayuh becak di Taman Sriwedari.

Rhoma Irama dan Prabowo hadiri peresmian pesantren ketum PBNU

KH Said Aqil Siradj.
Segenap pejabat dan politisi menghadiri peresmian Pesantren dan Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah di Jalan Kahfi II, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pesantren ini didirikan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Di antaranya adalah Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua DKPP Jimly Asshidiqie, Menteri Perumahan Djan Faridz, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Wamenhan Safri Syamsudin, anggota BPK Ali Masykur Musa, Khatib Syuriah PBNU Malik Madani, dan pejabat publik lainnya.

Tak ketinggalan, Raja Dangdut Rhoma Irama turut hadir dalam acara ini. Rhoma hadir dengan mengenakan baju koko putih dilengkapi sorban. Sedangkan Hatta Rajasa mengenakan pakaian batik warna biru dengan peci hitam.

"Tadi sore Pak Prabowo Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sudah datang. Pak Jokowi belum ada kabar," ujar salah satu panitia acara di lokasi, Jakarta, Minggu (28/7).

Adapun yang rencananya memberikan tausiah atau ceramah pada peresmian pesantren dan madrasah ini adalah Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

Perlu diketahui, pesantren dan madrasah ini dirintis oleh Said Aqil tahun 2011 kemarin. Dengan area luas tanah sebesar 8.000 meter persegi.

Pada tahun 2013 ini, pembangunan telah selesai dan di tahun yang sama akan dimulai proses belajar mengajar.

Madrasah yang setingkat dengan SMU ini berbasis NU dengan beragam macam keunggulan. Seperti Tahfizul Quran, bimbingan konseling, muhadharah, aswaja learning program dan keunggulan lainnya.

Berpasangan dengan Jokowi, Yusril nunggu restu Megawati

Yusril-Jokowi.
Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyatakan sudah berkomunikasi terkait Pilpres 2014 dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Menurut Yusril, dirinya tinggal menunggu restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Namun pembicaraan itu baru sekadar obrolan, karena Jokowi belum berbicara dengan internal PDI Perjuangan. Kami belum tahu bagaimana sikap PDI Perjuangan. Kami masih menunggu (restu) dari Bu Mega," kata Yusril di sela acara Silaturrahim Kebangsaan bersama Yusril Ihza Mahendra, di Jakarta seperti dilansir Antara, Minggu (28/7).

Namun Yusril enggan menjabarkan secara rinci komposisi ketika berpasangan dengan Jokowi dalam Pilpres 2014. "Soal posisi nomor satu (presiden) dan nomor dua (wapres), hal itu juga masih dalam tahap pembicaraan," katanya.

Dalam acara tersebut, hadir mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Burzah Sarnubi dan mantan Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Hamdan Zoelva yang saat ini menjadi Hakim Konstitusi.

Burzah mengatakan, Yusril cocok jika berpasangan dengan Jokowi pada pemilu presiden 2014. "Yusril ahli tata negara yang mumpuni, sedangkan Jokowi memiliki pengalaman memimpin daerah," kata Burzah.

Dia menegaskan, jika Yusril Ihza Mahendra berpasangan dengan Joko Widodo memimpin bangsa Indonesia ke depan, maka dapat membangun jalan yang lurus sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa. "Bangsa ini sudah keluar dari konstitusi baik secara politik maupun ekonomi," katanya.

Burzah mengharapkan, agar memimpin nasional mendatang dapat mengembalikan garis kebijakan politik dan ekonomi kembali kepada UUD 1945.