Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

Skyrunner; darat bisa, udara OK

Sebuah perusahaan di Inggris merancang Skyrunner, mobil terbang yang memiliki kecepatan seperti Porsche dan bisa mengudara.

Seperti dikutip dari Mailonline, The Skyrunner disebut sebagai "setengah buggy setengah pesawat terbang".

Mesinnya menggunakan  Ford Ecoboost 1.000 cc tapi  mampu menghasilkan tenaga 123 tenaga kuda pada torsi 147lb/ft, yang memberikan akselerasi 0-100km/jam dalam waktu 4,3 detik, serupa dengan kekuatan dari Porsche 911.

Kendaraan ini bisa mengudara dengan kecepatan sekitar 80 km/jam. The Skyrunner berpindah dari buggy menjadi pesawat terbang dalam waktu tiga menit dan bisa mendarat di lapangan, lapangan rumput, atau pantai terpencil.

Untuk mengudara, kendaraan ini menggunakan teknologi paralayang yakni parasut besar seperti sayap yang mampu terbang hingga ketinggian 4.500 meter lebih. 

Ketinggian terbang yang diperbolehkan adalah hingga 3.000 meter, atau ketinggian yang biasa digunakan untuk kegiatan paralayang.

Para pencipta Skyrunner mengklaim kendaraan ciptaan mereka menghabiskan 1 liter BBM untuk setiap 22 km yang berarti jarak tempuhnya 680 km. Jika mengudara, jarak tempuhnya hanya 274 km.

Kendaraan ini didesain oleh perusahaan Gilo Industries berbasis di Semley, Dorset.
Skyrunner bisa dikemudikan oleh mereka yang punya SIM ditambah pelatihan selama 12 jam dengan instruktur terbang.

"Bayangkan, dengan SkyRunner mengemudi kendaraan segala medan bisa dikonversi dari jalan darat ke udara hanya dalam waktu tiga menit, mimpi tersebut kini jadi nyata," kata Stewart Hamel, pendiri serta CEO SkyRunner.

Mesin ini akan melakukan debut pertamanya dalam Fort Lauderdale International Boat Show di Florida, Amerika Serikat.

Harga kendaraan ini diperkirakan mencapai 75 ribu pound sterling (sekitar Rp1,35 miliar) dan akan mulai dikirim ke pemesan awal tahun depan. 

Sumber : Antaranews

Mobil jenazah ini bermesin jet

Mobil jenazah Maddoxjets punya keistimewaan; beratnya hanya sekitar 150 kg dan bisa melesat dari posisi diam ke 100km/jam dalam waktu 9 detik.

Penemu Robert Maddox menciptakan kendaraan yang  didukung oleh mesin pulsejet, dan berencana untuk menjual desainnya.

Sebelumnya penemuan Maddox adalah skateboard jet Acme dan sepeda bertenaga jet Topan 50.

"Ini jelas satu-satunya mobil jenazah bermesin jet dengan pulsajet," jelas Maddox yang dikutip dari laman dailymail.

Ia menambahkan, bahwa  ia menyetir mobil tersebut hingga 100 km/jam namun  tidak 'berani' untuk lebih cepat, ia mengakui memiliki kesulitan bernapas ketika mengendarainya.

Kendaraan itu terbuat dari kayu dengan bagian bawah pipa baja dan Maddoxjets Thrust Super Dragon dipasang di bawah kursi pengemudi.

Tangki bisa memuat lima galon BBM sedangkan di kokpit terdapat tiga tombol yaitu saklar di kiri untuk aliran udara ke mesin dan dua tombol lainnya untuk kendali bahan bakar  sekaligus kekuatan mesin.

Sumber : Antaranews

Sabtu, 26 Oktober 2013

Land Rover Produksi Range Rover Sport Hybrid

Pabrikan mobil asal Inggris, Land Rover, dikenal bukan sebagai produsen mobil "hijau" terbaik di dunia. Namun, anggapan itu akan berakhir sehubungan dengan rencana mereka memproduksi kendaraan hybrid. Demikian berita ini ditulis Leftlinenews.com, Rabu (9/12/2009).

Land Rover memamerkan teknologi hybridnya yang dinamai Electric Rear Axle Drive (ERAD) ini pertama kali pada London Motor Show 2008. Kabarnya, pengetesan final produk tengah dilakukan tahun depan. Mengutip majalah Autocar, pabrikan akan menggunakan model Range Rover Sport 2010 untuk produk tersebut.


Rencananya, sistem hybrid Land Rover sama seperti Toyota Prius yang menganut paralel. Adapun mesinnya berkapasitas 3,0 L diesel V6 dengan motor listrik berkekuatan 25kW. Saat baterai terisi penuh, Land Rover ini bisa menempuh jarak sejauh 35 km. Pihak pabrikan mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar lebih hemat 70 mpg. 

Kelebihan dari Range Rover Sport Hybrid ini, meski menggunakan motor listrik, ia bisa menaklukkan medan offroad dengan menggunakan mesin bensin. Sistem ERAD didesain dengan kemampuan dasar kendaraan off-road, seperti melibas kondisi medan berat dengan putaran bawah yang kuat. Jika memang benar bahwa tes akan dilakukan pada 2010, maka artinya mobil ini sudah mulai dipasarkan pada 2012.

Sumber : Kompas

"Goodbye" Land Rover Defender

Siapa yang tak kenal Land Rover Defender, kendaraan tahan banting di segala medan bikinan Inggris? Setelah 61 tahun meramaikan belantika pasar otomotif dunia dengan menyodorkan berbagai model, pihak pabrikan akan menghentikan produksi sport utility vehicle (SUV) yang punya bentuk khas kotak ini pada 2013. 

Penghentian produksi, menurut Managing Director Land Rover Phil Popham kepada GoAutoNews, tak lain karena desakan global, terutama berkaitan dengan kandungan emisi, dan juga tuntutan terhadap desain kendaraan yang ramah pejalan kaki (pedestrian-friendly). Dengan ini, mereka harus merombak total rancangan khas Defender yang punya ciri serba kotak sejak pertama diproduksi pada 1984. 


Phil menjelaskan, Defender yang baru nanti akan memiliki kemampuan lebih dari sekadar kendaraan tangguh. Namun pastinya, bentuk itu akan jauh dari bentuk SUV "cantik" zaman sekarang, dan tetap memiliki tenaga off-road yang kuat. 

"Kami akan benar-benar mengembangkan sisi ketahanan dan kepraktisannya. Bagi kami, itu merupakan inti utama dari identitas Defender. Merek Land Rover selama ini melekat dengan kata-kata kekuatan, bentuk serba kotak, dan kebal ala Defender (nama model)," papar Phil 

Penjualan mulai dihentikan beberapa tahun lalu setelah Hyundai mulai menjual mobil untuk pertama kali di Amerika Serikat (AS) dan sebelum GM menciptakan merek Saturn. 

Nah, bagi pencinta Defender di Indonesia, produk Anda akan menjadi barang antik nantinya.

Sumber : Kompas

Pingin Beli Mobil? Tunggu, Ada Mobil Terbang Lho

Terafugia, sebuah perusahaan teknologi yang berkedudukan di Boston, AS, telah menciptakan sebuah mobil yang bisa terbang. 

Carl Dietrich, CEO Terafugia, mengatakan, perusahaan sudah siap mulai memproduksi mobil terbang, tetapi karena di saat yang sama AS sedang dilanda krisis keuangan global, terpaksa keinginan memproduksi mobil terbang secara massal ditunda dahulu.

Ide kreatif membuat mobil terbang sebenarnya sudah cukup lama, seumur cerita kartun Jetsons, tetapi ini bukan lagi cerita kartun, memiliki mobil terbang benar-benar menjadi kenyataan. 


Pada bulan Agustus tahun lalu, Terafugia telah membuktikan dengan merilis prototipe terbaru. Berbagai tes dilakukan dan menuai sukses. Sejak itu tim kemudian menyempurnakan desain dan menyiapkan mobil terbang ini agar bisa diproduksi massal dan dinikmati konsumen. 

"Saya jamin, desain mobil terbang yang terbaru, jauh lebih seksi dan menarik dibandingkan prototipe mobil terbang sebelumnya," ungkap Dietrich. 

Menurut Carl Dietrich, CEO Terafugia, harga mobil terbang ini masih terjangkau sehingga layak untuk diproduksi secara massal. 

"Harga mobil ini sekitar 200.000 dollar AS, atau Rp 1.831.200.000. Hanya seharga sebuah Lamborghini. Namun, pilihan ada pada Anda. Jadi, sebelum Anda memutuskan membeli sebuah Lamborghini, mengapa Anda tidak memikirkan sebuah mobil dengan desain seksi, yang bebas macet dan bisa diajak terbang?" katanya. 

Dietrich mengatakan, saat sudah banyak orang menghubungi yang memesan mobil terbang. Menurutnya, mobil terbang memiliki pasar yang potensial di masa depan. 

"Di Amerika Serikat saja ada lebih dari 5.000 bandara. Sebagian besar dari bandara ini memiliki fasilitas persewaan parkir susun untuk mobil atau taksi, termasuk parkir pesawat pribadi. Mobil terbang desain kami tidak akan menimbulkan masalah."

Sumber : Kompas

Mobil Terbang Dibanderol Rp 1,7 Miliar, Mau?

Inilah solusi mujarab untuk mengusir kemacetan di kota-kota besar, seperti Jakarta atau Surabaya. Sebuah perusahaan teknologi di Woburn, Massachusetts, Amerika Serikat, tahun ini bakal memproduksi mobil terbang secara massal.

Mobil terbang itu dinamai Transition. Di Amerika, barang seharga Rp 1,7 miliar itu sudah ludes dipesan meski produknya belum jadi. Harga itu tentu saja tak terlalu mahal buat segelintir orang kaya di Indonesia, mengingat banyaknya mobil mewah berseliweran di Jakarta. Transition sanggup membawa dua orang. Kecepatannya sekitar 185 km per jam saat di udara.

Transition saat mengembangkan sayapnya
Untuk tinggal landas, Transition membutuhkan jarak ancang-ancang sekitar 520 meter, tetapi hanya perlu beberapa ratus meter untuk mendarat. Perubahan dari mode darat ke mode terbang pun bisa dilakukan cukup dengan menekan satu tombol di kabin.

Baling-baling yang digunakan saat mode terbang akan tersimpan dan terkunci aman ketika sedang menggunakan mode darat. Untuk menyimpannya, tidak butuh ruang sebesar hanggar. Transition dapat disimpan di garasi rumah karena sayapnya dapat dilipat.

Dengan dimensi tinggi 2,1 meter, lebar 2 meter, dan panjang 5,7 meter setelah dilipat, Transition jadi lebih kecil dibandingkan SUV ukuran besar, seperti Cadillac Escalade atau Lincoln Navigator. Namun, tidak sembarang orang bisa memesan kendaraan ini. Syaratnya, harus punya lisensi pilot. Mau test drive? Silakan lihat dulu situs pabriknya atau lihat videonya di YouTube.

Sumber : Kompas

Jelajahi London-Timbuktu dengan Mobil Terbang

Seperti khayalan yang menjadi kenyataan, seorang penjelajah Inggris akan memecahkan rekor pengembaraan dari London hingga Timbuktu menggunakan mobil terbang. Ekspedisi selama 42 hari itu akan menyelesaikan perjalanan sejauh 6400 kilometer.

"Saya suka banyak hal dan berpikir ini akan menjadi tantangan yang menarik. Apalagi Timbuktu yang merupakan tempat yang ikonik dan nyentrik," ujar Neil Laughton, yang sudah menaklukkan semua gunung tertinggi di tujuh benua dan kutub utara. Salah satu kota di Mali, Afrika barat itu memang terkenal nuansa misteriusnya.

Dengan kendaraan yang khsusu didesain untuk misi ini, Laughton akan melintasi Perancis, Spanyol, dan Moroko sebelum mencapai Gurun Sahara sebagai pintu masuk ke Mali melalui Mauritania. Ia juga harus terbang di atas Selat Gibraltar sejauh 14 kilometer untuk menyeberang ke Afrika dan berencana terbang melintasi Pegunungan Atlas di Maroko.

Skycar diklaim sebagai kendaraan terbang dengan bahan biofuel pertama di dunia.
Dalam tantangan kali ini, ia tidak sepenuhnya melayang di udara dalam. Perjalanan tersebut diselingi jalan darat menggunakan kendaraan yang sama. Kendaraan yang digunakannya memang didesain dapat terbang maupun berjalan di permukaan tanah sesuai kebutuhan.

Kendaraan beroda empat yang diberi nama Skycar yang akan dipakainya didesain seorang perancang muda bernama Gilo Cardozo. Kendaraan tersebut dilengkapi sayap yang dapat diatur di kanan kirinya, kipas besar di belakang, dan parasut yang biasa dipakai untuk paragliding. Cardozo pernah merancang paraglider bermesin yang dipakai untuk mengitari puncak Gunung Everest tahun 2007.

Untuk mengubah dari kendaraan darat menjadi kendaraan udara, Skycar hanya butuh waktu tiga menit. Saat take off, pengemudi mengembangkan sayap. Dengan kecepatan hanya 70 kilometer perjam dan landasan sejauh 200 meter, Skycar sudah dapat melayang saat parasut paragliding dikembangkan. Di udara, kendaraan tersebut dapat bergerak dengan kecepatan 180 kilometer perjam.

Konsepnya pun benar-benar ramah lingkungan dengan bahan bakar biofuel. Saat di udara, pengemudi menggunakan pedal untuk mengendalikan arah terbangnya sambil mengubah-ubah sudut kemiringan sayapnya. Jika terjadi kondisi darurat tersedia parasut cadangan sehingga kendaraan dapat jatuh dengan aman di daratan.

"Inspirasinya datang dari kesadaran bahwa kita dapat mengemudi dan kita dapat terbang, jadi mengapa tidak melakukannya bersamaan? Masalahnya pada teknologi sayap, yang saya kira teratasi pada Skycar," ujar Cordozo. Setelah sukses dengan ekspedisi ini, Cordozo berencana menjualnya secara komersial dengan hraga 50.000 poundsterling per unitnya.

Sumber : Kompas