Tampilkan postingan dengan label PBNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBNU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2013

Ketua PBNU: Ada pihak yang mendesain konflik Mesir

KH Said Aqil Siradj.
Ketua PBNU Said Aqil Siradj menduga ada pihak lain yang ikut campur dalam konflik di Mesir. Said tak ingin menunjuk hidung meski santer di kalangan muslim Timur Tengah, pihak Barat berada dibalik konflik tersebut.

"Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi yakin ada pihak luar yang mendesain," ujar Said Aqil usai meresmikan Pesantren Al-Tsaqafah di Jakarta, Minggu (28/7).

Negara Mesir, kata Said, adalah negara Islam yang memiliki kebudayaan yang sudah tua dan dewasa. Namun, negara tersebut runtuh akibat konflik antar saudara. "Kita semua sedih, kecewa dan menangis. Mesir negara Islam tua," ungkapnya.

Menurut Said, Indonesia pernah terpuruk oleh konflik di tahun 1998. Meski terjadi kerusuhan, Said menegaskan, Indonesia masih lebih baik dibanding Mesir.

"Indonesia Alhamdulillah jauh lebih baik. Ketika krisis tahun 1998, korban pasti ada tapi dibanding Mesir kita lebih baik," tandasnya.

PBNU: Saya dukung FPI dibubarkan

FPI.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj mendukung Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Sebab, ormas asuhan Habib Rizieq yang mengatasnamakan Islam itu hanya memberikan rasa takut bagi umat.

"Saya setuju FPI dibubarkan dan semua kelompok yang mengatasnamakan Islam lalu memberi rasa takut, dibubarkan saja. Sudah sejak lama saya memberi masukan ke Presiden SBY. Dulu-dulu presiden hanya diam, dan sekarang saja mulai merespon," ujar Said dalam peresmian Pondok Pesantren Al-Tsaqofaf di Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

Said mengatakan seharusnya penyebaran Islam harus dengan cara santun, bukan dengan kekerasan. Jika syiar Islam dilakukan dengan kekerasan, maka tidak akan bertahan lama.

"Islam keras tidak akan bertahan lama di Indonesia," kata Said.

Sedangkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang hadir dan didaulat meresmikan Pesantren Al-Tsaqofah, mendukung dikembangkannya pendidikan pesantren. Hatta menilai pesantren sanggup menjawab kebutuhan penciptaan penerus bangsa.

"Pesantren tidak sebatas mengaktualisasi bangunan tradisional, akan tetapi memiliki metode pengajaran yang mengedepankan pendekatan sosial spiritual," kata Hatta.