Tampilkan postingan dengan label Piala AFF 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala AFF 2013. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

Ini sosok di balik kata 'jebret' saat Timnas U-19 juara AFF

Valentino Simanjuntak
Ada yang menarik di balik kemenangan Timnas Indonesia meraih Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) U-19, tadi malam. Jika menyaksikan pertandingan itu di televisi, maka kata 'jebret' akan akrab di telinga pemirsa sepanjang pertandingan maupun saat drama adu penalti yang berakhir 7-6 untuk Garuda Muda.

Valentino Simanjuntak, adalah host yang membawakan pertandingan final Indonesia versus Vietnam dan mempopulerkan kata 'jebret' setiap tendangan Evan Dimas cs mengarah ke gawang Vietnam yang dijaga Le van Truong. Pria asal Sumatera Utara ini mengaku kata 'jebret' mengalir secara spontan.

"Sebenarnya kata 'jebret' itu sudah saya sering ucapkan saat pertandingan Indonesia lawan Malaysia, tetapi saat gol saja. Pada saat final memang kata itu sering saya ucapkan setiap tendangan pemain Indonesia ke gawang Vietnam. Jujur itu spontanitas saja," ujar pria yang akrab disapa Valen ini kepada merdeka.com, Senin (23/9).

Menurut Liverpudlian ini, dirinya diberi arahan dari stasiun televisi untuk mengeksplor selama pertandingan tersebut dengan ciri khas. Namun, ada batasan tak boleh menyebut kata yang mengandung rasis dan jorok.

"Saya sih mengeksplorasinya seperti saya menonton pertandingan final itu sendiri. Pastinya kalau kita nonton sendiri, banyak kata yang kita ucapkan. Nah, keluar deh kata 'jebret'," ujarnya sambil tertawa.

Dirinya tak menyangka dengan respons kata 'jebret' tersebut, bahkan banyak yang mention terkait kata tersebut di akun twitter pribadinya @radotvalent. Selain itu mereka juga mengomentari soal kata-kata pahlawan dari Soekarno hingga Raden Adjeng Kartini.

"Banyak yang mention di twitter saya soal 'jebret' itu. Responnya sih, 80 persen positif dan 20 persen negatif. Saya juga mengutip kata-kata pahlawan, biar kita ingat pada sejarah. Yang penting, Indonesia menang," tutupnya.

SBY bangga Timnas U-19 juarai Piala AFF U-19

Timnas Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian prestasi Timnas U-19 yang berhasil menjuarai Piala AFF U-19.

"Alhamdulillah Indonesia menang dalam pertandingan sepak bola Piala AFF U-19. Saya menyaksikan jalannya adu penalti dari Palembang," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono di Palembang, Senin (23/9) seperti dilansir Antara.

Kepala Negara bersyukur atas capaian tersebut dan memuji penampilan para pemain Garuda Muda. "Saya bersyukur. Saya bangga. Terima kasih para pahlawan sepak bola U-19. Anda semua telah mengharumkan nama Indonesia," tegas Presiden.

Dalam partai final Piala AFF U-19 di Stadion Sidoarjo, timnas Indonesia mengalahkan timnas Vietnam 7-6 melalui drama adu penalti setelah sebelumnya selama dua babak dan tambahan waktu pertandingan keduanya bermain imbang 0-0.

Roy Suryo telepon timnas U-19, baru nyambung tengah malam

Timnas Indonesia juara Piala AFF U-19.
Timnas Indonesia tadi malam menjadi jawara dalam ajang Piala AFF U 19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Kebanggaan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali Menpora Roy Suryo .

Bahkan, untuk meluapkan kegembiraannya, Roy menelepon satu per satu skuad Timnas U 19 yang telah mengharumkan nama bangsa, tadi malam.

"Alhamdulillah, saya langsung telpon, tidak sambung pada saat kemenangan. Baru tengah malam saya bisa kontak," kata Roy Suryo , Senin (23/9).

Roy mengaku tidak sempat nonton final yang mendebarkan antara Timnas Indonesia dan Vietnam semalam, lantaran ada acara pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang.

"Tapi saya mengikuti terus menit per menit dan sempat ketika perpanjangan waktu. Ketika adu penalti, saya di Jakabaring sempat bilang ke presiden, posisinya 0-0," cerita Roy Suryo .

Roy menambahkan, Presiden sempat menitipkan pesan dan mendoakan semoga timnas menang. "Kalau pengurusnya rukun pasti prestasinya baik. Setelah itu, kita nonton bareng dengan panitia ISG," imbuhnya.

Roy: Pemain naturalisasi ngetop setahun, lalu jadi bintang iklan

PSSI.
Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo berharap kesolidan Tim Nasional Sepak Bola U-19 terus dijaga setelah memenangkan Piala AFF. Di sisi lain, Roy juga menolak melanjutkan program naturalisasi pemain asing.

"Makanya pesan saya mereka harus solid. Jaga soliditas mereka agar tidak mudah diambil atau ada yang cepat mengkarbit di antara mereka. Saya sangat setuju ketika mereka setelah hari ini istirahat dulu 1-2 hari, baru besok persiapan untuk AFC. Saya juga cari waktu untuk bisa bicara kepada mereka sekaligus memberikan harapan dan ucapan terima kasih dari pemerintah dan masyarakat. Ini kemenangan bersama," kata Roy di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/9).

Soal naturalisasi, pengganti Menpora Andi Mallarangeng ini menegaskan, sejak awal bertugas dirinya berupaya mengurangi program naturalisasi terhadap pemain asing.

"Saya mencoba mengurangi naturalisasi atau bahkan memberhentikan naturalisasi karena anak-anak Indonesia itu luar biasa. Anak-anak kita yang di Swedia (U-14) bahkan mereka masuk ke final. Kalah karena adu penalti," ujar Roy.

"Saya percaya, Indonesia punya potensi kok kalau dibina dengan baik. (Pemain) naturalisasi itu hanya ngetop 1-2 tahun saja, setelah itu jadi bintang iklan, belum lagi kasus-kasus, karena mereka merasa sudah menjadi superstar dan tidak ada efeknya bagi teman-teman yang lain," papar mantan anggota Komisi I DPR ini.

Roy mengibaratkan pemain bola sebagai ikan di dalam sebuah kolam. "Kita lebih baik melatih ikan-ikan ini menjadi ahli semua, daripada di kolam itu kita masukkan ikan ahli, tetapi ikan yang lain tidak jadi ahli," tandasnya.

Vicky Vette ucapkan selamat kepada Garuda Jaya

Vicky Vette
Keberhasilan Timnas U-19 Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 tak luput dari perhatian Vicky Vette. Bintang film dewasa kelahiran Norwegia ini memberikan selamat kepada Skuat Garuda Jaya -sebutan Timnas U-19 Indonesia- melalui akun twitter miliknya.

"For the Winners ~ #Indonesia #U19 ~ #jebret rt!," kicau Vette.

Tak hanya itu, ia juga mengunggah foto dirinya mengenakan kostum utama timnas berwarna merah. Tangan kirinya mengacungkan jempol sementara tangan kanan menunjuk lambang Garuda di dadanya.

Bukan kali ini saja Vette mengomentari kiprah Tim Garuda. Pada pertandingan Piala AFF tahun lalu, Vette juga turut mendukung perjuangan Skuadra Garuda di Malaysia, juga melalui akun twitternya.

Selain Vette, tokoh tersohor dunia lainnya yang turut mengomentari kesuksesan skuat asuhan Indra Sjafri itu adalah Giorgio Chiellini. Bek Juventus itu menyampaikan selamat kepada Timnas U-19 Indonesia melalui akun twitter pribadinya.

"Congrats to Indonesia that won AFF U19 cup!!! Grandi!!! @chiellindonesia," tulis Chiellini dalam Twitter-nya.

Roy Suryo: Jaga Timnas U-19 dari kepentingan eksternal dan iklan

Timnas Indonesia juara Piala AFF U-19.
Menpora Roy Suryo meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan.

Menurut Roy, sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.

"Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim," ujar Roy di Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/9).

Menurut Roy, kapten tim Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan semalam agak sedih karena tidak beruntung. "Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat, karena ini kerja tim," tegasnya.

Pesan lain yang ingin disampaikan Roy, agar kekompakan tidak diganggu kepentingan iklan.

"Karena ini masih terus jalan. Karena akan akibatkan tidak kompak. Dan juga PSSI agar mengupayakan tim ini solid. Baru 2 tahun saja sudah begini ketika Vietnam itu 6 tahun sejak U-14. Ini U-19. Jangan nanti usia 23 diubah lagi sehingga tidak kompak," tegasnya.

Sebagai menpora, dia berjanji akan mengawasi perkembangan timnas usia anak-anak dan remaja.

"Saya mencoba untuk ikut mengawasi mulai dari usia 12, yang kemarin berangkat ke London, usia 14 ke Swedia. Usia 16 yang sayangnya kalah," ujarnya.

BTN siapkan beasiswa pemain timnas U-19

Penggawa Garuda Jaya dapat beasiswa
Atas capaian prestasi tim nasional di AFF U-19 Championship 2013, Badan Tim Nasional (BTN) memberikan penghargaan berupa biaya pendidikan bagi seluruh skuad garuda muda.

Beasiswa tersebut akan mengcover seluruh biaya pendidikan mereka, baik yang masih di jenjang sekolah menengah, maupun yang sedang dan akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Demikian disampaikan Ketua BTN, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Senin (23/9/2013).

"Seluruh biaya pendidikan mereka kita cover. Ini bagian dari program welfare for players yang mulai kita jalankan di BTN. Bonus tidak selalu dalam bentuk uang. Tetapi sesuatu yang berarti dan bermanfaat untuk jangka panjang. Untuk pemain usia muda, lebih cocok biaya pendidikan. Dan kita cover sampai selesai pendidikan mereka. Mungkin untuk atlet senior akan dalam bentuk lain. Nanti akan dipikirkan oleh HPU BTN, yang menangani program welfare for players itu," urai La Nyalla dalam press rilis yang diterima Bola.net.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh ofisial timnas U-19 dengan memberikan kepercayaan kepada head coach Indra Sjafri untuk tetap memimpin Evan Dimas dkk menjalani laga selanjutnya di kualifikasi AFC U-19 Grup G, dimana Indonesia akan bertemu dengan Korea Selatan, Laos dan Filipina. "Indra Sjafri telah mampu memenuhi target BTN untuk memboyong trofi AFF U-19. Untuk itu BTN memberikan kepercayaan kepada Indra untuk terus memimpin anak-anak di laga selanjutnya. Saya berharap SEA Games 2017, anak-anak ini menjadi skuad inti dan dipimpin oleh Indra Sjafri. Semoga saja," ujarnya.

Di sisi lain, La Nyalla berpesan kepada Indra Sjahfri untuk memproteksi anak-anak dari kegiatan non-football yang menyebabkan mereka menjadi over ekspos media.

"Jangan dibawa kemana-mana, di luar lapangan rumput. Terlalu dini. Beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studi. Masak anak-anak mau diboyong kesana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang," tukas La Nyalla yang juga Wakil Ketua Umum PSSI ini.