Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Anak Ahmad Dhani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Anak Ahmad Dhani. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Ahmad Dhani Resmi Polisikan Farhat Abbas


Musisi Ahmad Dhani akhirnya resmi melaporkan pengacara Farhat Abbas ke polisi. Pada Selasa (3/12/2013), Dhani bersama dua kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah dan Yanuar Bagus Sasmitha mendatangi Polda Metro Jaya.

"Saya terpaksa melaporkan seorang pengguna Twitter yang menurut saya cukup mengganggu. Karena sejak September sudah ckup menguras kesabaran. Sampai Desember masih Tweet juga hal-hal berbau fitnah, cemarkan nama baik, rendahkan martabat, kurang kehormatan, dan bohong," urai Dhani usai melaporkan Farhat di Polda Metro Jaya.

Dhani merasa sangat terusik dengan kicauan Farhat selama ini. Apalagi semenjak peristiwa kecelakaan Dul terjadi, Farhat makin rajin berkicau dan menjelekkan dirinya..

"Saya cuma pengen yang bersangkutan tidak melakukannya lagi. Syukur-syukur kalau bisa dapatkan efek jera. Saya takutkan, kalau ini tidak berakhir dan ada efek lain karena ada keluarga yang tidak terima. Saya harus lakukan ini supaya keluarga yang tidak terima tidak lakukan hal-hal anarkis terhadap yang bersangkutan," jelas Dhani.

Dhani melaporkan Farhat dengan Pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 UU ITE, pasal 310 dan 311 UU KUHP dengan nomor perkara LP/4305/XII/2013/PMJ/Dit. Reskrimsus. 

"Hari ini kita dampingi Dhani laporkan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui jejaring sosial. FA tidak kapok-kapoknya, padahal sudah pernah jadi tersangka dalam tindak pidana yang sama," terang Ramdan mendampingi Dhani.

Ahmad Dhani dan Farhat Abbas Saling Lapor Polisi

Perseteruan Ahmad Dhani dan Farhat Abbas berbuntut panjang. Ahmad Dhani telah resmi melaporkan Farhat Abbas pada Selasa (3/12/2013) petang tadi.

Tapi ternyata Farhat juga melaporkan Ahmad Dhani di hari yang sama. Saling lapor?

"hari ini gue juga resmi melaporkan si tukang kawin diam2 dhani serta 2 pengacaranya ke polda metrojaya," tulis Farhat di akun Twitternya @farhatabbaslaw, Selasa (3/12/2013).

Dhani melaporkan Farhat ke polisi karena merasa terganggu dengan kicauan Farhat di Twitter. Ia melaporkan Farhat dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah di jejaring sosial.

Mengenai Farhat yang juga melaporkan dirinya, pihak Dhani hanya berkomentar dingin. Ramdan Alamsyah, pengacara Dhani bahkan mencibir langkah Farhat.

"Buat kita, seolah orang nggak ngaca. Siapa yang buat masalah, siapa yang hina, eh maling teriak maling. Kita akan siap untuk ladeni apa yang sudah dlaporkan," kata Ramdan. (Detik.com)

Rabu, 11 September 2013

4 Orang ini minta jangan timpakan kesalahan ke Ahmad Dhani

Ahmad Dhani.
Abdul Qodir Jaelani atau Dul mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi KM 8.200 hingga menyebabkan enam orang tewas dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka. Mobil yang dikendarai anak bungsu Ahmad Dhani itu menabrak dua mobil di tol.

Sebagian orang langsung menyalahkan Dhani. Mereka menganggap Dhani tidak becus mengawasi anak. Salah satunya datang dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dhani telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 77, b dan c. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Soal desakan ini, polisi sudah menegaskan hukuman pidana tidak bisa dilimpahkan ke orangtua. Polisi tetap menjerat Dul dan menjadikannya sebagai tersangka. "Sesuai undang-undang Lalu Lintas, tidak ada kewajiban pidana dilimpahkan. Jadi, yang bersangkutan yang menjalani hukuman," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Jakarta, Senin (9/9) lalu.

Selain polisi, beberapa orang juga berpendapat sama. Mereka minta dalam kasus ini tidak menyalahkan Ahmad Dhani. Berikut pembelaan mereka:

1. Priyo: Tak perlu salahkan Dhani

Priyo Budi Santoso.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menaruh simpati kepada Dhani. Dia meminta agar semua pihak tidak mendorong-dorong soal sanksi hukum terhadap Dhani.

Keluarga Ahmad Dhani lagi kena musibah, saya berempati terhadap keluarga korban. Apapun itu musibah bagi keluarga Ahmad Dhani. Mengenai masalah hukum tidak perlu ditekan-tekan, biar proses ditegakkan secara alamiah, ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Lebih jauh, politisi Golkar ini menambahkan, saat ini keluarga Ahmad Dhani sedang dirundung duka dan sedih. Sehingga tidak etis jika Ahmad Dhani langsung disalah-salahkan.

Tidak perlu menyalahkan Ahmad Dhani, itu menurut saya mengiris hati di saat mereka lagi berduka. Tidak tepat momentumnya untuk menyalahkan, jangan ditambahi dengan beban seperti itu. Yang sabar saja Ahmad Dhani dan keluarga, ujarnya.

2. Aura Kasih

Aura Kasih.
Penyanyi seksi Aura Kasih juga tidak sepakat jika kesalahan semua dilimpahkan ke Ahmad Dhani. Menurutnya, peristiwa kecelakaan yang dialami oleh Dul adalah takdir.

Kalau lagi di jalan nyerempet mobil terus nyalahin siapa. Semuanya takdir dan sudah diatur, jadi gak ada yang boleh disalahkan, kata Aura Kasih.

Aura Kasih menambahkan, usia Dul yang masih 13 tahun boleh saja mengendarai kendaraan bermotor. Asalkan tempatnya tidak di jalan raya.

Banyak pembalap-pembalap masih di bawah umur. Cuman waktu dan tempat aja sih, jangan dikasih kalau dah malam karena stamina capek kan, tandasnya.

3. Kompolnas

Ahmad Dhani.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman berharap proses hukum tetap harus ditegakkan kepada Dul agar memberikan efek jera di kemudian hari. Namun polisi jangan sampai menahan Dul.

Mungkin tidak perlu ditahan, karena dia masih sekolah. Tapi mengapa ini harus proses hukum? Saya kira besar sekali manfaatnya, ini untuk efek jera agar remaja-remaja yang lain, yang umurnya masih muda-muda itu tidak semata-mata karena orang tuanya mampu, lalu mereka membawa kendaraan apalagi tidak dilengkapi dengan SIM, kata Hamidah di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Senin (9/9).

Hamidah juga berpendapat, Dhani tak perlu dihukum dalam kasus ini. Sebab, yang melakukan kelalaian tersebut bukan Ahmad Dhani, melainkan Dul.

Hukum pidana ini adalah pertanggungjawaban individual. Artinya orangtua, misalnya pengasuh seperti itu tidak bisa, karena dia pertanggungjawabannya secara individual. Siapa yang berbuat, dia lah yang bertanggung jawab. Orangtua tidak bisa menggantikan hukuman yang harus diterima oleh anaknya, ujarnya.

4. Ruhut: Doakan Dhani agar tabah

Ruhut Sitompul.
Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul meminta semua orang agar tidak terburu-buru menyalahkan keluarga Ahmad Dhani soal kecelakaan Dulu. Kita berduka dan saya memohon, Ahmad Dhani, Maia dan Mulan itu sudah seperti adik saya, ujar Ruhut kepada wartawan, Jakarta, Senin (9/9).

Menurut dia, semua orang tidak mau terkena musibah. Termasuk kecelakaan yang menimpa Dul, putra bungsu Ahmad Dhani dan keluarga lainnya. Kalau berbicara kecelakaan lalu lintas, itu musibah. Enggak ada yang mau, kepingin celaka, enggak ada, terangnya.

Hukum harus tetap ditegakkan, tapi juga saya mohon, ya, kita mendoakan Mas Dhani dan keluarga tabah. Kan gitu. Tapi tetap biarkan hukum terus berjalan, ujarnya.


Dul tersangka, keluarga korban tak mau menekan penyidik

Dul
Abdul Qadir Jaelani atau Dul masih tergolek lemah di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Namun ia harus menelan pil pahit karena polisisudah menetapkan anak berusia 13 tahun tersebut sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang mengakibatkan enam orang tewas dan sembilan luka berat.

Ahmad Dhani selaku ayah dari Dul pun telah menunjukkan tanggung jawabnya pada para korban yang meninggal dan masih dirawat.

Pihak keluarga Nurmansyah yang menjadi salah satu korban tabrakan Dul mengaku telah mengikhlaskan.

Keluarga Nurmansyah, salah satu korban tewas dalam kecelakaan itu mengaku sudah ikhlas dengan apa yang terjadi. Melalui kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah, pihak keluarga tak mau menekan penyidik terkait kasus tersebut.

"Biar mereka yang jalankan, kita serahkan saja, keluarga melihat dan
memantau saja, masyarakat juga akan melakukan penilaian," ujarnya di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Selain itu rasa simpatik juga di tunjukkan keluarga Nurmansyah juga akan melakukan kunjungan ke anak bungsu Maia Estianty itu yang hingga kini keadaannya belum stabil.

"Yang pasti dari kita (keluarga) mau jenguk Dul, ini jalinan kemanusiaan
yang harus kita junjung tinggi, harus tetap dijalin," tutup Ramdan.

Ahmad Dhani: Al pakai BMW, El Jaguar, Dul pakai bekas Al

Ahmad Dhani dan Ketiga Anaknya
Ahmad Dhani memang dikenal sangat royal kepada anak-anaknya. Buktinya, tiga anaknya Al, El dan Dul mendapatkan masing-masing satu jatah mobil. Bukan sembarang mobil, Dhani memberikan tiga anaknya mobil mewah.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan di Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (11/9) malam, pentolan band Dewa 19 itu membeberkan mobil-mobil yang diberikan kepada anak-anaknya.

"Anak saya tiga-tiganya saya kasih mobil. Al BMW, El Jaguar, dan Dul pakai mobil bekas Al Mitsubishi Lancer," ungkap Dhani.

Namun, untuk Dul kini mobilnya telah hancur setelah mengalami kecelakaan maut yang merenggut enam nyawa di Tol Jagorawi, Minggu (8/9) dini hari. Saat itu, Dul mengendarai mobilnya sendiri tanpa didampingi supir.

Mengenai kecelakaan yang dialami Dul, Dhani masih mempertanyakan keberadaan supir yang seharusnya siap antar jemput putra bungsunya tersebut. Memang, pada dasarnya Dhani tak mengizinkan tiga anaknya menyetir mobil sendiri karena belum cukup umur.

"Mereka itu punya supir masing-masing. Al supirnya Kirman, El supirnya Muji, Dul supirnya Randi. Nah, saat Dul kecelakaan itu masih ditelusuri (supir ke mana). Pada dasarnya sebagai orang tua saya belum mengijinkan anak yang dibawah umur menyetir sendiri," jelasnya.

Ustaz Habsyi pun kagum dengan ketegaran Ahmad Dhani

Ahmad Dhani
Ustaz Ahmad Al-Habsyi kagum dengan ketegaran Ahmad Dhani dalam menghadapi musibah keluarganya. Sang Ustaz membayangkan, jika cobaan itu diterimanya, belum tentu bisa menghadapi setegar pentolan Dewa 19 itu.

Sebagai sahabat, Habsyi merasakan betul apa yang dirasakan bos Republik Manajemen Cinta itu. Selain harus konsen terhadap kesembuhan putrannya, Abdul Qadir Jaelani alias Dul, juga harus memperhatikan para korban kecelakaan. Belum lagi masih harus menghadapi kasus hukumnya.

"Saya kagum Dhani turun langsung ke tempat korban-korban. Kalau saya di posisi Dhani, mungkin tidak bisa setegar beliau. Satu sisi dia harus konsentrasi dengan korban-korban kecelakaan, satu sisi dia juga harus konsen dengan kesembuhan anaknya," aku Habsyi di RSPI Jakarta Selatan, Selasa (10/9) malam.

Secara pribadi, Habsyi mengaku tidak kuat melihat kondisi Dul yang kini terkulai lemah dan harus menjalani berbagai rangkaian tindakan operasi. Namun dalam kondisi itu, Dhani terus keras menyelesaikan kasusnya.

"Kalau saya pribadi melihat kondisi anak seperti itu mungkin enggak kuat. Melihat musibah ini jangan mencari siapa yang salah dan benar. Sesungguhnya tidak ada orang yang ingin mendapat musibah," tandas Habsyi.

Selasa, 10 September 2013

Menengok 5 mobil mewah di garasi Ahmad Dhani

Ahmad Dhani dan ketiga anaknya.
Ahmad Dhani mungkin bisa dibilang orang tua yang sangat memanjakan anak-anaknya, Ahmad Al Gazali (Al), El Jalaludin Rumi (El) dan Abdul Qadir Jaelani (Dul). Dhani selama ini memang beda dalam mendidik anak-anaknya dibandingkan dengan orang tua pada umumnya.

Meski anak-anaknya belum cukup umur, Dhani sudah membebaskan anaknya untuk merokok, minum bir, simpan video porno dan berpacaran.

Tak tanggung-tanggung, pentolan grup band Dewa ini kerap membelikan ketiga anaknya mobil-mobil mewah.

Berikut 5 mobil mewah di garasi rumah Dhani.

1. Chrysler 300C

Chrysler 300C.
Ahmad Dhani pernah membelikan anaknya mobil pabrikan Amerika Serikat Chrysler 300C. Mobil tersebut dibanderol Rp 1 miliar lebih.

Disebut-sebut, Dhani satu-satunya orang Indonesia yang memiliki mobil tersebut. Dia membelikan mobil itu supaya anak-anaknya semangat meraih cita-citanya.

Chrysler ini bermesin HEMI 5.700 cc V8 yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 363 tenaga kuda, mobil ini dapat berlari dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu kurang dari 6 detik.

2. Hummer H2

Hummer H2.
Dhani memang ingin melihat anak-anaknya tampil sebagai lelaki sejati. Maka tak salah jika Dhani membelikan Hummer H2 berpelat nomor B 1 RCR warna hitam sebagai tunggangannya.

Mobil pabrikan Amerika yang dibanderol Rp 2 miliar lebih ini terparkir di garasi Ahmad Dhani.

Mesin Hummer H2 berkapasitas 6200 cc berteknologi VVT ini menggunakan sistem pembakaran multi point injection. Mesin itu mampu menyemburkan tenaga maksimal 393 hp pada putaran 5700 rpm plus torsi maksimal hingga 563 pada putaran mesin 4300 rpm.

3. Mitsubishi Lancer EX

Penampakan mobil ringsek anak Ahmad Dhani.
Mobil Mitsubishi Lancer EX berpelat nomor B 80 SAL ini yang dikendarai Dul saat terlibat kecelakaan di Tol Jagorawi. Mobil warna hitam yang dibanderol seharga setengah miliar itu sudah hancur berantakan.

Lancer EX memiliki mesin 4 silinder 4811MIVEC turbocharger intercooler 16 valve DOHC. Mesin berkapasitas 1.998 cc itu dapat menyemburkan output hingga 295 hp pada 6.500 rpm dengan limpahan torsi di atas 365 Nm pada 3.500 rpm.

4. Mazda RX 8

Mazda RX 8.
Untuk kali ini, mantan istri Dhani, Maya Estianty yang membelikan ketika anaknya mobil mewah Mazda RX 8. Mobil berwarna merah yang bermesin 1,308 cc itu seharga Rp 600 jutaan.

Ahmad Al Gazali (Al) pernah menggeber mobil yang mengusung Renesis Rotary Engine, 2 Rotor, Water Cooled itu dengan kecepatan 178 KM/h di jalan tol.

5. BMW seri 3

BMW seri 3.
Untuk mobil pabrikan asal Jerman Bayerische Motoren Werke AG alias BMW dengan seri ke 3 ini khusus diberikan kepada Ahmad Al Gazali. Mobil tersebut seharga Rp 800 juta.

Mobil berpelat nomor B 1406 SMY warna hitam ini diberikan kepada Al saat lulus SMP.


4 Orang ini sebut Ahmad Dhani bisa dipenjara gara-gara Dul

Kecelakaan Dul
Musisi Ahmad Dhani dianggap sebagai orang yang paling bersalah dalam kecelakaan yang menimpa putranya, Abdul Qodir Jailani (Dul) hingga menyebabkan 6 orang tewas. Ahmad dhani dianggap lalai membiarkan anaknya yang masih berusia 13 tahun mengendarai mobil hingga kecelakaan.

Banyak pengamat, politisi atau pun praktisi berpendapat Ahmad Dhani bisa saja dipenjara atas kelalaiannya tersebut. Apalagi, Dul yang masih di bawah umur dianggap masih belum bisa mendapatkan hukuman dan bisa saja digantikan oleh orang tuanya.

Berikut empat orang yang menyebut Ahmad Dhani bisa dipenjara gara-gara perbuatan Dul tersebut seperti yang berhasil dihimpun merdeka.com, Rabu (11/9):

1. Alexander Atmasoebrata

Pegiat otomotif Alex Asmasoebrata menyatakan, musikus Ahmad Dhani harus bertanggung jawab akibat kecelakaan maut yang melibatkan anaknya, Abdul Qadir Jaelani atau akrab disapa Dul. Menurutnya, pentolan band Dewa itu lalai lantaran membiarkan anaknya yang masih di bawah umur menyetir kendaraan, ditambah tidak memiliki Surat Izin Mengemudi.

Jelas itu bapaknya lalai. Anak umur 13 tahun kok boleh membawa mobil. Bapaknya kan yang memberikan fasilitas mobil untuk anaknya. Bapaknya harus bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, kata Alex saat dihubungi merdeka.com lewat telepon seluler, Senin (9/9) lalu.

Alex mengatakan, mestinya Dhani bisa mengukur kemampuan anaknya dalam mengendarai kendaraan. Menurut dia, seharusnya Dhani tidak melepas Dul begitu saja, yang akhirnya menyebabkan kecelakaan maut hingga menghilangkan enam nyawa.

Dia harus tahu kan anaknya belum cukup umur. Semua orang bisa pegang setir. Harusnya ada pembelajaran bagaimana etika di jalanan dan bahayanya, ujar mantan pebalap itu.

Alex mengimbau supaya Ahmad Dhani menjadikan musibah itu sebagai pelajaran. Kelalaian ada di pihak orangtua. Karena jangan merasa punya banyak duit, lalu anak-anaknya dibebaskan begitu saja, lanjut Alex.

2. Komisioner KPAI

Menurut Kepala Divisi Pengawasan dan Perlindungan Anak KPAI, Muhammad Ichsan mengatakan, akibat dari hal itu, Ahmad Dhani dapat dikenakan pidana atas pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 77, b dan c.

Memberikan mobil sehingga menyebabkan anak kecelakaan, orangtua diancam lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta, papar Ichsan saat dihubungi, Senin (9/9).

Pasal 77 berisikan melakukan penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan, baik fisik, mental, maupun sosial, dengan peristiwa yang dialami Dul, Dhani sebagai bapak dinilai sudah melakukan yang diatur dalam pasal tersebut.

Tak hanya itu saja, pentolan Republik Cinta Manajemen itu juga akan dicabut hak asuhnya sebagai orangtua, meski Dhani tidak pernah mendapat hak tersebut sesuai keputusan pengadilan. Pasal 30 pencabutan atau pembatasan hak asuh orangtua, pungkasnya.

3. Eva Kusuma Sundari

Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari angkat bicara terkait kecelakaan maut yang dialami anak bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul (13). Eva berpendapat, dalam UU Sistem Peradilan Anak, usia 18 tahun ke bawah tidak bisa dimintai pertanggungan jawaban secara hukum.

Jadi dalam kasus di atas yang harus dihukum adalah orangtuanya sesuai UU Perlindungan Anak, ujar Eva saat dihubungi, Jakarta, Senin (9/9).

Politikus PDIP yang membidangi hukum ini menambahkan, peristiwa nahas itu terjadi karena kelalaian orangtua dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. Karena orangtuanya menyebabkan si anak kacau termasuk anak jadi frustasi. Karena tidak mendapat hak-hak mereka, perlindungan, kasih sayang ibu misalnya, jelas dia.

Selain itu, lanjut Eva, melihat kasus di atas, orangtua menjadi salah satu faktor utama penyebabnya. Jadi saya melihat si Dul korban juga dari orangtua yang mendidik salah, serta lingkungan yang tidak normal. Sehingga mengganggu pertumbuhan dirinya, terangnya.

4. Kak Seto

Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto menilai peristiwa kecelakaan yang melibatkan Dul (13), jelas kesalahan Ahmad Dhani. Secara tak langsung, lanjut Kak Seto, musisi berjenggot itu memberikan 'jalan pintas' pada anaknya menuju kecelakaan.

Bagaimana tidak, Dhani membiarkan Dul yang masih di bawah umur untuk mengendarai mobil.

Saya melihat ini seperti jalan pintas menuju terjadinya sebuah kecelakaan. Karena di usia seperti itu, psikologis mereka masih labil. Emosinya masih sulit dikendalikan, ujar Kak Seto.

Kak Seto menuturkan, Dul dan orangtuanya meski bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Namun, Kak Seto berharap Dul dibiarkan untuk menjalani penyembuhan terlebih dahulu akibat kecelakaan di Tol Jagorawi itu.

Biarkan Dul menjalani penyembuhan psikisnya dulu, setelah itu baru penyembuhan fisik. Karena di kecelakaan ini kan memakan korban, jelas Kak Seto.