Tampilkan postingan dengan label Penembakan Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penembakan Papua. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Anggota Kopassus korban penembakan di Papua dimakamkan

Anggota Kopassus korban penembakan di Papua dimakamkan
Anggota Kopassus asal Sumatera Selatan, yang tewas pada kontak senjata di Puncak Jaya, Papua, akan dimakamkan, Senin (2/9) pukul 10.00 WIB di Desa Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin.

Jenazah Pratu Andri Candrayansyah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin pada Minggu malam (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB yang diantar langsung Wadanjen Kopassus Herindra.

Jenazah akan dimakamkan di Desa Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin tempat keluarga almarhum menetap.

Seperti diberitakan Antara, Wadanjen Kopassus, Herindra mengantar jenazah ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan menumpang Garuda Indonesia.

Prajurit tersebut gugur pada kontak senjata terjadi pada, Sabtu (31/8) sekitar pukul 13.30 WIT.

Pemakaman almarhum akan dipimpin inspektur upacara Komandan Group I Kopassus di Serang, Banten.

Sementara Pratu Andri Candrayansyah dengan nomor 31090064720989, dari Group I Tabanbak SO-1/1/3/11.

Lahir di Sekayu 17-September 1989 dengan alamat Desa III Keluang Kecamatan Keluang Kabupaten Muba Sumatera Selatan.

Mengenai identitas Pratu Andri, Polda Papua sebelumnya membantah jika korban adalah anggota Kopassus. Kabid Humas Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya mengatakan Andri adalah anggota Satgas Yon 753.

Sabtu, 20 Juli 2013

TNI dan Polri buru kelompok Papua pembunuh Letda Wayan

Aksi Latihan Pasukan KOSTRAD.
Kelompok bersenjata Papua menyerang perwira TNI yang baru pulang bersilaturahmi dengan warga. Dua orang tewas. Letda I Wayan Sukarta mendapat luka tembak di bagian kepala, tulang kering kaki kanan, luka bacok bahu kanan dan paha. Sedangkan sopirnya, Tomo, mendapat luka bacok di kepala dan punggung.

Pelaku membakar mobil TNI dan merampas pistol milik Letda Wayan.

TNI dan Polri sedang memburu pelaku. Namun TNI tak akan menambah pasukan di sana. Sesuai kondisi, TNI menyerahkan keamanan di Papua pada kepolisian.

"Penjagaan di Papua diserahkan kepada pasukan yang berada di sana," kata Panglima TNI Agus Suhartono, Rabu (26/6).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima sempat menyatakan keprihatinannya. Untuk yang kesekian kali, kelompok Papua tidak bertanggung jawab melakukan kekerasan, baik kepada masyarakat sipil maupun petugas.

"Saya prihatin. Kami kehilangan satu orang anggota TNI. Ini menunjukkan bahwa kita sudah berupaya mendekati mereka dengan pendekatan kesejahteraan, tapi mereka tetap melakukan kekerasan. Itu yang perlu digarisbawahi," ucap Agus.

Menurut Agus Suhartono, untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa,maka TNI akan lakukan evaluasi seluruh kegiatan prajurit yang ada di Papua.

"Kita akan evaluasi kegiatan disana," ucap Panglima TNI.

Pelaku penembakan mengambil senjata jenis FN dari Sukarta. Sedangkan mobil Ford DS 8832 KA yang disopiri Tono dibakar di lokasi.

Sudah sembilan anggota TNI tewas ditembak di Papua

Aksi Latihan Pasukan KOSTRAD.
Sebanyak sembilan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga saat ini, telah gugur saat menjalankan tugas di Papua.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kol Inf Jansen Simanjuntak, menegaskan bahwa sembilan anggota TNI itu gugur dalam menjalankan tugas di tanah Papua itu.

Dia menjelaskan, para anggota TNI itu meninggal akibat ditembak kelompok sipil bersenjata (KSB) di pedalaman Papua.

"Mereka gugur saat menjalankan tugas di berbagai lokasi yang berbeda," ujar Kolonel Simanjuntak, Kamis (27/6).

Menurut dia, walaupun banyak anggota TNI yang tewas akibat ditembak KSB namun Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua tetap pada komitmennya untuk mengajak saudara-saudara kita di Papua itu untuk turun dan kembali ke kampung halaman mereka.

"Mari kita bersama-sama membangun Papua, sehingga dapat mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya," kata dia lagi.

Sembilan anggota TNI itu ditembak KSB pada tiga lokasi berbeda, yakni di Sinak tujuh orang, Tingginambut dan Jigonekme masing masing satu anggota TNI. Terakhir, Letda I Wayan Sukarta dan sopirnya tewas saat diserang.

Pangdam Cendrawasih beri penghormatan terakhir untuk Letda Wayan

Kostrad.
Dua jenazah korban penembakan di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya, Papua, diterbangkan ke Jakarta dan Makasar pada Kamis dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 797 pada pukul 11.55 WIT.

Pukul 09.50 WIT, kedua jenazah tiba di Bandara Kelas I Khusus Sentani Jayapura, dengan menggunakan pesawat cargo RPX dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Sekitar pukul 10.00 WIT, kedua jenazah diturunkan dari pesawat, kemudian dimasukan ke dalam mobil jenazah menuju Kantor Karantina Bandara Sentani. Demikian dilaporkan antara dari Sentani, Kamis (27/6).

Lalu pada pukul 10.30 WIT, Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendrawasih dan Rombongan Jajaran Kodam XVII/Cendrawasih, Satgasban, Kalpolres Jayapura, memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Alm. Letda. Inf. I Wayan Sukarta.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua ketika melepas jenazah mengungkapkan duka cita yang amat dalam, semoga almarhum dan keluarga yang ditinggalkan selalu dalam naungan tangan Tuhan.

"Bagi prajurit yang ditinggal, agar terus meningkatkan semangat mengabdi pada Papua, melaksanakan tugas dengan baik dan melanjutkan perjuangan almarhum," tandasnya.

Mayjen Zebua menegaskan, bagi penjahat yang bersenjata harus dihadapi dan prajurit harus melakukan sesuatu sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Mari lebih merapatkan barisan, semangat yang membara tidak pernah mundur dalam berjuang bagi rakyat Papua," urainya.

Sekitar pukul 10.50 WIT, jenazah dibawa menuju ruangan cargo Bandara Sentani dan pukul 11.25 WIT kedua Jenazah dimasukan ke pesawat Lion Air JT 797.

Sekitar pukul 11.55 WIT, pesawat Lion Air JT 797 take off dari Bandara Khusus Kelas I Sentani dengan tujuan Makassar dan Jakarta.

Tukang ojek tewas diberondong di Puncak Senyum, Papua

mayat.
Teror penembakan dilakukan orang yang tak dikenal kembali terjadi di Papua. Muhammad Saleh, tukang ojek ini tewas diberondong peluru saat mengantar penumpang di Kali Semen Kampung Wandengdobak Distrik Mulia, Papua.

"Pada hari Jumat jam 08.30 WIT, telah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal. Saat kejadian korban sedang membawa penumpang dari Mulia menuju Puncak Senyum," kata Kabid Humas Papua AKBP I Gede Sumerta lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Jumat (11/7).

Menurut I Gede Sumerta, Saleh tewas akibat beberapa peluru yang bersarang di tubuhnya. Tercatat dua peluru menembus tubuh Saleh.

"Korban mengalami luka tembak di atas puting susu kanan tembus ke punggung kanan, luka tembak pada punggung kiri tembus pada rusuk kiri, luka tembak pada rusuk kanan diperkirakan peluru bersarang dalam perut," tambah Sumerta.

Sebelum Muhammad Saleh, beberapa penembakan juga terjadi pada tukang ojek di Papua. Seperti , B, tukang ojek di daerah Paniai, ditembak orang tak dikenal Kamis (31/1/2013). Tak berhenti di situ, di sepanjang tahun 2011-2012 penembakan terhadap tukang ojek pendatang juga terjadi di berbagai daerah di Papua.

Tukang ojek yang tewas di Papua ditembak penumpangnya

Ilustrasi
Muhammad Saleh (45) alias Daeng Emba, tukang ojek yang diberondong peluru di kawasan Puncak Senyum, Papua, ternyata ditembak penumpangnya. Korban sudah dievakuasi dan disemayamkan di masjid Mulia.

"Korban ditembak oleh penumpangnya sendiri saat berada di sekitar tanjakan Puncak Senyum," ujar Kapolres Puncak Jaya AKBP Marselis di Papua seperti dilansir Antara, Jumat (12/7).

Marselis mengatakan, jika hari ini ada pesawat maka jenazah korban bersama keluarganya akan dievakuasi untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya Makassar, Sulawesi Selatan.

"Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak," jelas dia.

Sebelumnya, Muhammad Saleh tewas diberondong peluru saat mengantar penumpang di Kali Semen Kampung Wandengdobak Distrik Mulia, Papua.

"Pada hari Jumat jam 08.30 WIT, telah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal. Saat kejadian korban sedang membawa penumpang dari Mulia menuju Puncak Senyum," kata Kabid Humas Papua AKBP I Gede Sumerta lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Jumat (11/7).

Menurut I Gede Sumerta, Saleh tewas akibat beberapa peluru yang bersarang di tubuhnya. Tercatat dua peluru menembus tubuh Saleh.

Jumat, 19 Juli 2013

Kontak senjata dengan TNI, dua sipil bersenjata di Papua tewas

Ilustrasi.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat aksi kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata (KSB) di di ujung landasan lapangan terbang Mulia, Papua. Dari kejadian itu, dua orang penyerang tewas.

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua mengatakan, penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIT.

"Baku tembak sempat terjadi antara patroli Yon 751-KSB di ujung landasan lapangan terbang Mulia," kata Pangdam Cenderawasih di Jayapura, Jumat (19/7), seperti dilansir Antara.

Dua KSB tewas, aparat juga berhasil mendapatkan satu pucuk senjata jenis revolver. "Korban dari TNI tidak ada," lanjut Zebua.

Ketika ditanya tentang identitas anggota KSB, Zebua mengaku belum mengetahui dengan pasti.
"Saat ini jenazah korban sudah berada di RSUD Mulia," ungkapnya.