Tampilkan postingan dengan label Kasus Suap Daging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus Suap Daging. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

Foto dengan Bunda Putri, siapa bohong siapa jujur?

Sosok Bunda Putri terus menjadi perbincangan publik. Sebab, sosok Bunda Putri yang hingga kini masih menjadi misteri membuat publik penasaran.

Apalagi, sosok Bunda Putri disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) oleh mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam kesaksiannya di persidangan kasus dugaan suap impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta beberapa waktu yang lalu. Kesaksian Luthfi itu lantas dibantah oleh Presiden SBY .

Bunda putri.
Belum selesai di situ, foto Bunda Putri bersama sejumlah pejabat dan tokoh beredar luas di dunia maya. Dalam sejumlah foto itu, Bunda Putri tampak bersama Seskab Dipo Alam, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendag Gita Wirjawan , Mentan Suswono , mantan Menpora Andi Mallarangeng , Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin , dan ekonom Faisal Basri.

Sebagian dari mereka ada yang membantah mengenal Bunda Putri. Namun, sebagian lainnya mengakui kenal dengan perempuan itu.

Berikut pernyataan mereka soal foto bersama Bunda Putri yang beredar di dunia maya.

1. Seskab Dipo Alam


Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam membantah mengenal Bunda Putri. Dipo justru mempertanyakan akurasi foto tersebut dan tak mau memperdebatkan lebih panjang soal gambar tersebut.

"Apakah itu foto asli atau photoshop enggak penting bagi saya. Saya enggak care, yang jelas yang pasti saya tidak tahu dan tidak kenal dengan Bunda Putri," jelas Dipo di Istana Presiden, Jakarta, Sabtu (12/10).

Dipo justru menyebut jika yang paling tahu tentang sosok Bunda Putri adalah mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Tak hanya Luthfi, Dipo juga menyindir Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin yang juga kenal dekat dengan Bunda Putri.

"Tapi setahu saya yang paling tahu soal Bunda Putri itu kalau kita dengar di pengadilan Tipikor, (mantan) presiden PKS LHI, barangkali suatu saat saya enggak tahu mendekati mungkin ada presiden satu lagi, apakah presiden Engkong (panggilan ustaz Hilmi Aminuddin), barangkali yang paling tahu mengenai Bunda Putri. Tapi kita semua (Istana) enggak ada yang tahu siapa itu Bunda Putri," tegas dia.

2. Menhan Purnomo Yusgiantoro


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku sudah melihat foto dirinya yang beredar luas dengan Bunda Putri. Namun demikian, Purnomo mengaku tidak kenal dengan Bunda Putri.

"Itu mesti dicek, tolong dicek fotonya itu kayak apa. Apa saya kenal atau tidak? Di dalam fotonya itu saya tidak berdampingan dengan beliau," ujar Menhan saat menghadiri acara HUT Indonesia Maritime Institute (IMI) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/10) lalu.

Menurut Purnomo, foto yang tersebar itu diambil sekitar 7-8 tahun lalu. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai Menteri ESDM.

"Jadi saya lagi penyerahan dari Dirut Petronas dan di sebelahnya ada ibu-ibu. Dia (Bunda Putri) di samping Dirut Petronas, terus sebelah saya ada lagi pejabat tapi saya lupa siapa karena itu sudah berlangsung berapa lama dan itu dalam acara resmi. Nah waktu itu dia (Bunda Putri) mengatakan namanya Son-son apa gitu saya nggak inget," terangnya.

3. Mendag Gita Wirjawan


Meski foto dirinya bersama Bunda Putri beredar di publik, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membantah mengenal Bunda Putri. Dalam foto itu, Bunda Putri tampak menyematkan pin kepada Gita saat terpilih sebagai Ketua Umum pada Munas Barindo yang berlangsung di Hotel Meritus, Surabaya, 23-24 Agustus lalu.

"Betul itu foto saat 'nyematin' pin. Itu yang mau nyematin harusnya orang lain, tapi tidak tahu dia (diduga Bunda Putri) tiba-tiba nyalip mau 'nyematin' gitu," katanya usai mengisi kuliah umum di Semarang, Selasa (22/10).

Gita menegaskan sama sekali tidak mengenal perempuan tersebut. "Saya ini kan salaman dengan ratusan orang. Saya selalu 'ngasih' sikap baik, tetapi kan belum tentu kenal," kata Gita.

4. Mentan Suswono


Berbeda dengan Seskab Dipo Alam dan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertanian Suswono justru mengakui mengenal Bunda Putri. Suswono bahkan mengaku telah beberapa kali melawat ke rumah Bunda Putri di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Namun, Suswono berkelit tidak tahu nama asli Bunda Putri. Dia pun berdalih cuma dikenalkan dengan perempuan itu.

"Dia (Bunda Putri) pelaku usaha. Namanya saya enggak kenal persis. Saya hanya dikenalkan namanya Bunda Putri. Dia dari Cilimus, Kuningan, Jawa Barat," kata Suswono saat bersaksi dalam sidang Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10).

5. Andi Mallarangeng


Foto Bunda Putri bersama Andi Mallarangeng beredar di publik. Andi tampak berfoto dengan Bunda Putri dalam sejumlah momen. Dalam satu momen Andi dan keluarga berfoto dengan Bunda Putri. Sementara, di momen lain, tampak Bunda Putri berada di belakang Andi yang tengah bermain catur.

Menanggapi hal itu, juru Bicara keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, tak membantah jika saudara kandungnya, Andi Alifian Mallarangeng mengenal sosok Bunda Putri.

"Kan semua orang, siapapun, bisa kenal sama orang lain. Kan enggak ada hubungan dengan kasus (Hambalang). Ya kalau cuma kenal-kenal, apa urusannya? Kan enggak ada salahnya," kata Rizal kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/10).

Namun sayang, saat didesak kedekatan Bunda Putri dengan keluarganya, Rizal enggan menjelaskan lebih lanjut.

6. Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin


Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin mengakui mengenal Bunda Putri. Hilmi bahkan mengakui Bunda Putri seperti muridnya yang kerap mengunjungi rumahnya di Lembang Jawa Barat.

"(Diperkenalkan kepada Luthfi) Di Lembang. Bunda putri sering ke Lembang," ujar Hilmi, di persidangan Luthfi, Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/10).

Menurutnya, awal bertemu Bunda Putri memperkenalkan diri sebagai pengusaha asal Jawa Barat.? Hilmi mengaku sering mengobrol dengan Bunda Putri saat bertemu di suatu acara maupun di rumah. Obrolannya seputar isu ekonomi, politik, bahkan reshuffle kabinet.

"(Ngobrol) Macam-macam, kadang-kadang reshuffle," ujarnya.

7. Faisal Basri


Ekonom Faisal Basri mengakui mengenal Bunda Putri. Faisal mengaku pertama kali bertemu dengan Bunda Putri pada 2007 lalu di coffee shop hotel Le Meridien. Saat itu dia diperkenalkan oleh seseorang bernama Kosasih yang juga baru dikenalnya.

"Perkenalan dengan Kosasih lewat Azwar Zulkarnaen, rekan saya di Pergerakan Indonesia. Kosasih dan Azwar berkecimpung dalam bisnis tambang batubara. Bunda Putri menemui saya setelah bertemu dengan seorang menteri Somalia yang sedang berkunjung di Jakarta. Entah apa urusannya, Bunda Putri tak bercerita," kata Faisal Basri dalam blog pribadinya, Rabu (23/10).

Faisal Basri mengaku menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri begitu luasnya relasi yang dimiliki Bunda Putri. Salah satunya adalah, pada saat acara ulang tahun Bunda Putri. Di acara itu, hadir sejumlah pejabat penting seperti Andi Mallarangeng.

Bahkan, Faisal juga mengaku pernah diajak Bunda Putri bertemu dengan Purnomo Yusgiantoro di ruang VIP bandara Supadio, Pontianak. Hal ini jelas berbeda dengan keterangan dari Purnomo yang mengaku tak mengenal Bunda Putri.

"Saya sudah beberapa kali bertemu dengan Pak Pur, sekali di kediamannya. Di rumah Bunda Putri di Pondok Indah berjejeran foto Bunda Putri dengan para pejabat. Tak pelak lagi, Bunda Putri memang kenal banyak orang penting di negeri ini," kata Faisal.

Sumber : Merdeka

Sabtu, 19 Oktober 2013

Bunda Putri dan Kisah ”Pak Ogah” ...

Bunda Putri, yang diyakini sebagai Non Saputri, teman dekat seorang pejabat Kementerian Pertanian, kian mencuat namanya setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers terkait nama itu, pekan lalu.
Presiden pasti benar 2.000 persen bahwa Bunda Putri tidak terlibat dan mengetahui rencana penyusunan atau perubahan kabinet seperti yang diungkapkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi menyebut nama Bunda Putri sebagai orang dekat Presiden saat diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dalam kasus korupsi impor dagang sapi.
Foto sekretaris Kabinet Dipo Alam dan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai bunda putri beredar sejak jumat
Keyakinan Luthfi, yang percaya Bunda Putri merupakan orang dekat Istana, untuk merujuk kepada Presiden, tak salah. Namun, Presiden juga benar 1.000 persen menyatakan tak mengenal Bunda Putri. Apalagi, sampai saat ini tak ada ”bukti sosial” yang memperlihatkan kedekatan Bunda Putri dengan Presiden.
Memang sejumlah foto Bunda Putri bersama dengan pejabat dan orang dekat Istana sudah beredar di media sosial. Dan, bukan hal yang aneh jika sebagian dari mereka yang berfoto itu kini menyangkal kenal dengan Bunda Putri. Bukan hal yang aneh juga jika kini Bunda Putri tak muncul ke publik karena tak ada lagi orang yang menyatakan diri secara terbuka sebagai orang dekatnya.
Bunda Putri sesungguhnya bukanlah tokoh dalam pusaran politik nasional. Ia bukan siapa-siapa. Ia tak lebih dari orang yang berani dan percaya diri untuk turut mengatur lalu lintas perpolitikan nasional yang tengah kacau.
Ia ada saat mereka yang seharusnya mengendalikan percaturan politik justru tak tampil. Modal informasi dan pengetahuan yang berasal dari berbagai sumber dan kedekatan dengan figur yang dianggap punya pengaruh dalam dunia politik dan ekonomi, yang diekspos secara masif, cukup untuk meyakinkan pelaku politik praktis di negeri ini.
Bunda Putri dan sejumlah orang lain memiliki peranan yang sama, tak jauh berbeda dengan kisah ”Pak Ogah” atau ”polisi cepek” yang muncul mengatur saat lalu lintas di jalanan kacau. Saat polisi yang seharusnya berperan untuk mengatasi kekacauan di jalan itu justru menghilang atau ikut terjebak kekacauan.
Memang terkadang keberadaan ”Pak Ogah” terasa mengganggu. Namun, ia juga membantu sehingga pengguna jalan sukarela memberinya uang. Dahulu cepek (Rp 100), tetapi kini tak kurang dari Rp 1.000.
Jika lalu lintas kian kacau, ”Pak Ogah” bisa menghilang kapan pun. Tinggal pengguna jalan yang kian gaduh. Satu lagi, mereka yang berani menjadi pengatur lalu lintas ”tak resmi” ini kalau ditanyai pasti merasa punya kedekatan dengan aparat dan tokoh masyarakat setempat.
Bunda Putri dan orang lain yang berperan mirip, yang jumlahnya tak sedikit di negeri ini, bisa tampil karena lalu lintas perpolitikan nasional terasa kacau. Mereka yang berwenang justru menghilang atau tak percaya diri untuk tampil mengatur. Bunda Putri ada karena pengguna lalu lintas perpolitikan nasional merasa terbantu dan nyaman.
Jika lalu lintas kian kacau, siapa yang kenal dengan ”Pak Ogah”? Tinggal pengguna jalan saling menyalahkan dan tak mau mengalah serta aparat yang berwenang diam atau saling menyalahkan.
Sumber : Kompas

Selasa, 15 Oktober 2013

Fathanah TTM-an dengan Tri Kurnia, Sefti Sanustika cemburu buta

Sefti Sanustika menjenguk Ahmad Fathanah yang di tahan KPK.
Sefti Sanustika tak berkelit ketika suaminya, Ahmad Fathanah pernah menjalin hubungan khusus dengan salah satu sahabatnya, Tri Kurnia Rahayu. Namun, ia mempedulikan kisah asmara suaminya yang telah terjerat kasus dugaan suap peningkatan kouta impor daging dengan Tri.

"Ihh, (Tri Kurnia) nggak penting. Cuma satu kata buat dia kasian deh loch," kata Sefti di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (15/10).

Diulik lebih lanjut mengenai jalinan asmara Fathanah dan Tri, Sefti enggan berkomentar. Namun, Sefti tak dapat menyembunyikan kecemburuan itu saat awak media kembali mengkonfirmasi soal teman tapi mesra (TTM) sang suami dengan kerabatnya itu.

"Ah no comment. Nggak mau, bahas yang lain lah. Ah gue nggak mau ngurusin begituan. Dia mah udah metong (mati) bok," ungkapnya.

Sebelumnya, Sefti membawakan dua boks berisi lontong dan opor untuk Fathanah tercinta. "Tadi maap-maapan saja. Bapak sehat, lancar puasanya," tandasnya.

Sebelumnya, Ahmad Fathanah tak menampik memiliki hubungan spesial dengan Tri Kurnia Rahayu. Padahal, pesakitan perkara suap peningkatan kouta impor daging dan pencucian uang ini telah memiliki istri, Sefty Sanustika.

Pengakuan itu tanpa ragu disampaikan Fathanah saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Lutfhi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (11/10/2013). Fathanah mengungkapkan memiliki hubungan dengan Tri Kurnia itu setelah jaksa penuntut umum KPK Rini Triningsih mengkonfirmasi soal sederet tranfer uang yang dilakukan Fathanah ke wanita yang dikabarkan teman istrinya tersebut.

Jumat, 11 Oktober 2013

Fathanah Bantah Pernah Punya Istri Pramugari

Ahmad Fathanah menggendong putrinya saat menunggu sidang perdana di Pnegadilan Khusus Tindak Korupsi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang Ahmad Fathanah membantah memiliki istri seorang pramugari. Menurut Fathanah, informasi itu hanya isu.

Hal ini dikatakan Fathanah ketika awalnya Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango menanyakan istri-istri Fathanah terkait dugaan pencucian uang. "Istri sempat punya empat ya?" tanya Nawawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

"Sempat," jawab Fathanah sambil tersenyum.

Keempat istri Fathanah itu adalah Siti Fatimah yang dinikahi tahun 1993, Dewi Kirana yang dinikahi tahun 1999, kemudian Surti Gulyanti dinikahi pada 2008. Setelah bercerai, Fathanah menikahi siri Sefti Sanustika yang menjadi istrinya hingga saat ini.

Hakim Nawawi kemudian menanyakan siapa istri Fathanah yang seorang pramugari. "Isu, isu, Yang Mulia," jawab Fathanah.

Sebelumnya, saat memberi kesaksian di persidangan, Ahmad Maulana membenarkan bahwa Fathanah pernah memiliki istri seorang pramugari. Maulana merupakan rekan dekat Fathanah. Mantan istri maupun istri Fathanah disebut menerima aliran dana terkait dugaan pencucian uang.

Fathanah juga pernah mengirim uang kepada sejumlah wanita, di antaranya model Vitalia Syesya dan artis Ayu Azhari.

Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Dia juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, dan membelanjakan harta kekayaan. Diduga, harta tersebut berasal dari tindak pidana korupsi.

KPK: Tanpa Bukti, Kesaksian LHI soal Bunda Putri

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja. Busyro Muqoddas. Abraham Samad. dan Zulkarnaen (kiri ke kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen. Senayan, Jakarta.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan, pihaknya masih mendalami perihal sosok Bunda Putri dalam perkara dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Pendalaman diperlukan lantaran hingga saat ini belum ada bukti keterlibatan Bunda Putri. 

"Keterangan yang disampaikan di pengadilan kita menganggapnya sebagai keterangan yang berdiri sendiri, tidak punya nilai pembuktian, tidak didukung oleh fakta-fakta, bukti-bukti lain," kata Abraham di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/10/2013). 

Hal itu dikatakan Abraham ketika dimintai tanggapan kesaksian terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor Jakarta perihal Bunda Putri. 

Meski demikian, Abraham menambahkan, belum tentu pernyataan LHI itu tidak benar. Hanya, keterangan itu tidak didukung kesaksian orang lain atau bukti lain. "Oleh karena itu kita masih dalami," ucapnya. 

Seperti diberitakan, sosok Bunda Putri terungkap dalam rekaman percakapan antara LHI dan Ridwan Hakim yang disadap KPK. Bunda Putri digambarkan sebagai sosok penting yang bisa memengaruhi para pengambil kebijakan. Bunda Putri bisa memindahkan para pejabat di kementerian, bahkan, dalam percakapan, bisa membuat lurah pusing. 

Ketika bersaksi di sidang terdakwa Fathanah, LHI menyebut Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden. Bunda Putri disebut sangat tahu informasi mengenai kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet. 

Pernyataan itu langsung dibantah Presiden. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu disebut Presiden sebagai pembohong dan hanya ingin mengalihkan isu. Presiden meminta KPK menuntaskan penyidikan perkara itu.

KPK Belum Berencana Periksa Bunda Putri

Juru Bicara Johan Budi SP
Komisi Pemberantasan Korupsi merasa belum perlu memeriksa Bunda Putri, wanita yang disebut dalam persidangan kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang. Bunda Putri hingga kini juga belum diketahui identitas aslinya.

"Sampai saat ini masih belum (rencana periksa)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Menurut Johan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pasti akan memerintah Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menghadirkan Bunda Putri jika diperlukan. "Kalau hakim mendengar keterangan seorang saksi atau terdakwa yang sebut nama, kemudian perlu dihadirkan, kan hakim bisa perintah jaksa untuk hadirkan," ujar Johan.

Bunda Putri pertama kali terungkap ketika Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin, bersaksi untuk Fathanah. Kemudian Menteri Pertanian Suswono mengaku pernah ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Suswono mengenal Bunda Putri sebagai pengusaha dan memiliki pabrik pupuk di Kalimantan. Namun, keduanya mengaku tidak tahu nama asli Bunda Putri.

Terakhir, kesaksian mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyatakan bahwa Bunda Putri orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena itu, Luthfi menanyakan kebijakan reshuffle kepada Bunda Putri. Selain itu, menurut Luthfi, Bunda Putri adalah anak salah satu pendiri Partai Golkar.

Namun, Luthfi juga mengaku tak tahu identitas asli Bunda Putri. Menurut informasi yang beredar di internal Komisi IV DPR, Bunda Putri merupakan istri Hasanuddin Ibrahim alias Odeng yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Suswono Tak Lagi Komentari Bunda Putri

Menteri Pertanian Suswono
Setelah nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terseret, Menteri Pertanian Suswono tidak mau lagi berkomentar perihal sosok Bunda Putri. 

"Saya enggak mau berkomentar itu lagi," kata Suswono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/10/2013), ketika ditanya soal Bunda Putri. 

Ketika didesak wartawan, sambil meninggalkan wartawan, Suswono menjawab sama.
Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, nantinya akan disampaikan kepada publik siapa sebenarnya Bunda Putri. Saat ini, kata dia, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai Bunda Putri. 

"Kita hanya ingin tahu Bunda Putri seperti apa karena sudah mempermainkan seperti itu," kata Sudi. 

Lalu, siapa yang akan menyampaikan kepada publik soal Bunda Putri? Sudi mengaku belum tahu. 

Seperti diberitakan, Presiden SBY menyebut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) berbohong. Pernyataan itu terkait kesaksian LHI yang mengaitkan SBY dengan sosok Bunda Putri dalam perkara dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. 

Ketika bersaksi di sidang terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/10/2013), LHI mengatakan, Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden. Bunda Putri disebut sangat tahu informasi mengenai kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet. 

Merasa tidak kenal, Presiden lalu mencari tahu siapa Bunda Putri. Informasi dari Suswono dan Wamentan Rusman Heriawan, Bunda Putri adalah istri salah satu pejabat Kementan. Ia eksportir asal Cilimus, Jawa Barat. 

Presiden tetap meminta jajarannya untuk mengumpulkan info soal Bunda Putri, termasuk apa tujuan dari pernyataan LHI.

KPK: Pemeriksaan Tak Tergantung Kegundahan Presiden

Juru Bicara KPK Johan Budi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono geram ketika dikaitkan dengan Bunda Putri oleh mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terkait suap impor sapi. Presiden membantah kesaksian Luthfi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tersebut.

Meski demikian, KPK merasa belum perlu memeriksa Bunda Putri yang belum diketahui pasti identitasnya ini. "Memeriksa seseorang itu bukan tergantung dari kegundahan Presiden. Enggak ada hubungannya. Jadi keterangan terdakwa atau saksi di persidangan tentu harus dilihat konteks penyebutan nama itu," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK RI, Jumat (11/10/2013).

Menurut Johan, Jaksa Penuntut Umum KPK pasti akan memanggil Bunda Putri jika diperlukan Sebelumnya, Luthfi mengaku pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurutnya Bunda Putri tahu mengenai informasi kebijakan reshuffle kabinet Indonesia Bersatu II lantaran dekat dengan Presiden.

Bantahan Presiden disampaikan pada Kamis malam di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Bunda Putri orang yang sangat dekat dengan Presiden, 1.000 persen Luthfi bohong. Saya tidak tahu, saya tidak kenal, dan tidak ada kaitan dengan saya," kata Presiden. Nada bicara Presiden sedikit tinggi.

Presiden mengatakan, lantaran tidak mengenal, dirinya langsung mencari tahu siapa Bunda Putri. Presiden mengaku memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi untuk menghubungi Menteri Pertanian Suswono. Menurut penjelasan Suswono, kata Presiden, Bunda Putri adalah istri salah satu pejabat di Kementerian Pertanian.

Presiden lalu meminta stafnya yang lain menghubungi Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan untuk menanyakan hal yang sama. Jawaban serupa diterima dari Rusman.

SBY ingin Hukum Bicara, Bukan Opini

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap semua pihak menjaga wibawa dan kehormatan pengadilan. Hukum yang harus berbicara dalam penyelesaian masalah tindak pidana. 

"Biarlah hukum yang berbicara, bukan politik. Biarlah para hakim yang memutuskan berdasarkan bukti otentik. Biarlah pengadilan kita berdiri tegak di atas bukti yang solid, bukan oleh opini yang menyesatkan dan menciptakan kabut yang menutupi peristiwa yang sesungguhnya," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa di Jakarta, Jumat (11/10/2013). 

Presiden SBY saat memberi tanggapan atas kesaksian Luthfi Hasan Ishaaq sesaat setelah Presiden tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara di Halim Perdanakusuma Jakarta Timur
Hal itu dikatakan Daniel menyikapi pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah yang meragukan bantahan Presiden Yudhoyono terkait Bunda Putri. Daniel mengatakan, Presiden berharap pengadilan bebas dari pengaruh politik mana pun. Pengadilan juga diharapkan mampu menguji kebenaran setiap keterangan para saksi atau terdakwa. 

"Pengadilan yang transparan harus mampu membuat semuanya jelas agar publik bisa membedakan apa yang dapat diklarifikasi sebagai keterangan, petunjuk, bukti, atau sekadar bualan semata untuk menjatuhkan kebenaran dari jangkauan hukum," kata Daniel. 

Seperti diberitakan, Fahri menyebut Presiden Yudhoyono hanya berpura-pura tidak mengenal Bunda Putri. Ketika bersaksi, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyebut Bunda Putri sangat dekat dengan Presiden Yudhoyono. 

Menurut Fahri, setiap orang yang mengatasnamakan Presiden Yudhoyono selalu dikonfirmasi terlebih dulu oleh LHI. Sebaliknya, Presiden menyebut LHI sebagai pembohong dan hanya ingin mengalihkan kasus dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Siapa Sosok Bunda Putri?

Presiden SBY saat memberikan penjelasan mengenai kesaksian terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq
Sosok Bunda Putri menjadi terkenal saat disebut berkali-kali dalam persidangan perkara kasus dugaan korupsi impor daging sapi. Bunda Putri juga disebut memiliki sebuah perusahaan pupuk dan memiliki pengaruh ke pihak Istana untuk mengatur reshuffle atau perombakan kabinet.

Lalu, siapakah sosok Bunda Putri?

1. Bunda Putri dan Luthfi Hasan Ishaaq
Nama Bunda Putri disebut oleh mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (10/10/2013). Luthfi mengaku kenal dengan Bunda Putri lantaran dikenalkan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

Ia mengatakan tidak tahu nama asli Bunda Putri. Namun, Luthfi mengetahui bahwa saat berkunjung ke rumah Bunda Putri, terdapat foto dari ayah Bunda Putri yang merupakan pendiri Golkar. Luthfi pun menuturkan Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Luthfi pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pasca-penangkapan Ahmad Fathanah oleh KPK. Luthfi langsung menanyakan adakah rencana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu. Ia mengaitkan penangkapan Fathanah dengan isu kebijakan reshuffle oleh Presiden. Sebab, awalnya, ia mendengar kabar ada seorang sopir menteri yang juga ditangkap KPK. Penangkapan itu diduga hanya untuk menggeser jabatan menteri dari PKS.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun memiliki rekaman perbincangan pada Januari 2013. Di dalam rekaman itu, Luthfi menyebut Bunda Putri adalah seseorang yang mengondisikan para pengambil keputusan. Awalnya pembicaraan antara Luthfi dan Ridwan melalui telepon.

2. Bunda Putri dan Anak Petinggi PKS
Ridwan Hakim adalah putra Hilmi Aminuddin. Dia juga mengenal sosok Bunda Putri. Menurutnya, Bunda Putri adalah seorang mentor bisnis. Pada saat Fathanah ditangkap, Ridwan tengah berada di rumah Bunda Putri. Anehnya, ketika itu Bunda Putri meminta Ridwan untuk menyambungkan telepon kepada Luthfi untuk menanyakan soal duduk perkara penangkapan tersebut.

3. Bunda Putri dan Menteri Pertanian
Bunda Putri yang dikenal memiliki jaringan luas juga diketahui mengenal Menteri Pertanian Suswono. Menteri asal PKS ini mengaku pernah mendatangi pabrik pupuk organik milik Bunda Putri di Kalimantan.

"Pernah waktu itu di Kalimantan Barat ketika mengunjungi pabrik pupuk organiknya dia. Seingat saya, itu pertama kalinya saya ketemu," ujar Suswono di Kompleks Parlemen, Rabu (5/9/2013).

Suswono mengungkapkan, selain pertemuan itu, dia juga sempat melihat Bunda Putri dalam acara PKK yang dihadiri Presiden. Ketika itu, lanjutnya, Presiden hadir dalam rangka perencanaan gerakan perempuan untuk pekarangan. Saat dicecar wartawan tentang identitas Bunda Putri, Suswono terus mengelak.

"Yang pasti dia tidak bermain di Kementan (Kementerian Pertanian)," ujar Suswono.

4. Bunda Putri, istri Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian
Beredar informasi dari internal Komisi IV DPR RI, sosok Bunda Putri adalah istri dari Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim alias Odeng. Odeng pun sempat terlihat gugup saat seluruh media massa membidik wajahnya lewat kamera di dalam rapat pada 5 September lalu.
Seusai rapat, Odeng tidak memberi jawaban yang tegas saat dikonfirmasi mengenai kabar bahwa Bunda Putri adalah istrinya. Odeng tidak membantah, tetapi juga tidak membenarkan dengan alasan tak ingin hal-hal pribadinya, seperti keluarga, diusik.

"Pertanyaan yang dimaksud makhluk Allah namanya Bunda, saya tidak mengerti, kan banyak. Nama bisa sama, siapa pun bisa mirip. Pastikan dulu. Saya enggak mau ditanya soal rumah tangga saya, clear," tandasnya.
5. Bunda Putri dan GolkarBerdasarkan keterangan Luthfi, Bunda Putri adalah anak dari pendiri Partai Golkar. Menurut sumber internal Golkar, Bunda Putri adalah anak Mayjen TNI Achmadi, mantan Menteri Penerangan di Kabinet Dwikora era Orde Lama.

Namun, sumber itu tidak mengetahui apakah Achmadi adalah pendiri partai. Dia hanya menyebutkan bahwa Achmadi memiliki anak bernama Gina yang bertugas di Jepang dan Sugeng yang bekerja sebagai staf salah satu departemen.

Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Priya Ramadhani menuturkan Achmadi adalah Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta tahun 1980-an. Dia memiliki anak banyak. Salah satu anaknya, kata Priya, menikah dengan mantan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fajar Panjaitan.

“Tapi saya tidak tahu kalau ada anaknya yang bernama Bunda Putri atau Non Saputri seperti yang ditanyakan tadi,” ungkap Priya, saat dihubungi Jumat (11/10/2013) siang ini.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung pun tak mengetahui sosok Bunda Putri. “Saya tidak tahu siapa itu Bunda Putri, baru dengar juga. Siapa ayahnya?” tutur Akbar.

Saat ditanyakan soal Achmadi, Akbar mengakui pernah mengenal nama itu. “Saya pernah dengar nama ini, tapi enggak tahu siapa saja anaknya,” ucap Akbar.

Hingga kini, sosok Bunda Putri masih misterius. Meski demikian, Presiden sudah menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasi pernyataan Luthfi terkait Bunda Putri. SBY marah dan menyatakan semua yang dikatakan Luthfi adalah kebohongan. Ia pun sudah mengklarifikasinya ke Menteri Pertanian, Menteri Sekretaris Negara, hingga pihak keluarga.

Dari keterangan itu, Presiden baru mengetahui bahwa Bunda Putri adalah istri dari seorang pejabat di Kementerian Pertanian. SBY berjanji akan mengumpulkan informasi untuk membuka sosok Bunda Putri. 

Kamis, 26 September 2013

Ayu: Artis biasa memfollow-up pekerjaan dengan merayu & mendesah

Sidang lanjutan Ahmad Fathananh.
Mantan model panas Ayu Azhari membantah punya hubungan spesial dengan terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. Padahal dalam rekaman percakapan telepon antara Ayu dan Fathanah yang dimiliki Jaksa KPK, jelas menunjukkan keduanya berhubungan dekat layaknya kekasih.

Namun Ayu membantah. Dia mengatakan, "tidak," saat ditanya oleh Jaksa KPK Guntur Ferry, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9) soal kedekatannya dengan Fathanah. Jaksa bertanya karena pemberian uang dari Fathanah diduga dari hasil pencucian uang.

Atas pertanyaan dari Jaksa, penasehat hukum dari terdakwa Fathanah merasa keberatan. Namun, Hakim Ketua Nawawi langsung menengahi dan meminta pertanyaan soal hubungan antara Ayu dan Fathanah itu dilanjutkan.

"Kalau hubungan asmara tidak. Kalau saya sebagai artis biasa memfollow up pekerjaan dengan bahasa yang merayu-rayu dan mendesah," jawab Ayu lagi.

Dengan jawaban Ayu itu, Hakim Nawawi kemudian bertanya lagi apa suara desahan merupakan hal yang lumrah. "Itu penilaian, yang Mulia. Seperti mata saya yang dianggap sayu. Kalau mendesah, itu mungkin karena panggilan sayang atau abang (kepada Fathanah)," ujarnya.

Mendengar jawaban Ayu, Jaksa KPK pun langsung meminta izin untuk mendengarkan rekaman percakapan antara Ayu dan Fathanah. "Ini berkaitan dengan pemberian uang, yang mulia. Kami tak bermaksud membuat persidangan di luar konteks dengan membuka hubungan pribadi," kata Muhibuddin.

Sayangnya, Hakim Nawawi tidak memberikan izin karena penjelasan Ayu dinilai sudah cukup.

Soal desahan Ayu Azhari, Fathanah bilang 'jangan ada istri saya'

Sidang lanjutan Ahmad Fathananh.
Terdakwa kasus suap pengurusan kuota dan pencucian uang Ahmad Fathanah tampaknya enggan disinggung kembali soal rayuan dan desahan Ayu Azhari yang terungkap di persidangan. Fathanah sungkan ditanya soal itu oleh wartawan lantaran merasa kasihan dengan istrinya, Septy Sanustika.

"Jangan, jangan, itu kawan, ini tidak etis, ada istri saya. Kasihan kalau Anda ungkap lagi," ujarnya usai bersidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9).

Fathanah juga mengelak pernah mendengar desahan maupun rayuan Ayu kepadanya. "Tolonglah saya, ketiga, saya enggak pernah tuh dengar desahan dan rayuan," ujarnya.

Namun, Fathanah tak membantah jika Ayu memanggil dirinya dengan sebutan 'sayang'. Dan hal itu, lanjut Fathanah, merupakan hal yang wajar karena hubungan profesionalisme.

"Aaaa, itu mungkin dia 20-30 sayang-sayangnya sama yg lain. Kita kan profesional saja lah," ujarnya.

Sebelumnya di persidangan, Ayu Azhari membantah dirinya punya hubungan asmara dengan Fathanah. Namun, dia mengaku suka merayu dan mendesah kepada Fathanah.

"Kalau hubungan asmara tidak. Kalau saya sebagai artis biasa mem-follow up pekerjaan dengan bahasa yang merayu-rayu dan mendesah," kata Ayu.

Dengan jawaban Ayu itu, Hakim Nawawi kemudian bertanya lagi apa suara desahan merupakan hal yang lumrah. "Itu penilaian, yang Mulia. Seperti mata saya yang dianggap sayu. Kalau mendesah, itu mungkin karena panggilan sayang atau abang (kepada Fathanah)," ujarnya.

Mendengar jawaban Ayu, Jaksa KPK pun langsung meminta izin untuk mendengarkan rekaman percakapan antara Ayu dan Fathanah. "Ini berkaitan dengan pemberian uang, yang mulia. Kami tak bermaksud membuat persidangan di luar konteks dengan membuka hubungan pribadi," kata Muhibuddin.

Sayangnya, Hakim Nawawi tidak memberikan izin karena penjelasan Ayu dinilai sudah cukup.

Desahan Ayu Azhari bikin Fathanah keluarkan uang puluhan juta

Ayu Azhari jadi saksi di Sidang AF.
Mantan artis seksi Ayu Azhari menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah. Beberapa waktu lalu, Ayu pernah dijanjikan Fathanah untuk menyanyi dalam acara kampanye PKS.

Menengok ke belakang, walau proyek menyanyi di kampanye PKS itu tidak jadi, rupanya Fathanah sudah memberikan uang muka pada Ayu Azhari. Kakak Sarah dan Rahma Azhari ini sudah dapat Rp 20 juta plus USD 1.800. Total sekitar Rp 38 juta.

Saat kasus ini ramai dibicarakan, Ayu mengembalikan uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 3 Mei lalu. Dia pun mengaku menjadi korban pekerjaan Fathanah.

Yang menarik, percakapan Fathanah dan Ayu cukup mesra. Ayu membantah punya hubungan spesial dengan Fathanah. Tapi dia memang merayu Fathanah agar proyek menyanyi itu jadi. Semua ini terungkap di pengadilan.

"Kalau hubungan asmara tidak. Kalau saya sebagai artis biasa memfollow up pekerjaan dengan bahasa yang merayu-rayu dan mendesah," kata Ayu di persidangan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9).

Ayu pun mengaku tak segan memanggil Fathanah dengan sebutan sayang. Menurut Ayu, panggilan sayang itu lebih kepada hubungan kerja. Namun, Ayu tak menampik jika dirinya disebut merayu Fathanah dengan panggilan sayang itu.

"Kalau suara saya yang mendayu-dayu dan mata saya yang sayu, makanya saya jadi Ayu Azhari," ujarnya sambil tertawa.

Ayu mengatakan menjadi seorang artis atau penyanyi harus pintar merayu. Hal itu agar dapat uang tambahan termasuk uang dari terdakwa kasus pencucian uang Ahmad Fathanah.

"Ya semua (pintar merayu). Kalau biduan pintar ngerayu kalau di panggung biduan gak pintar ngerayu penonton nggak semangat," ujar Ayu.

Meski merayu, Ayu mengungkapkan sosok Fathanah tidak pernah merayu dirinya. Ditanya soal rekaman percakapan dengan suara desahannya dengan Fathanah, Ayu mencoba mengelak.

"Banyak hal yang saya tidak ingat. Saya mencoba melupakan kasus ini. Saya sudah berikan keterangan semoga bermanfaat," ujarnya.

Ketika ditanya soal desahan Ayu yang katanya seksi itu, Fathanah mengelak.
"Jangan, jangan, itu kawan, ini tidak etis, ada istri saya. Kasihan kalau Anda ungkap lagi," ujarnya usai bersidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9).

Fathanah juga mengelak pernah mendengar desahan maupun rayuan Ayu kepadanya. "Tolonglah saya, ketiga, saya enggak pernah tuh dengar desahan dan rayuan," ujarnya.

Namun, Fathanah tak membantah jika Ayu memanggil dirinya dengan sebutan 'sayang'. Dan hal itu, lanjut Fathanah, merupakan hal yang wajar karena hubungan profesionalisme.
"Aaaa, itu mungkin dia 20-30 sayang-sayangnya sama yg lain. Kita kan profesional saja lah," ujarnya.

Kasus ini masih bergulir, dengan sejumlah wanita cantik yang pernah berhubungan dengan Fathanah. Tentu masih banyak kejutan lagi.

Senin, 26 Agustus 2013

Saksi sebut Fathanah kerap catut nama Luthfi Hasan Ishaaq

Ahmad Fathanah.
Ada pengakuan menarik dari saksi Ahmad Rozi, dalam persidangan terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. Menurut Rozi, di beberapa kesempatan Fathanah justru sering mencatut nama mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq.

"Kata Ustaz Luthfi, 'ente kan tahu dia (Fathanah) sering catut nama ana.' Contohnya, pernah ada pengusaha bernama Soni Samapta. Dia bilang diminta terdakwa untuk menyediakan uang Rp 500 juta. Katanya buat Ustaz Luthfi," kata Rozi saat bersaksi dalam sidang Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8).

Lantas, lanjut pria yang juga salah satu anggota tim kuasa hukum Fathanah itu, mengkonfirmasi laporan Soni kepada Luthfi. Malah, dia mempertemukan keduanya.

"Saya lapor ke Ustaz Luthfi. Ustaz Luthfi mengatakan demi Allah, enggak pernah minta uang itu. Malah minta dipertemukan dengan Soni. Kemudian dijelaskan semuanya," ujar Rozi.

Dapat proyek, Ahmad Fathanah lapor Sespri Luthfi Hasan

Ahmad Fathanah.
Terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, nampaknya tidak bekerja seorang diri dalam menggarap berbagai proyek di Kementerian Pertanian. Bahkan, menurut saksi Ahmad Zaky, sekretaris mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, suami Sefti Sanustika itu pernah menghubunginya usai mendapat proyek.

Zaky yang juga menjabat manajer PT Siroj Inti Buana, perusahaan milik Luthfi, berkelit tidak terlalu akrab dengan Fathanah. Menurut dia, justru Fathanah lebih akrab dengan bosnya.

"Saya kenal terdakwa. Dia teman atasan saya. Ustaz Luthfi," kata Zaky saat bersaksi dalam sidang Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8).

Zaky mengatakan pernah suatu waktu dihubungi oleh Ahmad Fathanah. Menurut penjelasan dia, saat itu Fathanah bicara soal komisi proyek, tapi tak jelas soal proyek apa.

"Ahmad Fathanah pernah menelepon saya. Kata dia, 'Zaky, saya dapat nih orang yang akan bantu kita, saya bantu dia, kita dapat fee'," ujar Zaky.

Lantas, Hakim Anggota I Made Hendra mencecar Zaky apakah dia memberitahukan kabar itu kepada Luthfi. Tetapi, Zaky berdalih tidak meneruskan kabar itu kepada atasannya.

"Tidak saya teruskan. Itu untuk saya sendiri," lanjut Zaky.

Ahmad Rozi pernah diminta Luthfi Hasan nasehati Fathanah

Sidang lanjutan Ahmad Fathanah.
Dalam persidangan terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, saksi Ahmad Rozi mengatakan pernah diminta oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, menasehati Fathanah. Tetapi, menurut dia, hal itu tidak pernah dia lakukan, bahkan sampai dua orang itu terbelit perkara sama.

Menurut kesaksian Rozi, Luthfi Hasan Ishaaq memintanya mengingatkan Fathanah soal tabiat buruknya. Yakni mencatut nama Luthfi Hasan.

"Tapi saya tanya balik ke Ustaz Luthfi. 'Ustaz sudah pernah nasehatin?' Dia bilang sudah. Terus saya berpikir, Ustaz Luthfi yang nasehati saja enggak didengar, apalagi saya," kata Rozi sembari tersenyum, saat bersaksi dalam sidang Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8).

Lantas, Rozi mengatakan pernah diminta tolong oleh Luthfi mencarikan data-data terkait impor daging sapi. Menurut dia, permintaan Luthfi lantaran terdesak keadaan maraknya peredaran daging celeng dan tikus di pasaran, akibat mahalnya harga daging sapi.

Saksi sebut Fathanah suka bagikan uang saat sedang gembira

Sidang perdana Fathanah.
Pengakuan unik meluncur dari saksi Ahmad Zaky, soal sosok terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. Menurut dia, dikala senang, suami Sefty Sanustika itu dikenal sering bagi-bagi uang.

Zaky yang juga sekretaris mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, mengakui hal itu dalam persidangan Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8). Menurut manajer PT Siroj Inti Buana, perusahaa milik Luthfi, Fathanah memang dikenal royal jika menyangkut urusan fulus.

"Saya pernah menerima transfer uang dari terdakwa. Ada tiga kali. Ada yang Rp 5 juta, Rp 7 juta, dan Rp 50 juta," kata Zaky.

"Itu uang apa?," tanya Hakim Anggota I Made Hendra.

"Itu dikasih saja. Kalau beliau lagi happy (senang), dia (Fathanah) bilang ke saya, 'Zaky, ini saya mau kasih kamu uang.' Kadang uangnya saya kasih lagi ke office boy," lanjut Zaky.

Lantas, Hakim I Made Hendra bertanya soal transfer uang Rp 50 juta dari Fathanah kepada Zaky.

"Itu buat bayar hutang. Hutang pak Luthfi ke saya. Utang buat membangun rumah," ucap Zaky.

Hakim Aswijon lantas mencecar Zaky soal mobil pribadi Fathanah. Tetapi, Zaky mengaku tidak tahu mobil apa yang dipunyai Fathanah.

"Mobilnya terdakwa saya enggak tahu. Soalnya mobilnya berubah terus," sergah Zaky.

Lantas, Hakim Aswijon bertanya apakah pernah Fathanah memberika sebuah mobil Mitsubishi Pajero kepada Luthfi.

"Itu saya enggak tahu," jawab Zaky.

Sespri Luthfi Hasan bahas komisi impor daging dengan Fathanah

Luthfi Hasan Ishaaq salam metal.
Saksi Ahmad Zaky mengakui pernah membahas soal komisi pengurusan penambahan kuota impor daging sapi dengan terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. Tetapi, menurut sekretaris mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, proyek itu batal.

"Pernah suatu waktu pak Fathanah menghubungi saya soal proyek kuota impor daging sapi. Tapi saya tidak tahu siapa yang mengajukan," kata Zaky saat bersaksi dalam sidang Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8).

Menurut Zaky, dia dijanjikan oleh Fathanah mendapat komisi sebesar Rp 1000 per kilogram.

"Dia (Fathanah) waktu itu bilang, 'Zaky ini saya mau dapat proyek, fee-nya Rp 3000 per kilogram. Kamu nanti dapat Rp 1000'," ujar Zaky.

Kemudian, Zaky ditanya oleh majelis hakim apakah hal itu jadi terlaksana. Dia juga ditanya apakah ada pihak lain yang ditawari komisi oleh suami Sefti Sanustika itu.

"Akhirnya enggak dapat. Tidak jadi yang mulia. Batal," lanjut Zaky.

Bawa nama Luthfi, Fathanah minta Rp 3 M ke bos Indoguna

Ahmad Fathanah tertawa.
Saksi Ahmad Rozi mengungkapkan terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, pernah meminta uang Rp 3 miliar kepada Presiden Direktur PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. Tetapi, menurut Rozi, yang juga penasehat hukum Fathanah, uang sejumlah itu tidak jadi diberikan.

Rozi mengakui pernah diminta mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, menghubungi saksi Elda Devianne Adiningrat alias Bunda alias Dati soal dan meminta data kebutuhan impor daging pada 2013. Rozi yang juga kuasa hukum perusahaan Elda, PT Radina Niaga Mulia, menelepon kliennya keesokan harinya. Tetapi, perusahaan Elda tidak pernah bergerak di bidang impor daging sapi, melainkan penyedia benih tanaman.

"Saat saya telepon, Ibu Elda mengatakan data itu akan disiapkan," kata Rozi saat bersaksi dalam sidang Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8).

Namun, saat itu juga, Elda mengatakan kepada Rozi ada permintaan uang Rp 3 miliar dari Fathanah kepada Elizabeth.

"Bu Elda sampaikan ke saya ada permintaan Rp 3 miliar dari Fathanah ke bu Elizabeth. Kata Elda, Fathanah mengatakan uang itu permintaan Ustaz Luthfi," ujar Rozi.

Mendengar kabar itu, Rozi lantas mengkonfirmasinya kepada Luthfi Hasan Ishaaq. Tetapi, Luthfi menampik permintaan uang itu.

Tutupi peran anak Hilmi Aminuddin, hakim ancam 2 saksi

ridwan hakim usai diperiksa kpk.
Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango dalam sidang terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, mengancam akan memidanakan dua saksi, Ahmad Rozi dan Denny Pramudia Adiningrat. Menurut Hakim Nawawi Pomolango, keduanya dianggap tidak memberikan keterangan sebenarnya, terkait dugaan peran Ridwan Hakim dalam perkara itu.

Hakim Ketua Nawawi Pomolango awalnya ingin mengungkap soal peran Ridwan Hakim, anak keempat dari Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, dari saksi Rozi dan Denny. Dalam Berita Acara Pemeriksaan Rozi terungkap, dia pernah berbicara dengan Luthfi.

"Saat itu Ustaz Luthfi mengatakan akan berbicara kepada Ridwan Hakim supaya tidak ikut campur dalam urusan kuota impor daging sapi," kata Rozi saat bersaksi dalam sidang Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (26/8).

Lantas, Hakim Ketua Nawawi bertanya apa maksud Luthfi akan bicara dengan Ridwan supaya tidak ikut campur dalam urusan kuota impor daging. Tetapi, Rozi tetap berkelit tidak tahu soal itu. Sama halnya dengan saksi Denny. Suami saksi Elda Devianne Adiningrat itu juga berdalih tidak tahu soal hasil pertemuan di Fathanah dan istrinya di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kepada saksi saya ingatkan, ada rumusan dalam pasal 22 KUHPidana, yakni saksi yang tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan palsu akan dipidana. Ancamannya tdk main-main. Minimal 3 tahun penjara, maksimal 12 tahun penjara. Saya peringatkan, majelis tidak segan-segan menggunakan istrumen ini dalam perkara tindak pidana korupsi yang tergolong kejahatan luar biasa," ujar Hakim Ketua Nawawi.

Namun, meski diperingatkan hakim, baik Denny dan Rozi tetap pada keterangannya.