Sabtu, 01 Juni 2013

Rakyat AS Menentang Intervensi Militernya di Suriah

Senator partai republik AS John McCain

Mayoritas luas orang Amerika Serikat (AS) mengatakan pemerintahnya harus menghindari mengambil tindakan militer di Suriah, kata satu jajak pendapat baru.

Kantor berita Cina, Xinhua, pada Jumat (31/5) mengutip jajak pendapat Gallup yang dilakukan pada 28-29 Mei menunjukkan bahwa 68 persen orang Amerika menyuarakan penentangan terhadap campur tangan militer AS di Suriah, dibandingkan dengan 24 persen yang mendukung tindakan tersebut.

Pada saat yang sama, 58 persen orang Amerika mengatakan mereka tidak optimis bahwa krisis di Suriah akan diselesaikan melalui cara diplomatik dan ekonomi, sementara 27 persen setuju bahwa upaya-upaya tersebut akan berhasil, kata jajak pendapat.

Rakyat AS juga kurang memperhatikan krisis di Suriah, saat jajak pendapat menemukan bahwa kurang dari 49 persen responden mengatakan mereka mengikuti berita tentang krisis di Suriah. "Dengan demikian, Amerika tampaknya memiliki preferensi yang jelas untuk menjaga tentara AS keluar dari krisis di Suriah, meskipun mereka perkirakan upaya diplomatik akan gagal untuk menyelesaikan krisis," kata Gallup.

Hasil jajak pendapat itu muncul pada saat para pejabat AS dan Senat terus campur tangan dalam urusan Suriah di mana Senator Partai Republik, John McCain, menyusup ke wilayah Suriah dan mengumumkan dukungannya terhadap kelompok bersenjata dan menyediakan kepada mereka dengan lebih banyak senjata.

Sebelumnya, satu jajak pendapat yang dilakukan pada akhir Mei menunjukkan bahwa 62 persen orang Amerika menentang intervensi militer AS di Suriah.
 
Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/06/02/mnqntr-rakyat-as-menentang-intervensi-militernya-di-suriah

Keluarga Minta Polisi Usut Pelaku dan Dalang Pembunuhan Tito Kei

Warung yang menjadi lokasi penembakan Tito Refra Kei, di Jalan Titian Raya Indah, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2013). Tito Kei yang merupakan adik kandung John Kei, dan Ratim pemilik warung tewas ditembak pada Jumat, 31 Mei sekitar pukul 20.00 WIB. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES


Juru bicara keluarga Tito Kei, Cosmas Refra, meminta polisi mengusut tuntas penembakan oleh orang tak dikenal yang menewaskan Tito Kei, di Bekasi Jumat (31/5/2013).
"Saya selaku keluarga korban, dan juga lawyer almarhum, yang pertama  kami mengharapkan sangat dari penyidik kepolisian, siapapun pelaku dan otak dibalik peristiwa ini, dituntaskan perkaranya. Kita sebagai keluarga tidak mencurigai (pihak) siapapun," kata Cosmas, di rumah duka, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2013).
Ayah Tito Kei, Paulinus Refra juga mengutarakan hal senada.
"Kita semua akan mati, kita titipan, baik orang besar orang kecil sama. Tito sudah dipanggil Tuhan, itu nanti Tuhan yang atur, polisi harus usut tuntas," ujar Paulinus.
Tito Refra Kei merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ia ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain kartu domino bersama tiga temanya yakni Gerry, Han, dan Petrus. Penjaga warung, Ratim juga tewas akibat ditembak orang tak dikenal itu.
Keluarga berencana memakamkan jenazah Tito Kei di kampung halamnya, Tual, Maluku Tenggara, Senin (3/6/2013).


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/01/18595424/Keluarga.Minta.Polisi.Usut.Pelaku.dan.Dalang.Pembunuhan.Tito.Kei

Saksi Tak Kenali Penembak Tito Kei

Petugas melihat warung yang menjadi lokasi penembakan Tito Refra Kei, di Jalan Titian Raya Indah, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2013). Tito Kei yang merupakan adik kandung John Kei, dan Ratim pemilik warung tewas ditembak pada Jumat, 31 Mei sekitar pukul 20.00 WIB. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

Penyidik Polres Bekasi Kota telah memeriksa saksi-saksi peristiwa penembakan yang menewaskan Tito Kei, di Jalan Raya Titian Indah RT 03/11, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jumat (31/5/2013). 


Tito Kei ditembak saat bermain kartu dengan teman-temannya, yaitu Gerry, Han, dan Petrus, di warung milik Ratim. Ketiga teman Kei itulah yang dijadikan saksi oleh polisi. Ratim juga tewas ditembak orang misterius itu. 

"Ketiga saksi ini sudah diperiksa. Mereka baru selesai diperiksa pagi tadi," ujar Kapolres Bekasi Kota Kombes Priyo Widiyanto, Sabtu (1/6/2013).

"Pelakunya belum teridentifikasi, karena para saksi juga tidak mengetahui jelas seputar para pelakunya. Mereka fokus ke korban," ucap Priyo.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/01/1950192/Saksi.Tak.Kenali.Penembak.Tito.Kei

Kerabat Tito Kei: Pelaku Bukan Orang Sembarangan

Warung tempat adik John Kei, Tito Refra Kei tewas ditembak, Jumat (31/5/2013) malam. Gambar diambil Sabtu (1/6/2013) pagi. | Kompas.com/Robertus Belarminus

Pembunuhan Fransiskus Refra atau yang akrab disapa Tito Refra Kei mengejutkan para kerabat. Mereka tidak percaya adik kandung John Refra Kei tersebut tewas dibunuh di dekat kediamannya sendiri.
"Ini kan rumah kami, berani betul dia (pelaku) bisa datang ke sini," ujar salah seorang pria, kerabat Tito yang enggan menyebutkan namanya, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (1/6/2013) dini hari. Menurutnya, pelaku pembunuh Tito bukanlah pelaku kriminal sembarangan. Bahkan, pelaku yang mengenakan helm dan jaket tertutup itu diduga terlatih.
Hal itu dilihat dari beberapa informasi yang diperolehnya saat pelaku membunuh Tito. Dikatakannya, pelaku memahami kondisi tempat kejadian perkara dengan baik. Hal itu terlihat dari waktu pembunuhan yang tepat karena saat itu Tito dalam kondisi lengah tanpa kawalan. Terlebih, pelaku mengetahui Tito tengah bermain kartu. Padahal, tidak tiap malam Tito main kartu.
Hal senada diungkapkan Cosmas Refra, pengacara sekaligus adik sepupu Tito. Menurut dia, pembunuhan tersebut diduga direncanakan dengan baik. Pasalnya, pelaku hanya melepaskan satu kali tembakan untuk melumpuhkan Tito dan satu tembakan untuk Ratim (70), pemilik warung tempat Tito bermain kartu.
"Saya menduga pelaku sudah observasi terlebih dahulu, tidak bisa sembarangan orang itu. Kalau tidak ada orang dalam yang memberi info, tidak mungkin orang luar bisa tahu," tambah Cosmas. Meski demikian, kerabat serta keluarga besar Tito Refra mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan tersebut kepada kepolisian. Cosmas berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku pembunuhan ini.
Tito Refra dibunuh dengan cara ditembak di bagian kepala pada Jumat sekitar pukul 20.00 WIB di warung milik Ratim di Jalan Titian Raya Indah, RT 03 RW 11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku diduga berjumlah satu orang.
Selain Tito, pelaku juga menembak hingga tewas pemilik warung berama Ratim (70). Tito tewas dengan peluru menembus bawah mata kanan keluar di rahang kanan. Sementara itu, Ratim tewas dengan luka tembak di dadanya. Jenazah Tito dan Ratim kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi, setelah sempat dilarikan ke RS Ananda di Bekasi.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/01/08083245/Kerabat.Tito.Kei.Pelaku.Bukan.Orang.Sembarangan

Rusia Menawarkan Teknologi Nuklir

Rusia selalu menawarkan peluang pemanfaatan terpadu energi nuklir demi tujuan damai meski salah satu negara sekutunya, Iran, kini dicurigai sedang melakukan pengayaan uranium untuk memproduksi senjata nuklir.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah seminar tentang program nuklir Rusia bertujuan damai yang digelar di Jakarta, Rabu (13/3). Salah satu pembicara dari Rusia adalah Kepala Departemen Infrastruktur Rosatom Overseas YN Busurin.

Busurin mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan bisa membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung dan Rosatom siap membantu mewujudkan itu. ”Kami siap membantu negara lain yang memiliki pemahaman teknologi nuklir yang baik. Kami akan membantu keamanannya, personel, dan yang terkait program antiteror serta proteksi antimiliter,” katanya.

Ditanya tentang sikap Rusia menghadapi dugaan penyalahgunaan energi nuklir, seperti di Iran dan Korea Utara (Korut), Busurin menjawab dengan cara berbeda. Menurut dia, Rusia mengecam program nuklir Korut yang bertujuan militer.

Sementara di Iran, Busurin mengatakan, Rusia membantu pembangunan PLTN di Iran. Ia menambahkan, hingga kini tak ada bukti-bukti yang menguatkan kecurigaan Barat dan AS bahwa program nuklir Iran bertujuan menghasilkan senjata nuklir. Menurut dia, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) juga masih ragu-ragu tentang tuduhan tujuan militer program nuklir Iran.

Pemain utama
Menurut Busurin, Rosatom adalah perusahaan negara Rusia yang bergerak di bidang teknologi nuklir dengan pengalaman selama 65 tahun dan salah satu pemain utama pasar nuklir dunia saat ini. Kompleks nuklir Rosatom memiliki unit produksi dan pengayaan uranium, pabrikasi bahan bakar nuklir, pabrik peralatan tenaga listrik, teknologi pembangkit listrik, serta desain, rekayasa, dan konstruksi PLTN.

Rosatom kini hadir di lebih dari 40 negara di lima benua. Busurin mengatakan, mereka selama ini melayani penyediaan uranium, pembuatan sentrifuga, pengembangan sumber daya manusia di bidang nuklir, sampai keamanan, keuangan, dan operasi PLTN.

Sumber :
http://health.kompas.com/read/2013/03/14/02450864/Rusia.Menawarkan.Teknologi.Nuklir.

Batan Buka Akses Data Daring Tingkat Radiasi


Tingkat radiasi di kawasan Reaktor Serbaguna GA Siwabessy di Puspiptek Serpong dapat diakses masyarakat lewat situs web Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Lewat uniform resource locator (URL) di internet, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menampilkan situs Environmental Radiation Monitoring (ERM) yang menampilkan data spasial kawasan reaktor riset tersebut.
Dari tampilan gambar, diperlihatkan tingkat paparan radiasi di pusat riset secara langsung. ”Data daring akan dapat diakses masyarakat lewat internet mulai akhir Mei,” kata Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Batan Heru Umbara, Senin (20/5).

Selain data pengukuran, dimunculkan pula data dalam bentuk tabel, termasuk tingkatan radiasi dalam hitungan minggu, bulan, hingga tahun.

”Penampilan hasil pemantauan paparan radiasi lingkungan ini bertujuan membangun sistem peringatan dini bahaya radiasi di Puspiptek Serpong dan sekitarnya,” kata Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto.
Saat ini Batan memasang lima monitor gamma di kawasan nuklir Serpong, termasuk di kawasan perumahan Puspiptek. Tahun 2013 akan dipasang sistem pemantau pusat penelitian metalurgi LIPI. Untuk mengukur radiasi atau variabel lingkungan data di situs ERM dapat diakses di alamat URL 192.168.16.9 atau radmon.
Di lingkup nasional, pemantauan tingkat radiasi dilakukan Batan tahun 2005-2012, kata Susilo Widodo, Kepala Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Batan. Parameter yang diukur adalah laju dosis radiasi gamma lingkungan serta konsentrasi radionuklida alam, antara lain Radium 226, Torium 232, dan Kalium 40, dalam sampel tanah permukaan.

Dari survei diketahui bahwa Mamuju, Sulawesi Barat, merupakan daerah dengan radioaktivitas paling tinggi, di atas 3.000 nanosievert (nsv). Daerah dengan tingkatan menengah (500-3.000 nsv) antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Adapun di Bangka Belitung terpantau radiasi Torium tinggi akibat penggalian timah. Data survei dituangkan dalam bentuk Peta Radiasi dan Radioaktivitas Lingkungan.

Sumber :
http://health.kompas.com/read/2013/05/21/02445486/Batan.Buka.Akses.Data.Daring.Tingkat.Radiasi

Israel Terbelah soal Perdamaian Palestina

Pemuda Palestina melemparkan batu ke arah pasukan keamanan

Pemerintah Israel terbelah terkait masalah perdamaian dengan Palestina, kata perunding Isreal yang juga Menteri Kehakiman Tzipi Livni, Kamis (23/5), menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. "Ada perbedaan ideologis di jantung pemerintah," kata Livni kepada radio publik.

Terulurnya perdamaian sejak September 2010 "Hanya melayani kepentingan mereka yang berpikir bahwa setiap hari berlalu (tanpa sebuah perjanjian damai) sehingga memungkinkan mereka untuk membangun rumah baru," katanya. Ia merujuk pada pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina, isu utama yang mencegah perundingan berjalan kembali. "Namun, itu bukan posisi mayoritas penduduk Israel," katanya.

Pernyataan Livni itu muncul beberapa jam menjelang pertemuan dengan Kerry, yang tiba di Israel, Kamis, untuk mendorong dimulai kembalinya pembicaraan pada kunjungan keempat ke daerah itu sejak menjabat pada Februari lalu.

Kerry langsung menuju ke pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia juga akan bertemu dengan Presiden Shimon Peres dan akan pergi ke Ramallah untuk bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Pemerintahan koalisi Israel, yang dipimpin Partai Likud, menentang konsesi pada pembangunan pemukiman, penghentian yang merupakan prasyarat Palestina bagi setiap pembicaraan damai.

Perunding Palestina, Saeb Erakat, mengatakan awal bulan ini bahwa rencana Israel untuk membangun hampir 300 rumah baru di Tepi Barat, dekat Ramallah, adalah bukti negara itu mencoba untuk "menyabotase" upaya AS untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai. "Kami mengecam keputusan baru itu yang membuktikan bahwa pemerintah Israel ingin melakukan sabotase dan merusak upaya AS untuk menghidupkan kembali perdamaian," katanya kepada AFP.  

Sumber :
http://internasional.kompas.com/read/2013/05/23/15232746/Israel.Terbelah.soal.Perdamaian.Palestina?utm_source=health&utm_medium=cpc&utm_campaign=artbox

IAEA: Program Nuklir Iran Alami Kemajuan Signifikan

Foto satelit ini menampilkan fasilitas nuklir Iran di Natanz, di wilayah tengah negeri itu.

Dalam laporan yang dirilis Rabu (22/5/2013), Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyebut Iran membuat kemajuan signifikan dalam program nuklirnya.

IAEA bahkan menyebut kemajuan itu semakin membuka kesempatan Iran untuk memproduksi bom bertenaga nuklir.

Laporan empat bulanan terakhir IAEA menyebut Teheran telah mempercepat instalasi peralatan untuk proses pengayaan uranium di reaktor nuklir Natanz.

IAEA juga memaparkan kemajuan pembangunan sebuah reaktor nuklir lain di Arak, bagian tengah. Reaktor Arak inilah yang dikhawatirkan negara-negara Barat akan menjadi pemasok plutonium untuk Iran.

Di samping perkembangan terbaru reaktor nuklir Natanz, laporan IAEA juga mencatat Iran belum memulai operasi peralatan baru di reaktor Fordo, yang dibangun di perut sebuah gunung di dekat kota suci Qom.

IAEA juga menyebut sejauh ini Iran sudah memproduksi 324 kilogram uranium dengan 20 persen pengayaan. Jumlah ini 44 kilogram lebih banyak dibanding tiga bulan lalu. Namun, dari jumlah itu, sebanyak 140,8 kilogram uranium digunakan untuk produksi bahan bakar.

Para pakar nuklir mengatakan, dibutuhkan sekitar 240-250 kilogram uranium untuk membuat satu unit bom nuklir.

Menanggapi laporan terbaru IAEA ini, Kementerian Luar Negeri AS menilainya sebagai sebuah perkembangan buruk yang menandai satu dekade program nuklir Iran.

Plutonium dan uranium yang sudah melalui proses pengayaan dapat digunakan sebagai bahan pembuat senjata nuklir.

Korea Utara menggunakan plutonium untuk senjata nuklirnya yang diuji coba pada 2006 dan 2009.

Sementara uranium menjadi bahan utama "Little Boy" bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945.
 
Sumber :
http://health.kompas.com/read/2013/05/23/15433772/IAEA.Program.Nuklir.Iran.Alami.Kemajuan.Signifikan