Tampilkan postingan dengan label Piala AFF 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala AFF 2013. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

Ini sosok di balik kata 'jebret' saat Timnas U-19 juara AFF

Valentino Simanjuntak
Ada yang menarik di balik kemenangan Timnas Indonesia meraih Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) U-19, tadi malam. Jika menyaksikan pertandingan itu di televisi, maka kata 'jebret' akan akrab di telinga pemirsa sepanjang pertandingan maupun saat drama adu penalti yang berakhir 7-6 untuk Garuda Muda.

Valentino Simanjuntak, adalah host yang membawakan pertandingan final Indonesia versus Vietnam dan mempopulerkan kata 'jebret' setiap tendangan Evan Dimas cs mengarah ke gawang Vietnam yang dijaga Le van Truong. Pria asal Sumatera Utara ini mengaku kata 'jebret' mengalir secara spontan.

"Sebenarnya kata 'jebret' itu sudah saya sering ucapkan saat pertandingan Indonesia lawan Malaysia, tetapi saat gol saja. Pada saat final memang kata itu sering saya ucapkan setiap tendangan pemain Indonesia ke gawang Vietnam. Jujur itu spontanitas saja," ujar pria yang akrab disapa Valen ini kepada merdeka.com, Senin (23/9).

Menurut Liverpudlian ini, dirinya diberi arahan dari stasiun televisi untuk mengeksplor selama pertandingan tersebut dengan ciri khas. Namun, ada batasan tak boleh menyebut kata yang mengandung rasis dan jorok.

"Saya sih mengeksplorasinya seperti saya menonton pertandingan final itu sendiri. Pastinya kalau kita nonton sendiri, banyak kata yang kita ucapkan. Nah, keluar deh kata 'jebret'," ujarnya sambil tertawa.

Dirinya tak menyangka dengan respons kata 'jebret' tersebut, bahkan banyak yang mention terkait kata tersebut di akun twitter pribadinya @radotvalent. Selain itu mereka juga mengomentari soal kata-kata pahlawan dari Soekarno hingga Raden Adjeng Kartini.

"Banyak yang mention di twitter saya soal 'jebret' itu. Responnya sih, 80 persen positif dan 20 persen negatif. Saya juga mengutip kata-kata pahlawan, biar kita ingat pada sejarah. Yang penting, Indonesia menang," tutupnya.

SBY bangga Timnas U-19 juarai Piala AFF U-19

Timnas Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian prestasi Timnas U-19 yang berhasil menjuarai Piala AFF U-19.

"Alhamdulillah Indonesia menang dalam pertandingan sepak bola Piala AFF U-19. Saya menyaksikan jalannya adu penalti dari Palembang," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono di Palembang, Senin (23/9) seperti dilansir Antara.

Kepala Negara bersyukur atas capaian tersebut dan memuji penampilan para pemain Garuda Muda. "Saya bersyukur. Saya bangga. Terima kasih para pahlawan sepak bola U-19. Anda semua telah mengharumkan nama Indonesia," tegas Presiden.

Dalam partai final Piala AFF U-19 di Stadion Sidoarjo, timnas Indonesia mengalahkan timnas Vietnam 7-6 melalui drama adu penalti setelah sebelumnya selama dua babak dan tambahan waktu pertandingan keduanya bermain imbang 0-0.

Roy Suryo telepon timnas U-19, baru nyambung tengah malam

Timnas Indonesia juara Piala AFF U-19.
Timnas Indonesia tadi malam menjadi jawara dalam ajang Piala AFF U 19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Kebanggaan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali Menpora Roy Suryo .

Bahkan, untuk meluapkan kegembiraannya, Roy menelepon satu per satu skuad Timnas U 19 yang telah mengharumkan nama bangsa, tadi malam.

"Alhamdulillah, saya langsung telpon, tidak sambung pada saat kemenangan. Baru tengah malam saya bisa kontak," kata Roy Suryo , Senin (23/9).

Roy mengaku tidak sempat nonton final yang mendebarkan antara Timnas Indonesia dan Vietnam semalam, lantaran ada acara pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang.

"Tapi saya mengikuti terus menit per menit dan sempat ketika perpanjangan waktu. Ketika adu penalti, saya di Jakabaring sempat bilang ke presiden, posisinya 0-0," cerita Roy Suryo .

Roy menambahkan, Presiden sempat menitipkan pesan dan mendoakan semoga timnas menang. "Kalau pengurusnya rukun pasti prestasinya baik. Setelah itu, kita nonton bareng dengan panitia ISG," imbuhnya.

Roy: Pemain naturalisasi ngetop setahun, lalu jadi bintang iklan

PSSI.
Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo berharap kesolidan Tim Nasional Sepak Bola U-19 terus dijaga setelah memenangkan Piala AFF. Di sisi lain, Roy juga menolak melanjutkan program naturalisasi pemain asing.

"Makanya pesan saya mereka harus solid. Jaga soliditas mereka agar tidak mudah diambil atau ada yang cepat mengkarbit di antara mereka. Saya sangat setuju ketika mereka setelah hari ini istirahat dulu 1-2 hari, baru besok persiapan untuk AFC. Saya juga cari waktu untuk bisa bicara kepada mereka sekaligus memberikan harapan dan ucapan terima kasih dari pemerintah dan masyarakat. Ini kemenangan bersama," kata Roy di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/9).

Soal naturalisasi, pengganti Menpora Andi Mallarangeng ini menegaskan, sejak awal bertugas dirinya berupaya mengurangi program naturalisasi terhadap pemain asing.

"Saya mencoba mengurangi naturalisasi atau bahkan memberhentikan naturalisasi karena anak-anak Indonesia itu luar biasa. Anak-anak kita yang di Swedia (U-14) bahkan mereka masuk ke final. Kalah karena adu penalti," ujar Roy.

"Saya percaya, Indonesia punya potensi kok kalau dibina dengan baik. (Pemain) naturalisasi itu hanya ngetop 1-2 tahun saja, setelah itu jadi bintang iklan, belum lagi kasus-kasus, karena mereka merasa sudah menjadi superstar dan tidak ada efeknya bagi teman-teman yang lain," papar mantan anggota Komisi I DPR ini.

Roy mengibaratkan pemain bola sebagai ikan di dalam sebuah kolam. "Kita lebih baik melatih ikan-ikan ini menjadi ahli semua, daripada di kolam itu kita masukkan ikan ahli, tetapi ikan yang lain tidak jadi ahli," tandasnya.

Vicky Vette ucapkan selamat kepada Garuda Jaya

Vicky Vette
Keberhasilan Timnas U-19 Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 tak luput dari perhatian Vicky Vette. Bintang film dewasa kelahiran Norwegia ini memberikan selamat kepada Skuat Garuda Jaya -sebutan Timnas U-19 Indonesia- melalui akun twitter miliknya.

"For the Winners ~ #Indonesia #U19 ~ #jebret rt!," kicau Vette.

Tak hanya itu, ia juga mengunggah foto dirinya mengenakan kostum utama timnas berwarna merah. Tangan kirinya mengacungkan jempol sementara tangan kanan menunjuk lambang Garuda di dadanya.

Bukan kali ini saja Vette mengomentari kiprah Tim Garuda. Pada pertandingan Piala AFF tahun lalu, Vette juga turut mendukung perjuangan Skuadra Garuda di Malaysia, juga melalui akun twitternya.

Selain Vette, tokoh tersohor dunia lainnya yang turut mengomentari kesuksesan skuat asuhan Indra Sjafri itu adalah Giorgio Chiellini. Bek Juventus itu menyampaikan selamat kepada Timnas U-19 Indonesia melalui akun twitter pribadinya.

"Congrats to Indonesia that won AFF U19 cup!!! Grandi!!! @chiellindonesia," tulis Chiellini dalam Twitter-nya.

Roy Suryo: Jaga Timnas U-19 dari kepentingan eksternal dan iklan

Timnas Indonesia juara Piala AFF U-19.
Menpora Roy Suryo meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan.

Menurut Roy, sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.

"Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim," ujar Roy di Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/9).

Menurut Roy, kapten tim Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan semalam agak sedih karena tidak beruntung. "Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat, karena ini kerja tim," tegasnya.

Pesan lain yang ingin disampaikan Roy, agar kekompakan tidak diganggu kepentingan iklan.

"Karena ini masih terus jalan. Karena akan akibatkan tidak kompak. Dan juga PSSI agar mengupayakan tim ini solid. Baru 2 tahun saja sudah begini ketika Vietnam itu 6 tahun sejak U-14. Ini U-19. Jangan nanti usia 23 diubah lagi sehingga tidak kompak," tegasnya.

Sebagai menpora, dia berjanji akan mengawasi perkembangan timnas usia anak-anak dan remaja.

"Saya mencoba untuk ikut mengawasi mulai dari usia 12, yang kemarin berangkat ke London, usia 14 ke Swedia. Usia 16 yang sayangnya kalah," ujarnya.

BTN siapkan beasiswa pemain timnas U-19

Penggawa Garuda Jaya dapat beasiswa
Atas capaian prestasi tim nasional di AFF U-19 Championship 2013, Badan Tim Nasional (BTN) memberikan penghargaan berupa biaya pendidikan bagi seluruh skuad garuda muda.

Beasiswa tersebut akan mengcover seluruh biaya pendidikan mereka, baik yang masih di jenjang sekolah menengah, maupun yang sedang dan akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Demikian disampaikan Ketua BTN, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Senin (23/9/2013).

"Seluruh biaya pendidikan mereka kita cover. Ini bagian dari program welfare for players yang mulai kita jalankan di BTN. Bonus tidak selalu dalam bentuk uang. Tetapi sesuatu yang berarti dan bermanfaat untuk jangka panjang. Untuk pemain usia muda, lebih cocok biaya pendidikan. Dan kita cover sampai selesai pendidikan mereka. Mungkin untuk atlet senior akan dalam bentuk lain. Nanti akan dipikirkan oleh HPU BTN, yang menangani program welfare for players itu," urai La Nyalla dalam press rilis yang diterima Bola.net.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh ofisial timnas U-19 dengan memberikan kepercayaan kepada head coach Indra Sjafri untuk tetap memimpin Evan Dimas dkk menjalani laga selanjutnya di kualifikasi AFC U-19 Grup G, dimana Indonesia akan bertemu dengan Korea Selatan, Laos dan Filipina. "Indra Sjafri telah mampu memenuhi target BTN untuk memboyong trofi AFF U-19. Untuk itu BTN memberikan kepercayaan kepada Indra untuk terus memimpin anak-anak di laga selanjutnya. Saya berharap SEA Games 2017, anak-anak ini menjadi skuad inti dan dipimpin oleh Indra Sjafri. Semoga saja," ujarnya.

Di sisi lain, La Nyalla berpesan kepada Indra Sjahfri untuk memproteksi anak-anak dari kegiatan non-football yang menyebabkan mereka menjadi over ekspos media.

"Jangan dibawa kemana-mana, di luar lapangan rumput. Terlalu dini. Beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studi. Masak anak-anak mau diboyong kesana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang," tukas La Nyalla yang juga Wakil Ketua Umum PSSI ini.

Wejangan Menpora untuk PSSI dan Timnas U-19

Roy Suryo
Tim nasional Indonesia sukses menjuarai Piala AFF U-19. Kontan, hal tersebut mendapatkan acungan jempol dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo Notodiprojo.

Dikatakan Roy, PSSI harus bijaksana dalam mengembangkan potensi-potensi para pemain arahan Indra Sjafri tersebut. Selain itu, komposisi pemain diharapkan jangan dibongkar pasang, supaya dapat dipertahankan dalam jenjang Timnas masa depan.

"Saya berharap, PSSI bisa menjaga dan mengembangkan pemain-pemain ini supaya menjadi skuad Timnas yang solid di masa depan," tuturnya.

"Pemerintah sangat mengapresiasi prestasi ini, karena menjadi keberhasilan rakyat. Saya hanya bertugas mengawal proses dengan baik dan ingin sampaikan salam Presiden RI yang menegaskan bahwa jika para pengurus PSSI rukun, maka prestasi akan dicapai," sambungnya.

Roy beranggapan, prestasi yang sudah diraih skuad U-19 bisa dijaga dan dikembangkan jika tidak ada gangguan dari dalam maupun luar pengurus PSSI yang dapat merusak jalannya pembinaan sepak bola Indonesia.

"Kita meminta agar PSSI menjaga soliditas tim ini dari gangguan internal ataupun eksternal. Sebab, Menpora akan terus mengawal PSSI dengan baik, karena Menpora tidak masuk urusan teknis memilih pemain," tegas Roy.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, juga menyampaikan pandangannya. Djohar menegaskan, jika sangat bersyukur para pemain muda Indonesia bisa meraih prestasi.

Selain itu, pihaknya sudah mempersiapkan perhatian khusus pada skuad U-19 dengan memfokuskan menuju SEA Games 2017 mendatang dan Timnas senior.

"Tentunya, penampilan para pemain sangat luar biasa dan kita berharap kondisi ini dipertahankan dan jaga kondisi ini ke depannya," kata Djohar.

"kita akan cari pemain lebih banyak lagi, karena masih banyak yang belum terpantau. Kami sangat serius mempersiapkan tim, dengan memperhatikan gizi dan kesehatan para pemain," tuturnya.

Selain pembinaan, Djohar mengaku PSSI dan BTN tentunya akan mempersiapkan program beasiswa jangka panjang para pemain, yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan di masa depan.

"Kita sudah kaji, manfaat dan kerugian bonus materiil. Jadi untuk pemain muda, janganlah dihitung dengan materi. Kalau di situ pikirannya, bonus kecil nanti tidak semangat. BTN juga sudah membicarakan itu. Hadiah yang pantas disiapkan, yakni biaya sekolah hingga perguruan tinggi. Apalagi, kita juga memiliki kerja sama dengan perguruan tinggi swasta," pungkasnya.

Menpora tak janjikan ada bonus untuk timnas U-19

Menpora Roy Suryo (
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menegaskan bahwa Pemerintah tak menjanjikan bonus kepada timnas Indonesia U-19 usai menjuarai Piala AFF U-19.

Menurut Roy Suryo, salah satu alasan tidak adanya bonus kepada Evan Dimas dkk adalah tidak ada anggaran dana setelah adanya perubahan APBN.

"Kalau teman-teman ingat, saya tidak pernah mau menjanjikan bonus. Saya bicara apa adanya, pahit harus dikatakan pahit. Anggaran kita tidak ada, ya, katakan tidak ada. APBN perubahan kemarin, malah anggaran kita dikurangi. Jadi, tidak ada bonus, tetapi kita tidak berpikir mati," kata Roy Suryo seperti dilansir Antara.

Meskipun mengaku tak ada bonus, namun Roy tetap tidak menutup kemungkinan akan ada bonus lain atau memberi hadiah lewat beasiswa. Namun, masih harus dicari sumber dananya.

"Seperti bulu tangkis (juara dunia), saya tidak akan menyebutkan karena itu bukan keputusan pribadi, harus kita atur dan komunikasikan dengan dukungan yang ada. Karena kantor ini (Kemenpora) terus terang tidak ada uang sendiri. Kami harus menyinkronkan, seperti kita kerja sama dengan BUMN atau pihak lain untuk juara dunia bulu tangkis. Jadi, artinya, nanti tetap satu pintu dari PSSI," jelasnya.

Seperti diketahui, timnas Indonesia berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam U-19 dengan skor 7-6 lewat adu penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (22/9) malam lalu.

Separuh populasi penonton televisi saksikan final Timnas U-19

Timnas U-19 juara Piala AFF 2013.
Kemenangan Timnas Indonesia U-19 pada final Piala AFF kemarin Minggu (22/9) tidak hanya meninggalkan torehan sejarah baru. Jumlah penonton televisi pada laga puncak yang menyingkirkan Vietnam itu lebih melebihi setengah populasi penduduk Indonesia saat ini.

Hal itu dikemukakan Sport Produser MNC TV Bona Ventura. Menurut Bona, bila dibandingkan dengan laga pertandingan sepanjang Piala AFF U-19, pertandingan final itu adalah rekor terbanyak dengan jumlah penonton di atas 50 persen populasi penonton televisi di Indonesia saat itu.

"Final kemarin adalah jumlah tertinggi dalam keseluruhan laga Piala AFF U-19," kata Bona saat dihubungi merdeka.com melalui ponselnya pada Senin (23/9) malam.

Menurut Bona, peningkatan jumlah penonton laga itu karena emosi penonton terus terjaga dalam setiap laga yang dilakoni Timnas U-19. Selain itu ketertarikan penduduk untuk terus menonton Timnas, menurut Bona, karena permainan Timnas yang bagus dalam setiap laga.

"Emosi penonton dari awal terus naik, kemudian ketertarikan masih terjaga, progres bagus meski sempat kalah dalam fase grup dari Vietnam dan seri dengan Malaysia. Jadi itu yang membuat orang masih mau menunggu laga Timnas hingga final," ujar Bona lebih lanjut.

Selain itu, Bona menuturkan, jumlah penonton laga Timnas U-19 juga dipengaruhi kaitan emosi dengan tim yang dilawan. Dia mencontohkan, saat Timnas Indonesia melawan Malaysia jumlah penontonnya mencapai sepertiga populasi penonton televisi di Indonesia. Sedangkan saat melawan Thailand masih di bawah saat melawan Malaysia.

Dari segi target program, menurut Bona, jumlah penonton itu sudah melebihi target yang dipatok.

"Yang lebih penting dari target program, Indonesia menorehkan sejarah baru sebagai juara, setelah paceklik gelar selama 22 tahun," kata Bona.

4 Proteksi ini diperlukan untuk lindungi Timnas Garuda Jaya

Timnas U-19 juara Piala AFF 2013.
Kemarin tim nasional (timnas) Garuda Jaya--julukan untuk timnas U-19, menorehkan sejarah memenangi piala AFF setelah 22 tahun paceklik gelar. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo Notodiprojo meminta agar timnas U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan.

Selain Roy Suryo, beberapa orang juga meminta berbagai pihak agar menjaga timnas Garuda Jaya itu tetap kompak dan tidak diganggu dengan kegiatan-kegiatan di luar. Mereka berharap agar timnas tetap fokus terhadap latihan mengingat usia mereka masih muda.

Berikut ini 4 proteksi yang diperlukan untuk melindungi timnas garuda jaya agar prestasi mereka tidak melempem:

1. Diproteksi dari gangguan entertainment

Masalah lain yang harus ditepis agar tidak mengganggu timnas Garuda Muda adalah kegiatan non-football. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media.

Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.??

'Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,' tukas La Nyalla.

2. Dijaga dari gangguan internal maupun eksternal

Hal ini dikatakan Menpora Roy Suryo Notodiprodo. Dia mengatakan, prestasi timnas Garuda Jaya merupakan keberhasilan rakyat Indonesia. Dia berharap agar prestasi itu terus dikembangkan jika tidak ada gangguan dari dalam maupun luar pengurus PSSI yang dapat merusak jalannya pembinaan sepak bola Indonesia.

Dia juga meminta agar PSSI menjaga soliditas tim dari gangguan internal ataupun eksternal. Sebab, Menpora akan terus mengawal PSSI dengan baik karena Menpora tidak masuk urusan teknis memilih pemain.

3. Diproteksi dari gangguan iklan

Pesan lain yang disampaikan Menpora Roy Suryo adalah agar tim ini menjaga kekompakan dan tidak diganggu kepentingan iklan. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan.

Dia juga meminta PSSI agar mengupayakan timnas U-19 ini tetap solid. 'Baru 2 tahun saja sudah begini, ketika Vietnam itu 6 tahun sejak U-14. Ini U-19. Jangan nanti usia 23 diubah lagi sehingga tidak kompak,' terangnya.

Sebagai menpora, dia berjanji akan mengawasi perkembangan timnas usia anak-anak dan remaja. 'Saya mencoba untuk ikut mengawasi mulai dari usia 12, yang kemarin berangkat ke London, usia 14 ke Swedia. Usia 16 yang sayangnya kalah,' terangnya.

4. Karena ini tim, jangan ada penonjolan satu pemain

Terakhir, Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.

'Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,' katanya.

Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. 'Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,' kata Roy menegaskan.


4 Istilah ini dipopulerkan penyiar sepak bola

Indonesia Menang
Ada yang menarik di balik kemenangan Timnas Indonesia meraih Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) U-19, tadi malam. Jika menyaksikan pertandingan itu di televisi, maka kata 'jebret' akan akrab di telinga pemirsa sepanjang pertandingan maupun saat drama adu penalti yang berakhir 7-6 untuk Garuda Jaya.

Penyiar olah raga, sepak bola khususnya selalu memiliki istilah khas sebagai identitas, agar masyarakat lebih mengenal sosoknya dan pertandingan jadi asyik untuk disaksikan.

Berikut empat istilah yang dipopulerkan penyiar sepak bola.

1. Saudara-saudara di Tanah Air

Sambas Mangundikarta adalah penyiar TVRI yang mempopulerkan sebutan 'saudara-saudara di Tanah Air' saat membawakan acara pertandingan sepak bola di era 80-90an. Hampir setiap pertandingan, Sambas selalu mengumandangkan sebutan itu.

Selain sepak bola, Sambas juga kerap membawakan pertandingan badminton. Sama halnya dengan sepak bola, Sambas selalu menyapa pemirsa TVRI dengan kata-kata persatuan tersebut. Namun pada 30 Maret 1999, sebutan 'saudara-saudara di Tanah Air' menghilang bersama meninggalnya Sambas.

2. Ahay

Hadi Gunawan ini yang mempopulerkan istilah 'Ahay' saat menjadi presenter sepak bola. Hadi selalu menyebut kata itu saat tendangan pemain mengarah ke gawang lawannya.

Bahkan istilah 'Ahay' menjadi trending topik di jejaring sosial Twitter ketika Timnas Indonesia mengalahkan Filipina 2-0 pada pertandingan uji coba internasional di Stadion Manahan, Solo, Rabu (14/8).

3. Jebret

Valentino Simanjuntak, adalah host yang membawakan pertandingan final Indonesia versus Vietnam dan mempopulerkan kata 'jebret' setiap tendangan Evan Dimas cs mengarah ke gawang Vietnam yang dijaga Le van Truong. Pria asal Sumatera Utara ini mengaku kata 'jebret' mengalir secara spontan.

"Sebenarnya kata 'jebret' itu sudah saya sering ucapkan saat pertandingan Indonesia lawan Malaysia, tetapi saat gol saja. Pada saat final memang kata itu sering saya ucapkan setiap tendangan pemain Indonesia ke gawang Vietnam. Jujur itu spontanitas saja," ujar pria yang akrab disapa Valen ini kepada merdeka.com, Senin (23/9).

4. Berputar-putar membawa bola

Para awal tahun 90an, pendengar pasti akrab dengan istilah 'berputar-putar membawa bola' saat mendengarkan pertandingan sepak bola di Radio Republik Indonesia (RRI). Tanpa melihat wajahnya, pendengar pasti langsung mengetahui kata-kata yang akan diucapkan penyiar tersebut.