Minggu, 26 Mei 2013

FSRU Jakarta kesulitan serap pasokan gas pemerintah


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengalokasikan tambahan 27 kargo untuk terminal terapung dan regasifikasi (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) Jawa Barat mulai tahun 2013 hingga 2025 sesuai dengan keputusan alokasi gas domestik yang telah ditandatangani pada Februari lalu.

Namun, PT Nusantara Regas selaku pengelola FSRU tersebut mengaku tidak akan mampu menyerap seluruh gas tersebut. Pasalnya, NR juga telah mendapatkan alokasi gas dari Bontang, Kalimantan Timur sebanyak 22 kargo.

"Secara kebijakan itu bagus. Cuma persoalannya 27 kargo tadi ditambah Mahakam 22 kargo jadi 49 kargo, sayangnya tidak semua bisa terserap dengan market yang ada. Saat ini sudah ada diskusi dengan pemerintah," ujar Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya kepada wartawan dalam acara kunjungan ke FSRU Jawa Barat, Minggu (26/5).

Menurut Hendra, pihaknya hanya mampu menyerap tambahan 5 kargo yang diberikan pemerintah. Sebab, konsumen NR saat ini hanya PT PLN (Persero) serta PT PGN (Persero) dan belum ada industri lainnya.

Bahkan, lanjutnya, kelima kargo tersebut telah termasuk yang digunakan untuk mensuplai kebutuhan gas di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok pada Agustus mendatang. "Jumlah 5 kargo tadi kita akan suplai ke Tanjung Priuk," tegas dia.

Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro merinci, FSRU Jakarta akan memperoleh alokasi LNG sebesar 27 kargo per tahun mulai 2013 hingga 2025.

Sementara, sumber pasokan LNG berasal dari Kilang Tangguh, Papua Barat yang sebelumnya diekspor ke Sempra, AS dengan volume 20 kargo per tahun yang sudah dialokasikan sejak 2012.
Lalu, Kilang Tangguh 'train' 3 akan masuk ke terminal domestik mulai 2018. Selanjutnya, berasal dari Blok Mahakam yang seluruh kelebihan kargonya sebanyak 16 akan diperuntukkan ke dalam negeri.

Sumber pasokan lainnya adalah Lapangan Jangkrik dan North East Jangkrik yang dioperasikan ENI Indonesia dengan perincian 2016 sebanyak 14 kargo, 2017 sampai 2022 sebanyak 18 kargo per tahun, 2023 sebanyak 7 kargo, dan 2024 sampai 2025 sebanyak 4 kargo per tahun.

Terakhir dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang dikembangkan Chevron Indonesia Company dengan rincian 2017 sampai 2019 sebanyak 50 kargo per tahun, 2020 sampai 2021 sebanyak 30 kargo, 2022 sebanyak 16 kargo, dan 2023 sebanyak 10 kargo.

Sumbe r:
http://www.merdeka.com/uang/fsru-jakarta-kesulitan-serap-pasokan-gas-pemerintah.html

Artikel Terkait

1. Silahkan masukkan komentar
2. Berkomentar dengan kata-kata yang santun
3. Jangan menggunakan kata-kata kotor
4. Jika anda tidak suka dengan yang kami sajikan, lebih baik jangan di baca
5. Tinggalkan link web/blog anda agar admin bisa visit back
6. Jadilah pengunjung yang baik
7. Kami hanya memberikan informasi dari sumber-sumber yang bisa admin percaya.
8. Maaf jika ada salah satu artikel tidak ada sumbernya.
EmoticonEmoticon