PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk meyakini industri perkebunan kelapa
sawit dan karet akan tetap tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan
global. Pertumbuhan tingkat konsumsi di sejumlah negara berkembang, dan
meningkatnya kebutuhan konsumen negara-negara maju dapat berdampak
positif pada stabilitas dan kenaikan harga komoditas itu.
Direktur Utama Bakrie Sumatera Plantations, Bambang Aria Wisena, Jumat 24 Mei 2013, mengatakan, tahun 2012 bukan merupakan tahun yang ringan bagi industri perkebunan sawit dan karet, tidak terkecuali Bakrie Sumatera.
Namun, dia menjelaskan, produk kelapa sawit dan karet untuk jangka waktu menengah dan panjang masih akan menjanjikan. "Kondisi itu akan prospektif terhadap kinerja perseroan," kata Bambang di Jakarta.
Tantangan yang dihadapi sepanjang tahun lalu, menurut dia, telah memengaruhi kinerja perseroan sepanjang 2012. Kondisi itu tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2012.
Bambang menjelaskan, tahun lalu, perseroan mencatatkan penjualan bersih Rp2,48 triliun, atau turun dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp3,64 triliun. Seiring dengan penurunan penjualan bersih tersebut, beban pokok penjualan juga turun menjadi Rp1,73 triliun pada 2012, dibanding 2011 yang tercatat Rp2,21 triliun.
"Untuk mempertahankan kinerja, perseroan telah menekan biaya operasional dari Rp535 miliar menjadi Rp388 miliar," kata dia.
Selama 2012, dia menambahkan, perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,06 triliun. Walaupun, secara operasional, perseroan masih mencatat laba operasi sebesar Rp361 miliar.
Sebelumnya, pada 2011, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp746 miliar.
Rugi bersih perseroan pada 2012 tersebut, menurut Bambang, disebabkan oleh beban-beban yang sifatnya non-cash seperti tercantum dalam laporan keuangan. "Secara keseluruhan, kinerja perseroan pada 2012 mengalami penurunan, terutama karena turunnya harga komoditas sawit dan karet," tuturnya.
Selain itu, ada gangguan logistik di sejumlah pelabuhan pada kuartal keempat tahun lalu. Namun, ia optimistis harga komoditas tersebut akan membaik di masa mendatang.
Kondisi industri sawit dan karet pada 2012 yang kurang kondusif mengharuskan perseroan untuk lebih fokus meningkatkan produktivitas. "Kami tetap fokus agar capaian kinerja pada tahun-tahun mendatang terus membaik dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola usaha perkebunan," tambah Iqbal Zainuddin, direktur Bakrie Sumatera Plantations.
Direktur Utama Bakrie Sumatera Plantations, Bambang Aria Wisena, Jumat 24 Mei 2013, mengatakan, tahun 2012 bukan merupakan tahun yang ringan bagi industri perkebunan sawit dan karet, tidak terkecuali Bakrie Sumatera.
Namun, dia menjelaskan, produk kelapa sawit dan karet untuk jangka waktu menengah dan panjang masih akan menjanjikan. "Kondisi itu akan prospektif terhadap kinerja perseroan," kata Bambang di Jakarta.
Tantangan yang dihadapi sepanjang tahun lalu, menurut dia, telah memengaruhi kinerja perseroan sepanjang 2012. Kondisi itu tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2012.
Bambang menjelaskan, tahun lalu, perseroan mencatatkan penjualan bersih Rp2,48 triliun, atau turun dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp3,64 triliun. Seiring dengan penurunan penjualan bersih tersebut, beban pokok penjualan juga turun menjadi Rp1,73 triliun pada 2012, dibanding 2011 yang tercatat Rp2,21 triliun.
"Untuk mempertahankan kinerja, perseroan telah menekan biaya operasional dari Rp535 miliar menjadi Rp388 miliar," kata dia.
Selama 2012, dia menambahkan, perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,06 triliun. Walaupun, secara operasional, perseroan masih mencatat laba operasi sebesar Rp361 miliar.
Sebelumnya, pada 2011, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp746 miliar.
Rugi bersih perseroan pada 2012 tersebut, menurut Bambang, disebabkan oleh beban-beban yang sifatnya non-cash seperti tercantum dalam laporan keuangan. "Secara keseluruhan, kinerja perseroan pada 2012 mengalami penurunan, terutama karena turunnya harga komoditas sawit dan karet," tuturnya.
Selain itu, ada gangguan logistik di sejumlah pelabuhan pada kuartal keempat tahun lalu. Namun, ia optimistis harga komoditas tersebut akan membaik di masa mendatang.
Kondisi industri sawit dan karet pada 2012 yang kurang kondusif mengharuskan perseroan untuk lebih fokus meningkatkan produktivitas. "Kami tetap fokus agar capaian kinerja pada tahun-tahun mendatang terus membaik dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola usaha perkebunan," tambah Iqbal Zainuddin, direktur Bakrie Sumatera Plantations.
Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/415623-bakrie-sumatera-optimistis-industri-sawit-masih-menjanjikan

1. Silahkan masukkan komentar
2. Berkomentar dengan kata-kata yang santun
3. Jangan menggunakan kata-kata kotor
4. Jika anda tidak suka dengan yang kami sajikan, lebih baik jangan di baca
5. Tinggalkan link web/blog anda agar admin bisa visit back
6. Jadilah pengunjung yang baik
7. Kami hanya memberikan informasi dari sumber-sumber yang bisa admin percaya.
8. Maaf jika ada salah satu artikel tidak ada sumbernya.
EmoticonEmoticon