![]() |
SBY sidang kabinet. |
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) geram kepada menteri-menteri
bidang ekonomi khususnya yang bertanggung jawab atas bahan pangan,
karena harga cabai dan daging meroket hingga tembus Rp 100 ribu per
kilogram.
Tiga instansi kementerian/lembaga tak bisa mengelak lagi. Menteri perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pertanian Suswono dan Kepala Bulog Sutarto Alimoeso terkena 'semprot' presiden karena tak mampu mengendalikan kenaikan harga daging sapi dan komoditas pangan lainnya.
"Daging sapi, instruksi saya sudah jelas. Wapres dan menko perekonomian juga sudah jelas tapi implementasinya lama. Sodara lihat pasar tidak?" sindir SBY saat memberi pidato dalam rapat terbatas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/7).
Tiga instansi kementerian/lembaga tak bisa mengelak lagi. Menteri perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pertanian Suswono dan Kepala Bulog Sutarto Alimoeso terkena 'semprot' presiden karena tak mampu mengendalikan kenaikan harga daging sapi dan komoditas pangan lainnya.
"Daging sapi, instruksi saya sudah jelas. Wapres dan menko perekonomian juga sudah jelas tapi implementasinya lama. Sodara lihat pasar tidak?" sindir SBY saat memberi pidato dalam rapat terbatas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/7).
Tapi,
bukan kali pertama SBY marah karena lambannya kinerja anak buahnya
mengatasi melonjaknya. SBY pernah memarahi Menteri Pertanian Suswono dan
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan karena harga bawang tak terkendali.
Alasannya sama, dua anak buahnya itu tidak sigap mengatasi lonjakan
harga.
Menteri Pertanian Suswono mengakui adanya kesalahpahaman dengan SBY. Suswono mengklaim telah berupaya secepat mungkin mengupayakan stabilitas harga daging sapi di pasaran. Suswono menegaskan telah menjelaskan masalah tersebut dalam rapat terbatas lalu.
"Itu sudah saya jelaskan pada saat rapat kemarin. Itu ada missed saja," ujar dia di Jakarta, Senin (15/7).
Setelah kemarahan SBY ini, nampaknya para menteri tersebut belum merubah kinerjanya. Pasalnya, menteri perdagangan dan menteri pertanian justru berselisih paham terhadap akar masalah tingginya harga daging.
Menteri Pertanian Suswono melihat, fenomena tingginya harga bahan pangan semata-mata bukan karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tapi lebih mengarah ke aksi spekulan-spekulan yang memanfaatkan momen tersebut. Namun, pandangan ini sempat ditepis oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang sangat yakin tidak ada aksi spekulan.
"Jadi sebetulnya, yang ada ini stoknya cukup. Jadi kan, atas nama kenaikan BBM, lalu kemudian, dia (spekulan) manfaatkan peningkatan yang tidak wajar dan memberatkan konsumen kan. Mudah-mudahan ada operasi pasar yang bisa kurangi harga," ujar Suswono.
Namun Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai kemarahan SBY tak ada gunanya. Buktinya setelah SBY marah, harga-harga tidak kembali turun bahkan ada yang naik lagi. "Saya melihat para menterinya tidak sama sekali memberikan solusi," kata Pramono di Gedung DPR, Selasa (16/7).
Dia melihat, kebanyakan menteri yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) hanya mementingkan kepentingan pribadinya yaitu sukses di pemilu 2014. "Kalau terus begini kan sama saja kalau mereka tidak menyukseskan negara ini nanti rakyat yang akan beri hukuman," ujarnya.
Menteri Pertanian Suswono mengakui adanya kesalahpahaman dengan SBY. Suswono mengklaim telah berupaya secepat mungkin mengupayakan stabilitas harga daging sapi di pasaran. Suswono menegaskan telah menjelaskan masalah tersebut dalam rapat terbatas lalu.
"Itu sudah saya jelaskan pada saat rapat kemarin. Itu ada missed saja," ujar dia di Jakarta, Senin (15/7).
Setelah kemarahan SBY ini, nampaknya para menteri tersebut belum merubah kinerjanya. Pasalnya, menteri perdagangan dan menteri pertanian justru berselisih paham terhadap akar masalah tingginya harga daging.
Menteri Pertanian Suswono melihat, fenomena tingginya harga bahan pangan semata-mata bukan karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tapi lebih mengarah ke aksi spekulan-spekulan yang memanfaatkan momen tersebut. Namun, pandangan ini sempat ditepis oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang sangat yakin tidak ada aksi spekulan.
"Jadi sebetulnya, yang ada ini stoknya cukup. Jadi kan, atas nama kenaikan BBM, lalu kemudian, dia (spekulan) manfaatkan peningkatan yang tidak wajar dan memberatkan konsumen kan. Mudah-mudahan ada operasi pasar yang bisa kurangi harga," ujar Suswono.
Namun Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai kemarahan SBY tak ada gunanya. Buktinya setelah SBY marah, harga-harga tidak kembali turun bahkan ada yang naik lagi. "Saya melihat para menterinya tidak sama sekali memberikan solusi," kata Pramono di Gedung DPR, Selasa (16/7).
Dia melihat, kebanyakan menteri yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) hanya mementingkan kepentingan pribadinya yaitu sukses di pemilu 2014. "Kalau terus begini kan sama saja kalau mereka tidak menyukseskan negara ini nanti rakyat yang akan beri hukuman," ujarnya.
1. Silahkan masukkan komentar
2. Berkomentar dengan kata-kata yang santun
3. Jangan menggunakan kata-kata kotor
4. Jika anda tidak suka dengan yang kami sajikan, lebih baik jangan di baca
5. Tinggalkan link web/blog anda agar admin bisa visit back
6. Jadilah pengunjung yang baik
7. Kami hanya memberikan informasi dari sumber-sumber yang bisa admin percaya.
8. Maaf jika ada salah satu artikel tidak ada sumbernya.
EmoticonEmoticon