Kamis, 13 Juni 2013

Mereka yang terkuat


Jumat pemilihan presiden Iran bakal digelar. Rakyat Negeri Mullah bersiap mencari pengganti Mahmud Ahmadinejad telah terpilih dua periode.

Setidaknya ada enam kandidat presiden Iran yakni Muhammad Gharazi dan Hassan Rohani (perwakilan dari islami moderat), Muhammad Baghir Ghalibaf, Said Jalili, Ali Akbar Velayati, dan Mohsen Rezaei. Keempatnya dari konservatif setia pada pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei.

Sementara dua kandidat lain mengundurkan diri yakni Muhammad Reza Arif satu-satunya dari kalangan reformis, serta Gholam Ali Hadad Adel dari konservatif.

Surat kabar the Jerusalem Post (11/6) melansir, setidaknya ada dua kandidat terkemuka yakni Said Jalili dan Muhammad Baghir Ghalibaf. Demikian dikatakan Eldad Pardo, seorang pengamat Iran dari Universitas Hebrew.

Pemilihan presiden Negeri Mullah ini agak sarat nepotisme. Kedua kandidat kuat diketahui lahir di Kota Masyhad. Mereka sekampung dengan Khamenei.

Meski demikian bukan berarti keduanya orang tanpa kemampuan. Said Jalili merupakan kepala dewan keamanan nasional tertinggi Iran dia juga menjadi kepala perundingan bidang nuklir. Sebuah jabatan tidak main-main pada saat ini lantaran penduduk sejagat tengah berkonsentrasi dengan pengayaan uranium negara itu.

Sementara Ghalibaf dinilai berhasil menjadi pemimpin di Ibu Kota Teheran. Dia sukses membangun wilayahnya.

Selentingan mengatakan Ahmadinejad melayangkan dukungannya pada Jalili. Jika dia terpilih nampaknya Iran bakal terus melanjutkan program nuklir meski tekanan Internasional bakal semakin gencar. "Semua kandidat berusaha berbeda dari Ahmadinejad kecuali Jalili. Iran tidak suka kebijakan agresif," ujar Pardo.

Jalili memiliki semua kriteria diinginkan oleh rakyat Iran. Tegas pada barat, namun menjanjikan dalam peningkatan ekonomi Negeri Mullah. Pada kenyataannya keputusan tetap berada di tangan Khamenei.

Ghalibaf juga kuat meski pernah punya catatan buruk lantaran terlibat protes beberapa kebijakan pemerintah. Dia mempunyai pemikiran untuk bergerak maju dan ingin membuat perubahan dalam negeri. Namun kenyataannya banyak rakyat masih ragu memilihnya.

Padahal Ghalibaf sudah menjalankan kampanye cerdas. Dia sedikit liberal, mendukung perdagangan bebas, dan lebih bersahabat dengan barat.

Menjadi kuda hitam yakni Ali Akbar Velayati. Seorang diplomat mengatakan dia sangat dekat dengan Khamenei. Meski Ahmadinejad punya cacat dalam kepemimpinannya, namun sejagat mengakui Iran berada di puncak pengaruh global dan mendapat perhatian dunia di masa jaya dia.
 
Sumber :
http://www.merdeka.com/dunia/mereka-yang-terkuat.html

Artikel Terkait

1. Silahkan masukkan komentar
2. Berkomentar dengan kata-kata yang santun
3. Jangan menggunakan kata-kata kotor
4. Jika anda tidak suka dengan yang kami sajikan, lebih baik jangan di baca
5. Tinggalkan link web/blog anda agar admin bisa visit back
6. Jadilah pengunjung yang baik
7. Kami hanya memberikan informasi dari sumber-sumber yang bisa admin percaya.
8. Maaf jika ada salah satu artikel tidak ada sumbernya.
EmoticonEmoticon