Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya kemarin
menyetujui perjanjian perdagangan senjata internasional bernilai
triliunan dolar. Perjanjian bertujuan mencegah senjata jatuh ke tangan
kelompok teroris, para pemberontak, dan organisasi kriminal itu telah
diupayakan selama satu dekade terakhir.
Surat kabar the Washington Post melaporkan, Selasa (2/4), resolusi itu disetujui lewat pemungutan suara. Sebanyak 154 suara menyatakan setuju, tiga suara menolak, dan 23 abstain. Ketika angka jumlah suara itu muncul di papan elektronik para hadirin di Majelis Umum PBB itu menyambut gembira keputusan itu.
"Ini adalah hari bersejarah dan sebuah pencapaian penting bagi PBB," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
Nilai perdagangan senjata dunia selama ini diperkirakan mencapai Rp 584 triliun.
Dengan perjanjian ini diharapkan PBB bisa mencegah perdagangan senjata ilegal di dunia internasional. Namun dampak nyata dari perjanjian ini masih perlu waktu untuk dibuktikan.
Perjanjian ini akan berlaku efektif segera setelah 50 negara meratifikasi perjanjian itu.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat yang menyetujui perjanjian itu, selama ini mengontrol perdagangan senjata. Namun selama ini tak ada kesepakatan yang mengatur perdagangan senjata itu.
Duta besar Australia untuk PBB Peter Woolcott mengatakan kesepakatan penting itu akan mengurangi penderitaan umat manusia dan bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Surat kabar the Washington Post melaporkan, Selasa (2/4), resolusi itu disetujui lewat pemungutan suara. Sebanyak 154 suara menyatakan setuju, tiga suara menolak, dan 23 abstain. Ketika angka jumlah suara itu muncul di papan elektronik para hadirin di Majelis Umum PBB itu menyambut gembira keputusan itu.
"Ini adalah hari bersejarah dan sebuah pencapaian penting bagi PBB," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
Nilai perdagangan senjata dunia selama ini diperkirakan mencapai Rp 584 triliun.
Dengan perjanjian ini diharapkan PBB bisa mencegah perdagangan senjata ilegal di dunia internasional. Namun dampak nyata dari perjanjian ini masih perlu waktu untuk dibuktikan.
Perjanjian ini akan berlaku efektif segera setelah 50 negara meratifikasi perjanjian itu.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat yang menyetujui perjanjian itu, selama ini mengontrol perdagangan senjata. Namun selama ini tak ada kesepakatan yang mengatur perdagangan senjata itu.
Duta besar Australia untuk PBB Peter Woolcott mengatakan kesepakatan penting itu akan mengurangi penderitaan umat manusia dan bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Sumber :
http://www.merdeka.com/dunia/pbb-setujui-perjanjian-perdagangan-senjata.html

1. Silahkan masukkan komentar
2. Berkomentar dengan kata-kata yang santun
3. Jangan menggunakan kata-kata kotor
4. Jika anda tidak suka dengan yang kami sajikan, lebih baik jangan di baca
5. Tinggalkan link web/blog anda agar admin bisa visit back
6. Jadilah pengunjung yang baik
7. Kami hanya memberikan informasi dari sumber-sumber yang bisa admin percaya.
8. Maaf jika ada salah satu artikel tidak ada sumbernya.
EmoticonEmoticon